Toleransi tidak selamanya harus di wujudkan dengan ucapan selamat. Umat Islam, khususnya di Indonesia ini adalah ummat yang toleran, buktinya, semuanya perayaan Agama yang minoritas. (Nasrani, Budha, Hindu)di tetapkan sebagai hari libur.Lain cerita Kalo ummant Muslim yang minoritas, contohnya di Eropa, apakah di sana Hari Raya Idul Fitri & Adha ditetapkan sebagai hari libur?. Bahkan di Perancis, yang jumlah pemeluk Islamnnya terbanyak kedua setelah Nasrani, pake jilbab aja ngga boleh .
Wassalam Hasan -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Aisah Pane Sent: Monday, September 04, 2006 1:00 PM To: Roosdiana; [email protected] Subject: Balasan: FW: Balasan: RE: [media-dakwah] mengucapkan selamat natal Ass. Wr. wb, Kalau begini caranya agama kita adalah yg paling tidak toleran, apa betul Allah menghendaki kita ter-pecah2... ? Mari kita lihat saudara kita yg berpendapat mengenai kaum Nasrani dan gerejanya di Indonesia. Mungkin lebih sejuk, indah dan damai. Moeslim Abdurrahman: Islam Diajar untuk Membela Rumah Ibadah Orang Lain JAKARTA - Kontroversi SKB Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.1/1969 berikut rencana revisi mengundang kontroversi baru. Menurut Moeslim Abdurrahman, salah seorang pimpinan organisasi Islam Muhammadiyah, dalam kaitan SKB dan penutupan gereja belakangan ini, negara justru telah melanggar tatanan kerukunan umat. Baginya, SKB Dua Menteri itu harus dicabut, bukan malah direvisi. Berikut petikan wawancara wartawan SH, Web Warouw dengan Moeslim Abdurrahman: Komentar Anda dengan revisi SKB itu? SKB itu seharusnya dicabut bukannya direvisi. Kita tidak membutuhkan SKB karena sudah ada hukum yang lebih umum yang mengatur. Kekerasan dan penutupan rumah ibadah secara paksa bisa dimasukkan dalam pelanggaran KUHP. Penyalahgunaan izin gedung dan tempat tinggal juga sudah ada hukum yang mengatur. SKB atau yang kini akan diubah menjadi Peraturan Bersama Dua Menteri itu justru membuat kacau sistim hukum dan tatanan masyarakat. Orang mendirikan rumah ibadah karena butuh beribadah pada Tuhan, koq malahan dipersulit dan tidak diberikan izin. Sebagian masyarakat mengeluhkan umat Kristen yang minoritas di tempat tinggalnya tapi mau mendirikan gereja? Ibadah itu ‘kan kebutuhan masing-masing orang walaupun dia minoritas. Apakah karena minoritas maka dia harus beribadah diam-diam dan tidak boleh berkumpul atau mendirikan gereja. Tidak ada alasan melarangnya mendirikan rumah ibadah karena minoritas. Sama saja jika hanya ada tiga kelurga Muslim di daerah Kristen di Kupang atau Minahasa dan ingin mendirikan masjid untuk beribadah, apakah kita senang kalau dipersulit. Seharusnya kita yang mayoritas membantu membangun dan melindungi rumah ibadah. Bukan saling menghalangi. Rasulluloh saja satu waktu di zamannya pernah diberikan tempat untuk salat di sebuah gereja. Semua orang Islam tahu hal ini, jangan ditutup-tutupilah!. Mengapa kebencian yang muncul? Prinsipnya, orang yang bertuhan, terutama Islam hukumnya wajib untuk memberi tempat ibadah orang dari agama lain. Bahkan Islam mengajarkan kita untuk membela rumah ibadah orang lain jika mengalami kekerasan. Orang Islam yang mati karena membela rumah ibadah orang lain Itu mati sahid. Saat ini kita ini seperti rebutan penumpang bis. Seharusnya kita saling membuktikan ajaran agama yang memuliakan Tuhan dan manusia ciptaannya yang menyembah Tuhan. Semua agama seharusnya mendewasakan umatnya, bukan membangun identitasnya sendiri. Salah satu latar belakang orang membutuhkan SKB adalah ketakutan pada Kristenisasi? Upaya Kristenisasi dan Islamisasi memang terjadi di mana-mana, bukan hanya di Indonesia. Kita harus jujur akan hal ini. Sepanjang bukan dengan pemaksaan ini tidak mengapa. Kristen dan Islam sama sama berwatak misi atau dakwah, jangan dipungkiri. Kalau orang pindah agama karena pilihannya sendiri kenapa kita kuatir. Justru kita harus introspeksi kenapa orang keluar dari agama kita. Sebaliknya dakwah atau misi dengan cara kasar dan menjebak sudah bukan zamannya lagi. Di negara demokratis semua orang boleh mengemukakan pikiran dan keyakinannya secara terbuka. Kalau semua orang mematuhi hukum maka tidak akan ada paksaan dan penipuan. Tampaknya pemerintah kurang paham dalam soal ini? Memang! Seharusnya negara jangan digunakan untuk memaksa orang untuk menjalankan agama. Masakan lewat negera diwajibkan perempuan berjilbab. Orang berjilbab seharusnya karena kecintaannya pada ajaran agama dan Tuhannya. Kalau agama masing-masing menyentuh hati orang maka ajaran setiap agama akan dituruti. Sehingga orang takut pada Tuhan bukan pada negara. Saat ini negara justru dipakai untuk mengatur kerukunan antar umat. Kerukunan adalah sikap tidak bisa diatur oleh undang-undang. Itu adalah tanggung jawab agama. Kalau merugikan orang lain itu jelas melanggar aturan negara. Kalau orang pindah agama, itu sudah urusan Tuhan, bukan urusan manusia. Negara seharusnya bukan mengatur umat beragama tapi memfasilitasi semua agama dan keyakinan agar semua orang beragama dapat beribadah dengan khusuk dan aman. --------------------------------- Apakah Anda Yahoo!? Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed] Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links -------------------------------------------------------- This message (including any attachments) is only for the use of the person(s) for whom it is intended. It may contain Mattel confidential, proprietary and/or trade secret information. If you are not the intended recipient, you should not copy, distribute or use this information for any purpose, and you should delete this message and inform the sender immediately. Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah. Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
