Dorongan Untuk Mengikuti Sunnah dan Peringatan Keras Dari Bidah Serta
Penjelasan Mengenai Bahayanya
Penulis: Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ummu Hafidz (Santri Mahad Ilmi Putri Lembaga Bimbingan Islam
Al-Atsary)
Murojaah: Ustadz Abu Salman (Pengajar Mahad Ilmi)
Muqoddimah
Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan dan
ampunan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari keburukan diri kami dan kejelekan
amalan kami. Barang siapa yang Allah berikan petunjuk, maka tiada yang dapat
menyesatkanya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka tiada yang dapat
memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah yang berhak
disembah selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi
bahwasannya Muhammad shollallahualaihiwasallam- adalah hamba dan rasul-Nya.
Allah mengutus beliau dengan petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya
terhadap semua agama dengan cara menyampaikan risalah dan menunaikan amanah
serta menasehati umat. Dan bersungguh-sungguh berjihad di jalan-Nya. Ya Allah,
shalawat, salam dan barokah semoga Engkau curahkan atas Nabi, keluarganya,
sahabatnya dan siapa saja yang berpedoman dengan petunjuknya dan mengikuti
jalannya hingga datangnya hari kiamat.
Amma badu.
Sesungguhnya nikmat Allah azza wa jalla atas hambanya sangat banyak dan
tidak terhitung. Dan kenikmatan tertinggi yang Allah berikan kepada manusia dan
jin pada akhir zaman ini adalah dengan mengutus Rasul-Nya yang mulia Muhammad
shollallahualaihiwasallam kepada mereka.
Nabi shollallahualaihiwasallam telah menyampaikan setiap risalah (ajaran)
yang datang dari Allah kepada mereka dengan lengkap dan sempurna. Imam Muhammad
Ibn Muslim Ibn Syihab Azzuhri rohimahullah - berkata, Risalah tersebut
adalah dari Allah Azza wa jalla dan kewajiban Rasulullah
shollallahualaihiwasallam adalah menyampaikannya. Sedang kewajiban kita adalah
berserah diri sepenuhnya. Imam Bukhori telah menjelaskannya pada pembahasan
firman Allah Subhanahu wa Taala QS. Al-Maaidah 5:67 yang tercantum dalam bab
Tauhid dalam kitab Shohihnya (Fathul Bari 13/503), Allah Subhanahu wa Taala
berfirman. Yang artinya:
íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáÑøóÓõæáõ ÈóáøöÛú ãóÇ ÃõäÒöáó Åöáóíúßó ãöä ÑøóÈøößó æóÅöä áøóãú
ÊóÝúÚóáú ÝóãóÇ ÈóáøóÛúÊó ÑöÓóÇáóÊóåõ
Wahai Rasul, sampaikan apa-apa yang diturunkan oleh Rabbmu kepadamu dan jika
kamu tidak melakukan itu, maka kamu tidak menyampaikan risalah-Nya.
