Tenang saja bu.
Kalau bawa anak atau orang tua, naik Air Asia malah enak, karena akan 
didahulukan.

Soal makanan, memang dia budget airline.  Kalau pesan lewat internet dan 
jauh2 hari malah bisa dapat harga yang sangat murah.  Jadi, anggap saja 
seperti naik kereta api.  Makanan bisa dibeli di atas.  Kalau bawa anak2 
tentu boleh kalau minum susu bawaan sendiri.

Masalah antri memang itu karena kebiasaan orang Indonesia yang tidak biasa 
antri.  Sistem mereka sebenarnya bagus.  Sudah ditentukan siapa dulu yang 
masuk dengan kode warna.  Tapi, ya itu, orang Indonesia pada ga sabar, n 
berebut masuk.  Tapi, kalau bawa anak atau orang tua pasti duluan.

Saya beberapa kali naik.  Ke Surabaya, ke Bali.  Sama koq harga airport 
tax-nya.  Tidak tahu kenapa bu Ros bisa diberitahu beda.  Ada permainan gak? 
Harga yang selalu saya dapat setengah harga dari Garuda.  Tapi, pelayanannya 
jauh lebih bagus dari budget airline yang lain.  Pernah pesawat akan delay, 
saya sudah ditelpon di rumah 2 jam di muka.  Setelah ternyata tidak jadi 
delay, saya ditelpon lagi, baik lewat telpon rumah maupun lewat hp.  Hebat, 
kata saya.

Mungkin pesan lewat internet paling sip.  Bahkan teman pernah dapat gratis, 
cuma bayar pajak ke Malaysia, dsb.  seperti yang dipromosikan.


----- Original Message ----- 
From: "nima_bc" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, November 15, 2006 3:53 PM
Subject: [mediacare] Re: Fwd: Jangan naik Airasia lagi!


Aduh, yang mana yang benar nih?
Saya jadi khawatir. Sebab 1 Des '06 besok, tante saya yang lugu akan
terbang Jakarta-Medan, dengan anak saya (3 tahun).
Saya juga baru tahu, ternyata airport tax-nya berbeda dengan maskapai
lain. Berapa airport tax AirAsia di Soekarno Hatta?
Mohon saya diberi informasi yang benar...
Terimakasih

