setuju dengan saran bung VH, sebaiknya ketika berdiskusi kita ngga usah 
berbicara tentang "person" orang tsb, palagi mengomentari secara pribadi 
tentang pribadi, saya rasa ngga ada hasil pencerahan yang bisa dinikmati. Malah 
sebaliknya akan menciptakan rasa sakit hati ataupun sebaliknya menciptakan rasa 
maniak/pemujaan thd figur tsb...saya khawatir lama kelamaan Hafsah jadi 
Sembahan Berhala tuh....
   
  Saran untuk rekan milis...mari kita siram kepala dengan air dingin dan 
rasakan hawa sejuk memasuki relung kepala dan hati kita ....
   
  saya ada saran juga untuk MOD, yang moga2 kita bisa mulai dari milis Medicare 
kita ini. Sebagai layaknya dalam diskusi2 langsung, peran seorang moderator 
adalah mengarahkan alur diskusi, menjembatani/mengalasi pemikiran2 sang 
pembicara dengan bahasanya, bahkan "memprovoke" sang pembicara pun "boleh2" 
saja dan sebagai hasil akhir dari sebuah diskusi adalah KESIMPULAN.
   
  Apakah di milis ini, telah berlaku "sistem/prosedur" semacam itu?
  Ataukah memang MOD bertugas melolos-saring postingan saja?
  Ataukah milis tidak dibuat dengan tujuan mengadopsi bentukan diskusi langsung 
tsb?
   
  Saya yakin rekan2 milis yang udah malang mlintang di dunia permilisan mampu 
memberikan semacam briefing kepada kita2 ni.....
   
  Beachboy
   
   
  

helsing744 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ternyata MEDIACARE termasuk milis yg SANGAT JAUH tertinggal dari 
apakabaryahoogroups,baik dilihat dari ISI atau MINAT para 
anggotanya, kasus Muskitawati ini sudah menjadi "sejarah kuno" bagi 
apakabar, ribut2 soal Mus ini sudah terjadi beberapa tahun lalu, 
isinya juga tak jauh berbeda dgn yg sekarang hangat di mediacare, 
pro-kontra dgn segala argumentasinya.

Satu hal yg TIDAK PERNAH bisa dijadikan pelajaran bagi bangsa 
Indonesia dikalangan ´intektual´ (gampang2an saja bagi anda2 yg 
kenal dan rajin ikutan milis saya ´generalisasi´ sebagai kalangan 
intelek), adalah bahwasanya mereka lebih suka bicara soal ORANG/ 
person tapi nggak becus kalau disuruh bicara soal konsep atau ide.

Ribut2 soal Mus ini sekali lagi membuktikan bahwa budaya "NGERUMPI" 
atau rasan-rasan masih ERAT tertanam di benak sebagian besar bangsa 
ini, yg keluar dari jeratan itu paling banter menjadi ´cecunguk´ yg 
mantuk-mantuk mendengar ´kotbah´ Muskitawati TANPA mereka mau 
mencari tahu bahan pembanding guna menyaring informasi, payahnya, 
dgn pemahaman mereka yg sangat terbatas dikarenakan sumber informasi 
juga terbatas, mereka lantas percaya bahwa Mus telah 
membawa "pencerahan" bagi mereka.Memang tidak semua tulisan Mus 
tidak akurat tentu saja,tapi menganggap SEMUA tulisan Mus layak 
dijadikan referensi malah membuktikan tingkat intelektual mereka (yg 
percaya) dan sebarapa banyak pengetahuan yg mereka miliki.

Semoga MEDIACARE sebagai milis terbesar di Indonesia tidak terjebak 
dalam budaya ngerumpi bangsa ini, kalau bisa hindarkan postingan-2 
yg berbicara soal PERSON, tapi lebih fokus ke masalah2 aktual bangsa 
ini, perkembangan iptek atau BILA MUNGKIN lebih banyak bicara soal 
ide dan konsep agar ada tradisi BERFIKIR bangsa ini guna menuju arah 
perbaikan (pembaruan) bagi bangsa, semua pekerjaan besar dimulai 
dari hal-hal terkecil, jadi membiasakan diri berfikir dan punya ide 
(otentik) sangat dibutuhkan bangsa ini.

Sayang kan waktu di depan komputer habis hanya untuk NGERUMPI 
(bicara soal person semata?).

Saran untuk Om Radityo, mohon dimanfaatkan potensi MEDIACARE 
semaksimal mungkin guna perbaikan pola pikir bangsa ini (atau 
setidaknya yg ikutan dimilis ini mengingat anggotanya udah hampir 
7000 ID-bukan orang lho-:), sesekali negelantur atau tidak serius 
sih okey2 saja, tapi kalau intens ngomongin person di milis jadinya 
malah membosankan,tak ada ilmu atau pengetahuan baru yg bisa dipetik 
darinya dan juga tak ada informasi baru yg mungkin lebih menarik 
untuk dibicarakan.

Regards,



         

 
---------------------------------
Sponsored Link

   Mortgage rates as low as 4.625% - $150,000 loan for $579 a month. 
Intro-*Terms

Kirim email ke