(QS.Al-Maaidah 5:67)
Allah telah mewahyukan risalah-Nya yang agung kepada para rasul-Nya,
sebagaimana terdapat dalam firman-Nya,
æóáóÞóÏú ÈóÚóËúäóÇ Ýöí ßõáøö ÃõãøóÉò ÑøóÓõæáÇð Ãóäö ÇÚúÈõÏõæÇú Çááøåó
æóÇÌúÊóäöÈõæÇú ÇáØøóÇÛõæÊó
Sungguh telah Kami utus pada setiap umat seorang Rasul untuk memerintahkan
beribadah kepada Allah semata dan menjauhi taghuts. (QS. An-Nahl 16: 36)
Dan firman-Nya,
áóÞóÏú ãóäøó Çááøåõ Úóáóì ÇáúãõÄãöäöíäó ÅöÐú ÈóÚóËó Ýöíåöãú ÑóÓõæáÇð ãøöäú
ÃóäÝõÓöåöãú íóÊúáõæ Úóáóíúåöãú ÂíóÇÊöåö æóíõÒóßøöíåöãú æóíõÚóáøöãõåõãõ
ÇáúßöÊóÇÈó æóÇáúÍößúãóÉó æóÅöä ßóÇäõæÇú ãöä ÞóÈúáõ áóÝöí ÖóáÇáò ãøõÈöíäò
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika
(Allah) mengutus seorang Rasul pada mereka dari kalangan mereka sendiri yang
membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya dan mensucikan mereka dan mengajarkan
mereka Kitab dan Hikmah. Dan sungguh orang-orang sebelum mereka berada pada
kesesatan yang nyata. (QS.Al-Imron 3: 164)
Sedangkan yang menjadi kewajiban bagi Rasulullah shollallahualaihiwasallam
adalah menyampaikan risalah. Dan penyampaian risalah ini telah dilaksanakan
secara lengkap dan sempurna dari segala sisinya. Sebagaimana firman Allah Azza
wa jalla,
Ýóåóáú Úóáóì ÇáÑøõÓõáö ÅöáÇøó ÇáúÈóáÇÛõ ÇáúãõÈöíäõ
Bukankah kewajiban para Rasul itu hanyalah menyampaikan (amanah Allah)
dengan jelas. (QS. An-Nahl 16: 35)
dan firman-Nya,
æóãóÇ Úóáóì ÇáÑøóÓõæáö ÅöáÇ ÇáúÈóáÇÛõ ÇáúãõÈöíäõ
Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan jelas. (QS.
An-Nuur 24:54)
Adapun yang menjadi kewajiban atas seorang hamba adalah berserah diri dan
tunduk patuh kepada-Nya. Akan tetapi dalam hal ini, manusia terbagi menjadi
dua, yaitu manusia yang diberi taufiq oleh Allah sehingga mengikuti jalan yang
benar, dan yang kedua, sebaliknya yaitu manusia yang tidak mendapat taufik
sehingga mengikuti jalan-jalan yang lain. Sebagaimana firman Allah Azza wa
jalla,
æóÃóäøó åóÜÐóÇ ÕöÑóÇØöí ãõÓúÊóÞöíãÇð ÝóÇÊøóÈöÚõæåõ æóáÇó ÊóÊøóÈöÚõæÇú
ÇáÓøõÈõáó ÝóÊóÝóÑøóÞó Èößõãú Úóä ÓóÈöíáöåö Ðóáößõãú æóÕøóÇßõã Èöåö áóÚóáøóßõãú
ÊóÊøóÞõæäó
Dan sungguh ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah! Jangan ikuti
jalan-jalan lain yang akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikanlah
Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Anam 6: 153)
Syariat Islam Mempunyai Sifat Kekal, Umum dan Sempurna
Dan syariat yang Alah turunkan kepada Rasul-Nya yang mulia Muhammad
shollallahualaihiwasallam untuk disampaikan kepada umatnya mempunyai tiga
sifat, yaitu kekal, umum dan sempurna.
Kekekalan Syariat
Dan syariat ini kekal hingga hari kiamat. Allah Azza wa jalla berfirman,
ãÇ ßóÇäó ãõÍóãøóÏñ ÃóÈóÇ ÃóÍóÏò ãøöä ÑøöÌóÇáößõãú æóáóßöä ÑøóÓõæáó Çááøóåö
æóÎóÇÊóãó ÇáäøóÈöíøöíäó
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah
utusan Allah dan penutup para nabi. (QS. Al-Ahzab 33:40)
Bukhori (71) dan Muslim (1037) dalam kitab Shohih mereka rohimahumallah-
telah meriwayatkan dari Muawiyah rodiallahuanhu, ia berkata, Aku mendengar
Nabi shollallahualaihiwasallam bersabda,
ãä íõÑÏ Çááå Èå ÎíÑÇð íÝÞåå Ýí ÇáÏøöíä¡ æÅäøóãÇ ÃäÇ ÞÇÓãñ æÇááå íõÚØí¡ æáä
ÊÒÇá åÐå ÇáÃãøóÉõ ÞÇÆãÉð Úáì ÃãÑ Çááå¡ áÇ íÖÑøõåã ãä ÎÇáÝåã ÍÊì íÃÊí ÃãÑ Çááå
Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka Allah pahamkan ia
dalam masalah agama dan sesungguhnya aku hanya menyampaikan dan Allah yang
memberi. Dan senantiasa umat ini teguh di atas perintah Allah, tidak
membahayakannya siapa pun yang menyelisihinya hingga datang angin yang
sepoi-sepoi (hari kiamat).