Ibu yang khawatir
Nima-



--- In [email protected], Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dalam kunjungan terakhir saya ke Indonesia bulan Agustus yl.Saya sempat
> menggunakan jasa Air Asia atas saran seorang teman di Medan. Alasannya,
> Airasia jauh lebih murah dari penerbangan lainnya. Sayapun menerima
usul
> tersebut dan membeli dua tiket ke Jakarta. Memang sebelum beli tiket
itu
> saya sempat membandingkan harga dengan penerbangan lain bedanya hanya
> RP.10.000. (sepuluh ribu rupiah)/tiket. Sebelum pembayaran saya
> disodorin selembar kertas berisi aturan-aturan yang diketik. Lembaran
> kertas ini setara dengan tiket. Aturannya al. tdk boleh membawa
tumbuhan
> dengan akarnya (tanah). Berat barang hanya 15 kg/orang, kalau tdk tepat
> waktu, tiket hangus dll.
>
> Pada hari penerbangan di lapangan udara Airport taxnya lebih mahal dari
> Airport Tax penerbangan lain.Termasuk mengejutkan saya, penumpang tdk
> didaftar sesuai dengan tempat duduk. Masing-masing mencari tempat duduk
> sendiri. Saya dan ipar saya yang mendahulukan orang naik, akhirnya
harus
> duduk terpisah. Ipar saya dapat tempat duduk paling belakang sedang
saya
> dapat tempat duduk paling depan dekat pintu. Tas tangan yang sedikit
> gendut tidak bisa disimpan di Cabin, di bawah kakipun amat sempit
> ruaangannya.
>
> Setelah semua pada duduk dan pesawat tinggal landas, crew pesawat
> mengumumkan bahwa penumpang dilarang amemakan makanan bawaannya sendiri
> dalam pesawat, sebaliknya crew akan menjajakan barang jualannya, alias
> minuman dlm kemasan plastik dan makanan jajanan sederhana. Saya belum
> pernah bawa makanan maupun minuman dalam pesawat, karena biasanya
selalu
> disuguhin sebanyak-banyaknya oleh para crew pesawat. Sore itu saya
> benar-benar haus karena udara juga sangat panas. Dalam hati saya, Mak
> ngerinya kondisi negaraku ini!
>
> Saya belajar menerima keadaan dengan pertimbangan, mungkin dengan harga
> yg dihemat, memungkinkan orang yg kurang mampu tetap bisa saling
> berkunjung. Tapi miris juga ngelihatnya. Banyak orang yang ngak beli
> apa-apa, mungkin memang tidak lapar dan tdk haus atau harus bertahan
> sebab harga jualan itu bukan lagi harga bagi yang ngak punya duit.
> Bahkan tdk-lah berlebihan jika saya katakan crewnya juga kurang luwes.
>
> Pada awalnya saya ngak ngeh dengan situasi. Saya melihat sebuah
koran di
> depan kursi penumpang lain. Biasanya setiap kali saya terbang,
penumpang
> ditawarin koran atau majalah dipintu masuk. Saya pikir koran itu adalah
> koran yang demikian, cuma karena saya belakangan masuk ngak kebagian
> kali, gitu pikiran saya. Salah seorang crew yg duduk berhadapan dengan
> saya dekat sekali dengan Koran itu. Dengan sopan saya minta tolong,
> apakah dia bisa ambilkan koran itu buat saya. Dengan mata bengong
> (melotot keheranan kali ya?) dia jawab, itu kan bukan koran saya,
> katanya. Sayapun jadi malu.
>
> Mungkin si crew yang muda ini juga belum tahu kalau penumpang pesawat
> lain biasa disuguhi segala macam bacaan di pesawat sebagai service.
> Untunglah perjalanan itu hanya sejauh medan ke Jakarta.
>
> rudi kuswanto wrote:
> >
> > Dear All,
> >
> > Kata bijak, belajarlah dari pengalaman. Mudah2an
> > cerita teman kita ini menjadi pelajaran dan
> > pertimbangan untuk melangkah lebih bijak.
> >
> > Salam untuk semua,
> >
> > rudi kuswanto
> > bisnis harian
> > gedung grahapena
> > jl. kebayoran lama 12, jaksel
> > 0818176852
> >
> > Note: forwarded message attached.
> >
> > __________________________________________________________
> > Do you Yahoo!?
> > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
> > http://new.mail.yahoo.com <http://new.mail.yahoo.com>
> >
> >
> >
------------------------------------------------------------------------
> >
> > Subject:
> > Jangan naik Airasia lagi!
> > From:
> > "Nila Kuntari" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date:
> > Mon, 13 Nov 2006 17:53:49 +0700
> >
> >
> > Dear temen-temenku,
> >
> > Saya mau sharing aja pengalaman naik Airasia beberapa waktu yang lalu
> > (harapan saya sih, bisa di masukin ke surat pembaca supaya orang gak
> > sengsara naik Airasia)
> >
> > Ceritanya begini:
> >
> > Saya dan teman saya booked pesawat Airasia tanggal 2 november '06
> > pukul 07.15-08.50 dengan nomor penerbangan QZ7550 untuk tujuan
> > Jakarta-Batam setelah itu saya menyebrang ke Singapore naik ferry dan
> > connecting flight ke Bangkok dengan penerbangan Tiger Airways (dengan
> > tiket yang sudah saya booked dari jauh2 hari). Saya tiba di bandara
> > Soekarno Hatta pukul 06.00 pagi tapi karena (katanya.) ada masalah
> > teknis pada mesin dan sebagainya maka penerbangan di delayed selama 2
> > jam. kita di janjikan akan berangkat pada pukul 09.00 dari Jakarta.
