subhanallah.. mudah2an bisa menjadi teladan btw, apakah ada diantara sahabat2 yg memforward ini ke inbox presiden kita.
On 8/10/05, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum wr wb, > > Inilah teladan dari pemimpin di Iran. Para pejabat > hidup sederhana. Tidak bermegah-megahan seperti yang > dikecam Allah dalam surat At Takatsuur. Ahmadinejad > presiden yang baru tetap tinggal di rumah sederhana > yang temboknya tidak diplester. Itu tanda kekayaannya > tidak banyak dan tentu tidak korupsi. Beda dengan > sebagian pejabat kita yang rumah dan rekening banknya > sampai ratusan milyar rupiah padahal gajinya tidak > seberapa. > > Sementara presiden Khatami ikut terjebak kemacetan > karena dia tidak menyetop kendaraan rakyat seperti > yang dilakukan oleh para pejabat di sini. > > Kapan kita punya pemimpin yang sederhana dan tidak > menyusahkan rakyat seperti itu? > > Wassalam > From: "ma_wardi" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [LISI] keteladanan presiden baru Iran > > Dari rekan yg berada di Iran, Dina Sulaeman, ada > cerita menarik ttg presiden baru Iran, Ahmadinejad ; > > ---------- > > Kuantar Kau ke Meja Kerja > > Seperti saya tulis di situ, meskipun saya sudah hampir > enam tahun tinggal di Iran, baru sekarang-sekarang ini > saya memperhatikan serius kondisi perpolitikan Iran. > Sekarang, ada peristiwa unik lagi yang saya saksikan > di televisi: upacara tanfiz (di Tehran Times, > diartikan dengan 'installation ceremony' saya langsung > tertawa membacanya, > apalagi, disambung celetukan teman sekantor saya: lho, > berarti Khatami di-delete? Suami nambahin: bukan, > di-uninstall!). > > Upacara tanfiz adalah pembacaan surat pengesahan atas > hasil pemilu kepresidenan dari Pemimpin Tertinggi > Revolusi Iran (Rahbar, saat ini dijabat oleh Ayatullah > Khamenei). Surat itu dibacakan oleh Khatami. > Artinya, jika hasil pilihan rakyat ternyata tidak > sesuai dengan kemaslahatan negara, bisa saja Rahbar > tidak memberikan pengesahan, dan dilakukan pemilu > ulang. Hak 'veto' ini dimaksudkan untuk mencegah > seseorang yang tidak layak untuk naik jadi presiden > (dalam demokrasi liberal, bisa saja kan ada orang yang > tidak layak, misalnya preman atau mafia ekonomi, tapi > dengan kekuatan uang dan pengaruhnya, dia > berhasil memenangkan pemilu contohnya aja di > Indonesia, ada preman yang bisa jadi anggota MPR). > > Nah, yang unik di sini...siapa yang duduk di samping > Khatami dan Ahmadinejad? Rafsanjani! So, dua orang > yang bersaing dalam pemilu putaran kedua itu, > sama-sama duduk di acara itu (jadi inget Megawati, > yang nonton acara pelantikan SBY lewat televisi pun > ogah). Oya, dulu, sepekan setelah pemilu, Rafsanjani > yang kalah pemilu, tetap melaksanakan tugas sebagai > khatib Jumat dan menyerukan rakyat untuk bersatu > mendukung presiden baru. > > Yang lebih unik lagi setelah acara itu, Khatami > menggandeng tangan (bener2 digandeng loh!) > Ahmadinejad, menuju kantor kepresidenan. Jadi, > si mantan presiden menghantarkan presiden baru > langsung ke meja kerjanya! > > Saat menonton adegan tersebut di TV, suami berkomentar > nakal, "Mah liat tuh sepatunya!" Apa pasal? Beberapa > waktu lalu, sekitar 2-3 > hari setelah menang pemilu, Ahmadinejad disorot > televisi sedang melakukan kunjungan ke suatu tempat. > Nah, si kameramen nakal, sengaja meng-close up sepatu > si bapak, yang ternyata warnanya coklat dan > lusuh. Saya waktu itu tidak melihat, hanya diceritakan > suami. Jadi, sekarang saya pelototin bener-bener tuh, > layar televisi. Sekilas > memang terlihat, sepatunya Khatami hitam mengkilat dan > sepatunya Ahmadinejad still that old brown shoes! > > Kembali ke adegan Khatami mengantar Ahmadinejad ke > ruang kerja kepresidenan. Mereka bercakap-cakap > sebentar sambil senyum-senyum, setelah itu, gantian > Ahmadinejad mengantarkan Khatami ke mobilnya, > saling berpelukan, dan dadah-dadahan. Padahal, > beberapa bulan sebelumnya, kedua pihak sempat terlibat > polemik panas. Gara-garanya, Khatami terjebak macet > ketika menuju Universitas Teheran untuk > menerima gelar DRHC dan mengkritik walikota Tehran > (yang saat itu dipegang Ahmadinejad). Ahmadinejad > membalas, "Wah, kok baru sekarang Presiden sadar bahwa > masalah utama di Tehran adalah kemacetan? Memang > orang-orang yang tinggal di Saadat Abad (kawasan elit > Tehran) tidak akan paham kesulitan rakyat!" Polemik > terus berlanjut, sampai akhirnya, kalau tidak salah, > Khatami meralat kritikannya tersebut. > > Kini, di manakah Presiden baru Iran tinggal? Tetap di > rumahnya yang jelek (dinding luarnya masih bata, belum > ditembok) di kawasan Tehran timur (kawasan Tehran > utara, tempat tinggal Khatami adalah kawasan > elit dan mahal, Tehran barat, tempat kami tinggal, > rada lumayanlah, Tehran timur, lebih murah lagi, dan > Tehran selatan, paling murah). > Petugas keamanan akhirnya terpaksa membuat posko > keamanan di ujung jalan, mendata semua tetangga > termasuk sanak famili mereka, sehingga > orang-orang yang keluar masuk jalan kecil itu bisa > dimonitor. > > Terakhir, mau tahu apa isi press release pertama DR. > Ahmadinejad? > Semua pihak dihimbau untuk tidak memasang iklan ucapan > selamat di koran-koran dan semua kantor dilarang > memasang foto presiden! > > > Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > > > > ____________________________________________________ > Start your day with Yahoo! - make it your home page > http://www.yahoo.com/r/hs > > > > Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. > Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