Keumuman Syariat
Dan syariat islam bersifat umum bagi jin dan manusia yang mereka ini adalah
umat Nabi shollallahualaihiwasallam yaitu umat yang menjadi objek dakwah.
Sesungguhnya seluruh manusia dan jin sejak Nabi shollallahualaihiwasallam
diutus hingga datangnya hari kiamat adalah umat yang tersentuh dakwah untuk
masuk ke dalam agama yang lurus ini, yang karenanya Allah mengutus seorang
Rasul yang mulia shollallahualaihiwasallam. Sebagaimana dalam firman-Nya Azza
wa jalla,
æóÇááøåõ íóÏúÚõæ Åöáóì ÏóÇÑö ÇáÓøóáÇóãö æóíóåúÏöí ãóä íóÔóÇÁõ Åöáóì ÕöÑóÇØò
ãøõÓúÊóÞöíãò
Dan Allah menyeru manusia ke Darus Salam (surga) dan memberikan petunjuk
kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam). (QS. Yunus 10: 25)
Pada ayat yang mulia ini diisyaratkan adanya umat dawah dan umat ijabah.
Umat dawah adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya,
Dan Allah menyeru (manusia) ke Darus Salam
yaitu menyeru setiap dari mereka. Dalam ayat ini, objek kalimat yaitu
manusia tidak disebutkan untuk memberikan makna umum (global).
Adapun umat ijabah adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam
firman-Nya, Dan (Allah) memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke
jalan yang lurus (Islam).
Dan mereka yang diberi petunjuk oleh Allah kepada jalan yang lurus adalah
mereka yang menerima dawah Rasulullah shollallahualaihiwasallam dan masuk ke
dalam agama yang lurus, dengan demikian maka jadilah mereka sebagai seorang
muslim. Dan sampainya hidayah pada umat ijabah sesungguhnya dikarenakan oleh
keutamaan yang diberikan Allah dan taufik dari-Nya. Dan hidayah pada jalan yang
lurus ini adalah taufik dari Allah pada mereka yang diberi petunjuk. Dan tidak
ada yang memiliki hidayah ini (hidayah taufiq) kecuali Allah Azza wa jalla,
seperti dalam firman-Nya,
Åöäøóßó áÇ ÊóåúÏöí ãóäú ÃóÍúÈóÈúÊó æóáóßöäøó Çááøóåó íóåúÏöí ãóä íóÔóÇÁõ
Sungguh engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang
engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki.
(QS. Al-Qoshos 28: 56)
Adapun hidayah yang bersifat penjelasan dan bimbingan (hidayatud dilalah wal
irsyad) maka sungguh Allah telah menetapkan hal tersebut pada Nabi-Nya
shollallahualaihiwasallam sebagaimana firman-Nya,
æóÅöäøóßó áóÊóåúÏöí Åöáóì ÕöÑóÇØò ãøõÓúÊóÞöíãò
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
(QS. Asy-Syuura 42:52)
Maksudnya adalah memberikan petunjuk dan penjelasan kepada manusia. Dan
diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah meliputi manusia
adalah firman Allah Azza wa jalla,
Þõáú íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ Åöäøöí ÑóÓõæáõ Çááøåö Åöáóíúßõãú ÌóãöíÚÇð
Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah
bagi kamu semua. (QS. Al-Araaf 7: 158)
Dan sabdanya shollallahualaihiwasallam,
æÇáÐí äÝÓí ÈíÏå! áÇ íÓãÚ Èí ÃÍÏ ãä åÐå ÇáÃãøóÉ íåæÏí æáÇ äÕÑÇäí¡ Ëã íãæÊ æáã
íÄãä ÈÇáÐí ÃõÑÓöáÊõ Èå ÅáÇøó ßÇä ãä ÃÕÍÇÈ ÇáäÇÑ
Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah ada seorang pun dari umat
ini yang mendengar berita tentangku, baik umat Yahudi ataupun Nasrani kemudian
mereka meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada syariat yang aku bawa
kecuali mereka termasuk penghuni neraka. (HR. Muslim no. 153)
Hadits ini sesuai dengan apa yang ada dalam kitabullah, sebagaimana yang
dipahami oleh Said Ibn Jubair rohimahullah dalam firman Allah Azza wa
jalla,
æóãóä íóßúÝõÑú Èöåö ãöäó ÇáÃóÍúÒóÇÈö ÝóÇáäøóÇÑõ ãóæúÚöÏõåõ
Barang siapa yang mengingkarinya (Al-Quran) di antara kelompok-kelompok
(Quraisy) maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya. (QS. Hud 11:17)
Ibnu Katsir juga telah menjelaskan tafsir QS. Hud ayat 17 di atas dalam kitab
Tafsirnya.