> > Tapi anehnya saat hampir jam 09.00 semua penumpang tujuan
> > Jakarta-Batam di persilahkan untuk makan pagi di café Asoka! Saya
> > pikir..wah ini pasti ada yang gak beres, pasti di delayed lagi
> > pesawatnya. Ternyata betul!
> >
> > Penerbangan di delayed 2,5 jam lagi, yang artinya saya baru bisa
> > berangkat pukul 11.30 padahal saya harus tiba di Singapore paling
> > tidak pukul 13.55 waktu Singapore atau 12.55 waktu Jakarta karena
> > penerbangan saya berangkat pukul 14.55. Saya langsung bicara dengan
> > petugas Airasia yang in charge pada hari itu (Pandu) dan saya
jelaskan
> > keadaan saya, setelah itu dia langsung bicara dengan temannya melalui
> > walkie talkie. Setelah itu si Pandu ngomong lagi ke saya, dan bilang
> > bisa saja penerbangan saya diganti dengan Airasia Singapore-Bangkok
> > kalo tiket Tiger Airways saya hangus karena keterlambatan Airasia dan
> > dia akan mengusahakan ke atasannya. Saya lega dong dan minta
kepastian
> > sebelum pukul 10.00 tapi setelah lama saya tunggu akhirnya saya turun
> > bolak balik ke kantor Airasia yang ada di bawah. Dan jawabannya
sangat
> > mengecewakan "maaf, kami belum bisa membantu ibu".akhirnya saya minta
> > berbicara dengan atasannya yang katanya sedang ada di Surabaya.
Dengan
> > jawaban robot yang sudah terprogram, atasannya juga bilang minta maaf
> > dan bilang bahwa memang sudah seperti itulah peraturannya. bahwa
> > produknya memang seperti itu. Saya amat sangat kecewa dengan
Airasia!!
> > Sudah saya kehilangan waktu, kehilangan uang karena tiket saya hangus
> > dan mesti beli lagi dan juga energi saya terbuang percuma karena saya
> > menunggu berjam-jam di Airport tapi tenyata dari Airasia gak ada
> > tanggung jawabnya dan gak memberi solusi apa2!!!
> >
> > Memangnya masalah teknis dan kerusakan mesin itu kesalahan penumpang
> > pesawat??!! Mestinya Airasia bertanggung jawab pada
> > penumpangnya.karena terus menerus pesawatnya di delay akhirnya jadwal
> > semua orang berantakan. Saya dan puluhan penumpang lainnya sudah
bayar
> > dimuka jauh sebelum keberangkatan dan saya cuma mau pesawat berangkat
> > tepat waktu sesuai jadwal itu saja! Saya gak butuh di sogok makanan
> > atau apa pun dari Airasia tapi cara management Airasia mengelola
> > perusahaannya dan menangani penumpangnya sangat gak bertanggung
jawab,
> > gak profesional dan gak pantes ber-operasi di Indonesia! Saya dan
> > puluhan penumpang lainnya keleleran gak jelas di airport. Mana
> > tanggung jawab Airasia??? Petugasnya saja gak ada yang datang ke kita
> > dan meminta maaf karena pesawatnya di delayed berjam-jam.
> >
> > Saya udah ngomong dengan teman2 sekantor saya..dan ternyata banyak
> > diantara mereka yang kesal setengah mati dengan Airasia dan gak mau
> > naik Airasia lagi.
> >
> > Jadi saran saya untuk semua penduduk Indonesia.*pikir2 lagi kalo mau
> > naik Airasia!** Jangan tergiur dengan harga murahnya*.karena setelah
> > di hitung-hitung harganya sama aja kok. Lebih baik kita naik pesawat
> > yang pasti-pasti aja.pasti berangkat, pasti tepat waktu dan pasti
selamat.
> >
> > Saya bekerja di bidang PR dan saya mengerti kalo delayed itu bisa
> > terjadi dimana-mana, namun seharusnya Airasia lebih baik lagi dalam
> > menangani krisis yang terjadi akibat kelemahan dalam produknya.
Misalnya :
> >
> > - Dengan datang langsung dan berbicara dengan semua penumpang
mengenai
> > delayed yang terjadi berjam-jam (bukan cuma sekedar memberi tahu
lewat
> > pengeras suara jika pesawat di delayed).
> >
> > - Memberi tahu fakta yang sebenarnya kenapa keberangkatan terus di
> > delayed.
> >
> > - Berusaha mencari solusi yang baik untuk semua penumpang karena
> > dengan adanya delayed ini jadwal semua orang jadi berantakan.
> >
> > - Peraturan adalah peraturan namun seharusnya Airasia bisa lebih
bijak
> > menyikapi peraturan sehingga tidak merugikan penumpang akibat
> > peraturannya.
> >
> > - Memberi kompensasi misalnya: mengganti tiket Tiger Airways saya
yang
> > hangus..karena kerusakan mesin khan bukan salah saya tapi malah saya
> > yang di rugikan.
> >
> > - Semua personil Airasia seharusnya bisa lebih ramah lagi dan gak
cuma
> > menyampaikan jawaban robot yang sama diantara semua personilnya.
> >
> > Semoga pengalaman saya bisa menjadi informasi yang berguna untuk
semua
> > orang bahwa masih banyak penerbangan lain yang layak untuk kita
tumpangi.
> >
> > Makasih banyak,
> >
> > Nila Kuntari (riRie) I Brand Management I PT. Natrindo Telepon
Seluler
> > Gedung Citra Graha Lt.2 Jl. Gatot Soebroto kav 35-36 Jakarta I
021-5224450
> >
>






Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik:

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links






Kirim email ke