Dan dari dalil-dalil yang menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah
shollallahualaihiwasallam juga meliputi para jin adalah firman Allah Azza wa
jalla,
æóÅöÐú ÕóÑóÝúäóÇ Åöáóíúßó äóÝóÑÇð ãøöäó ÇáúÌöäøö íóÓúÊóãöÚõæäó ÇáúÞõÑúÂäó
ÝóáóãøóÇ ÍóÖóÑõæåõ ÞóÇáõæÇ ÃóäÕöÊõæÇ ÝóáóãøóÇ ÞõÖöíó æóáøóæúÇ Åöáóì Þóæúãöåöã
ãøõäÐöÑöíäó * ÞóÇáõæÇ íóÇ ÞóæúãóäóÇ ÅöäøóÇ ÓóãöÚúäóÇ ßöÊóÇÈÇð ÃõäÒöáó ãöä
ÈóÚúÏö ãõæÓóì ãõÕóÏøöÞÇð áøöãóÇ Èóíúäó íóÏóíúåö íóåúÏöí Åöáóì ÇáúÍóÞøö æóÅöáóì
ØóÑöíÞò ãøõÓúÊóÞöíãò * íóÇ ÞóæúãóäóÇ ÃóÌöíÈõæÇ ÏóÇÚöíó Çááøóåö æóÂãöäõæÇ Èöåö
íóÛúÝöÑú áóßõã ãøöä ÐõäõæÈößõãú æóíõÌöÑúßõã ãøöäú ÚóÐóÇÈò Ãóáöíãò * æóãóä áÇ
íõÌöÈú ÏóÇÚöíó Çááøóåö ÝóáóíúÓó ÈöãõÚúÌöÒò Ýöí ÇáÃóÑúÖö æóáóíúÓó áóåõ ãöä
Ïõæäöåö ÃóæáöíóÇÁ ÃõæúáóÆößó Ýöí ÖóáÇáò ãøõÈöíäò
Dan ingatlah ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang
mendengarkan (bacaan) Al-Quran, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya
mereka berkata, Diamlah kamu! (untuk mendengarkannya) Maka ketika telah
selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan (29) Mereka
berkata, Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Al-Kitab
(Al-Quran) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang
sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. (30) Wahai
kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan
berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu, dan melepaskan
kamu dari azab yang pedih. (31) Dan barang siapa tidak menerima (seruan) orang
yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari
siksaan Allah di bumi, padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka
berada dalam kesesatan yang nyata. (32) (QS. Al-Ahqof 46: 29
32)
Dan Allah Azza wa jalla berfirman dalam surat Ar-Rohman 55: 16,
ÝóÈöÃóíøö ÂáÇÁ ÑóÈøößõãóÇ ÊõßóÐøöÈóÇäö
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Firman Allah di atas ditujukan kepada manusia dan jin. Ayat ini juga
disebutkan dalam surat tersebut sebanyak 31 kali.
Pada Sunan Tirmidzi (3291) dari Jabir rodiallahuanhu ia berkata,
ÎÑÌ ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã Úáì ÃÕÍÇÈå ÝÞÑà Úáíåã ÓæÑÉ ÇáÑÍãä ãä
ÃæøóáöåÇ Åáì ÂÎÑåÇ ÝÓßÊæÇ¡ ÝÞÇá: áÞÏ ÞÑÃÊåÇ Úáì ÇáÌäøö áíáÉ ÇáÌäøö ÝßÇäæÇ ÃÍÓäó
ãÑÏæÏÇð ãäß㺠ßäÊõ ßáøóãÇ ÃÊíÊõ Úáì Þæáå: ((ÝóÈöÃóíøö ÂáÇÁ ÑóÈøößõãóÇ
ÊõßóÐøöÈóÇäö))¡ ÞÇáæÇ: áÇ ÈÔíÁ ãä äÚãß ÑÈøóäÇ äßÐøöÈ¡ Ýáß ÇáÍãÏ
Rasulullah shollallahualaihiwasallam menemui sahabatnya dan membacakan
kepada mereka surat Ar-Rohman dari awal sampai akhir dan mereka terdiam.
Kemudian Beliau berkata,
Sungguh aku telah membacakan kepada jin di suatu malam. Maka respon mereka
lebih baik dari kalian. Setiap kali aku membaca ayat, Maka nikmat Tuhanmu yang
manakah yang kamu dustakan? mereka berkata, Tidaklah ada satupun dari
nikmat-Mu wahai Robb yang kami dustakan, Maka segala puji bagi-Mu. (Hadits ini
mempunyai penguat dari Ibn Umar yang diriwayatkan oleh Ibn Jabir. Silahkan
lihat takhrijnya pada Silsilah Shohihah Al-Bani no. 2150). Dan diantara
surat-surat yang terdapat dalam Al-Quran adalah surat Jin, dimana dalam surat
tersebut, Allah menceritakan beberapa perkataan mereka.
Kesempurnaan Syariat
Adapan sifat yang ketiga dari syariat ini adalah sifat sempurna.
Allah Azza wa jalla berfirman dalam Kitab-Nya yang agung,
Çáúíóæúãó ÃóßúãóáúÊõ áóßõãú Ïöíäóßõãú æóÃóÊúãóãúÊõ Úóáóíúßõãú äöÚúãóÊöí
æóÑóÖöíÊõ áóßõãõ ÇáÅöÓúáÇóãó ÏöíäÇð
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku
sempurnakan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu (QS.
Al-Maidah 5:3)
Rasulullah shollallahualaihiwasallam bersabda,
ÊÑßÊßã Úáì ãËá ÇáÈíÖÇÁ¡ áíáåÇ ßäåÇÑåÇ¡ áÇ íÒíÛ ÚäåÇ ÅáÇøó åÇáß
Kutinggalkan kalian dalan keadaan yang terang benderang, malamnya seperti
siangnya. Tidaklah menyimpang darinya kecuali ia akan binasa.
Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ibn Abu Ashim dalam Sunnah (48) dari
Irbadh Ibn Sariyah rodiallahuanhu dan juga diriwayatkan pula hadist (47) dari
Abu Darda rodiallahuanhu. Dan dalam Shahih Muslim (262) dari Salman
rodiallahuanhu, ia berkata, Diceritakan kepada Salman, Sungguh nabi kalian
telah mengajarkan kepada kalian segala hal, hingga masalah buang hajat. Maka
Salman berkata, Benar! Sungguh kami dilarang menghadap kiblat ketika buang air
besar dan kencing, serta beristinja (membersihkan kotoran) dengan tangan kanan,
dengan batu kurang dari tiga, dengan kotoran binatang atau tulang. Hadits ini
menunjukkan kesempurnaan syariat Islam dan di dalamnya tercakup segala hal
yang dibutuhkan oleh umat ini, bahkan adab buang hajat sekalipun.
Dan dalam Shahih Muslim (1844) dari Abdullah Ibn Amr Ibn Ash
rodiallahuanhu, Sungguh Rasulullah shollallahualaihiwasallam bersabda,
Sesungguhnya tidak seorang nabi pun sebelumku kecuali wajib atasnya untuk
menunjukkan kepada umatnya tentang kebaikan yang diketahuinya dan
memperingatkan mereka dari keburukan yang diketahuinya.
Imam Bukhori meriwayatkan dalam Shahihnya (5598) dari Abu Juwairiah, ia
berkata, Aku bertanya pada Ibn Abbas tentang Al-Badziq. Maka ia berkata,
Muhammad shollallahualaihiwasallam telah menjelaskan tentang badziq (salah
satu minuman yang memabukkan pent), maka setiap yang memabukkan adalah haram.
Abu Juwairiah bertanya, Apakah itu minuman yang halal dan baik. Ibn Abbas
menjawab, Tidak ada setelah halal yang baik kecuali haram yang buruk.
Badziq adalah satu jenis minuman yang memabukkan, maknanya bahwa badziq tidak
ada di zaman Nabi shollallahualaihiwasallam akan tetapi syariat yang dibawa
Rasul shollallahualaihiwasallam telah mencakup hal tersebut ataupun yang
selainnya. Itu adalah keumuman dari sabdanya shollallahualaihiwasallam,
Setiap yang memabukkan maka dia haram. Maka keumuman hadits ini menunjukkan
atas tiap-tiap yang memabukkan, baik itu pada zaman Rasulullah
shollallahualaihiwasallam atau muncul setelah zaman Rasulullah
shollallahualaihiwasallam, baik dia itu cair atau padat, maka dia haram. Dan
apa-apa yang tidak mempunyai sifat seperti itu maka dia halal.
Termasuk juga dalam masalah ini perkara menghisap rokok yang muncul pada
zaman sekarang ini. Pembahasannya sama dengan masalah badziq di atas. Syariat
dengan keumumannya menunjukkan atas keharamannya. Hal ini terdapat dalam firman
Allah Azza wa jalla kepada nabi Muhammad shollallahualaihiwasallam,
æóíõÍöáøõ áóåõãõ ÇáØøóíøöÈóÇÊö æóíõÍóÑøöãõ Úóáóíúåöãõ ÇáúÎóÈóÂÆöËó
Dan dia menghalalkan bagi mereka kebaikan dan mengharamkan bagi mereka
keburukan. (Al Araaf 7: 157)
Merokok tidaklah termasuk suatu hal yang baik, akan tetapi sebaliknya ia
adalah suatu hal yang buruk. Oleh karena itu, merokok merupakan sesuatu yang
diharamkan. Terlebih lagi rokok dapat menyebabkan penyakit yang menghantarkan
kepada kematian, dan di dalamnya juga ada unsur penghamburan harta serta
menganggu orang lain dengan asapnya yang berbau busuk. Semuanya itu merupakan
indikasi atas keharamannya.
Dan Abu Dzar rodiallahuanhu berkata, Rasulullah shollallahualaihiwasallam
meninggalkan kami dalam keadaan tidaklah ada satu burung pun yang terbang
dengan kedua sayapnya melainkan kami mempunyai ilmu yang datang dari Rosul.
Dikeluarkan oleh Abu Hatim Ibn Hibban dalam Shohihnya (65) dan beliau berkata
makna perkataan kami mempunyai ilmu yang datang darinya adalah berkaitan
dengan perintahnya, larangannya, berita-beritanya, perbuatan-perbuatannya dan
persetujuannya (taqrir). Syaikh Al Bani menshahihkannya dalam Shohih Mawarid
Dzomani dalam zawaid Ibn Hibban oleh Al-Haitsam (1/119).
Diantara ilmu yang kami ketahui dari Rasulullah tentang burung, diantaranya
adalah yang telah diriwayatkan Muslim dalam Shohihnya (1934) dari Ibnu Abbas
rodiallahuanhu ia berkata, Rasululah shollallahualaihiwasallam melarang kami
untuk (memakan) setiap binatang buas yang memiliki taring dan setiap burung
yang memiliki kuku pencengkeram (cakar) untuk membunuh mangsanya.
Hadits ini menunjukkan atas pengharaman memakan setiap burung yang memiliki
cakar yang digunakan untuk memangsa dan hadits ini adalah termasuk dalam
Jawamiul Kalim Rasulullah shollallahualaihiwasallam, hal ini berkaitan dengan
hukum-hukum. Adapun yang termasuk dalam berita-berita (akhbar) dari Rasulullah
shollallahualaihiwasallam adalah sabdanya shollallahualaihiwasallam,
áæ Ãäøóßã Êæßøóáæä Úáì Çááå ÍÞøó Êæßáå áÑÒÞßã ßãÇ íÑÒÞ ÇáØíÑ¡ ÊÛÏæ ÎãÇÕÇð¡
æÊÑæÍ ÈØÇäÇð
Sekiranya kalian bertawwakal kepada Allah secara benar maka Dia akan memberi
rezeki kepada kalian sebagaimana Allah memberi rezeki pada burung. Mereka
berangkat pada waktu pagi dalam keadaan sangat lapar dan pulang dalam keadaan
sangat kenyang. (Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibn Majah, Ibn Hibban,
dan Hakim. Tirmidzi berkata, hadist ini hasan shohih. Dan ini termasuk salah
satu hadits yang dimasukkan oleh Ibn Rajab Al Hambali ke dalam Al-Arbain
An-Nawawiyah (Jamiul ulum wal hikam -pent)).
Imam Ibn Qoyyim dlm kitabnya Ilam Al-Muwaqiin (4/375 376) ketika
menjelaskan kesempurnaan syariat, ia berkata, Hal ini merupakan asas yang
sangat penting dan bermanfaat yang disandarkan pada satu landasan, yaitu
keumuman risalah Nabi shollallahualaihiwasallam, yang berkaitan dengan
kebutuhan setiap hamba dalam hal pengetahuan, keilmuan dan amalan mereka.
Sesungguhnya Nabi shollallahualaihiwasallam menjadikan umatnya tidak
membutuhkan seorang pun selain beliau shollallahualaihiwasallam. Kebutuhan
mereka adalah kepada seseorang yang menyampaikan risalah yang dibawa oleh Nabi
shollallahualaihiwasallam. Dan risalah Nabi shollallahualaihiwasallam
memiliki dua keumuman yang tidak bisa disempitkan maknanya, yaitu :
Keumuman berkaitan dengan utusan yang diutus kepada mereka.
Keumuman berkaitan dengan setiap yang dibutuhkan oleh setiap orang yang
didakwahi dalam masalah pokok agama dan cabangnya.
Maka risalah nabi shollallahualaihiwasallam sangat sempurna, mencukupi, umum
dan tidak membutuhkan yang selainnya, dan tidak akan sempurna keimanan
seseorang kepadanya kecuali dengan menetapkan keumuman risalahnya dalam
berbagai hal. Maka tidak ada seorang mukallaf pun yang terbebas dari risalahnya
dan tidak ada satu macam kebenaran pun yang dibutuhkan oleh umatnya kecuali
telah tercakup di dalamnya, baik itu mengenai ilmu ataupun perbuatan.
Sesungguhnya Rasulullah shollallahualaihiwasallam telah wafat dan tidaklah
seekor burung yang terbang di langit, kecuali telah Beliau jelaskan hal
tersebut pada umatnya, serta mengajarkan kepada mereka segala sesuatu, seperti
adab buang hajat, adab jima, tidur, berdiri dan duduk, makan dan minum, naik
dan turun kendaraan, safar dan mukim, diam atau berbicara, menyendiri dan
bergaul, kaya dan miskin, sehat dan sakit. Dan menjelaskan perihal kehidupan
dan kematian. Dan menjelaskan kepada mereka sifat-sifat Al-Arsy dan Al-Kursiy,
malaikat dan jin, neraka dan surga, hari kiamat dan apa yang terjadi di
dalamnya, sehingga setiap mereka seakan-akan melihat dengan kedua matanya.
Beliau juga memperkenalkan kepada mereka sesembahan mereka dengan pengenalan
yang sempurna hingga seakan-akan mereka melihat-Nya dan menyaksikan-Nya dengan
sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan-Nya. Dan memperkenalkan kepada mereka
para nabi terdahulu dan kaumnya serta kebahagiaan dan kesengsaraan
yang mereka alami hingga seakan-akan mereka hidup di tengah-tengah umat
tersebut.
Nabi shollallahualaihiwasallam juga mengajarkan kepada mereka tentang
berbagai kebaikan dan keburukan, dari yang terkecil sampai yang terbesar, yang
belum pernah diajarkan oleh seorang nabi pun sebelumnya kepada umatnya. Dan
Nabi shollallahualaihiwasallam memberitahu tentang perihal kematian dan
kejadian yang ada setelahnya di alam barzakh beserta kenikmatan-kenikmatan dan
adzab yang akan diterima oleh ruh dan badan, yang semua ini tidak diajarkan
oleh seorang nabi pun selain Nabi shollallahualaihiwasallam. Begitu pula, nabi
shollallahualaihiwasallam telah mengajarkan kepada mereka dalil-dalil tauhid,
kenabian dan hari akhir. Dan juga mengajarkan bagaimana cara membantah
tiap-tiap kelompok dari kalangan kaum kufar dan golongan yang sesat. Dimana
bagi orang yang mengetahuinya maka tidak lagi membutuhkan kepada seorangpun
shollallahualaihiwasallam, kecuali kepada orang yang menyampaikan perkara
tersebut padanya dan menerangkan serta menjelaskan perkara yang masih samar
baginya (yaitu Nabi shollallahualaihiwasallam). Dan begitupula, Nabi
shollallahualaihiwasallam mengajarkan kepada mereka strategi dalam peperangan
dan menghadapi musuh. Dan juga memberitahukan cara untuk memperoleh pertolongan
dan kemenangan, yang jika mereka mengetahuinya, memikirkannya, dan menjaga hal
itu dengan sebenar-benarnya, maka musuh tidak akan pernah berjaya selamanya.
Begitu pula Nabi shollallahualaihiwasallam mengajarkan kepada mereka tentang
tipu daya iblis dan cara-cara yang dilakukannya, serta metode untuk
menyelamatkan diri dari tipu daya iblis dan makarnya, juga cara yang mampu
menolak keburukan iblis, yang mana manusia tidak membutuhkan cara tambahan
selain dari yang diajarkan oleh Nabi shollallahualaihiwasallam. Dan Nabi
shollallahualaihiwasallam juga mengajarkan tentang keadaan dan karakter jiwa
manusia serta gejolak dan ambisinya, yang mana manusia tidak membutuhkan cara
tambahan selain dari yang diajarkan oleh Nabi shollallahualaihiwasallam.
Begitu pula Nabi shollallahualaihiwasallam mengajarkan tentang perkara
kehidupan mereka yang jika mereka mengetahuinya dan mengamalkannya, sungguh
mereka akan bahagia di dunia ini.
Kesimpulannya adalah, Nabi shollallahualaihiwasallam datang kepada mereka
dengan segenap kebaikan dunia dan akherat. Dan Allah menjadikan umat Muhammad
shollallahualaihiwasallam tidak membutuhkan seorang pun selain kepadanya
shollallahualaihiwasallam.
Maka bagaimana mungkin seseorang bisa beranggapan bahwa syariat-Nya yang
telah sempurna perlu disempurnakan lagi dengan sesuatu yang tidak sempurna?!
Seperti masih membutuhkan politik dari luar Islam yang akan menyempurnakan
politik islam, atau membutuhkan analog, kebenaran, dan metode berpikir selain
islam. Maka barang siapa yang beranggapan demikian; seperti orang yang
berprasangka bahwasannya manusia masih membutuhkan rasul yang lain setelah
Rasul shollallahualaihiwasallam maka hal tersebut tidak lain dikarenakan
kebodohannya dan ketidakpahamannya terhadap syariat yang dibawa oleh Rosullah
shollallahualaihiwasallam. Berbeda dengan para sahabat Nabi
shollallahualaihiwasallam yang telah Allah beri taufik. Mereka mencukupkan
diri dengan syariat yang Beliau shollallahualaihiwasallam bawa dan tidak
membutuhkan kepada selainnya. Dengan itulah mereka mampu menyinari hati yang
semula dalam keadaan gelap gulita dan dengan itu pula mereka mampu menaklukkan
beberapa
negara, seraya mereka berkata, Ini adalah janji Nabi kami untuk kami, ini
pula sebagai janji kami untuk kalian.
-bersambung insya Allah-
Sumber : Muslim.or.id
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/