GODAM PUNYAK SARAN,

hehehe,tuan mor-dor..

sungpaya debat atawa silang pandang

bisak memuasken kedua belah pihak,

KUDULAH DIMODERATED YANG ADIL,

dimana tuan mordor..membiarken

silang pandang ituh, terjadih

tiga silangan pandang..

NAH..BARULAH DI BUANG KESAMPAH,

jingkalao tuan mordor merangsaken

bahuwa SILANGAN ITUH UDAH JADI DEBAT KUSIR.

hehehe..inih pengalaman dalem organisasiku,

yang dikenal PUNYAK AJANG DEBAT YANG ELEGAN

SERTA KRITIS.

dengan tiga atawa empat kali silangan,

mangka bisak dianggep kedua pihak boleh dipuasken

orgasmeh spiritualnyah.

DAN SUAL SANGKIT ATI DI DONIA MAYAH MAH,

cuman akan didapetken oleh orang2 paranoid,

yang enggak mampuh membedaken..ruang angan2

dan ruang kenyataan...

DAN INTERNET KACA MAYA INIH, JUSTRU SANGET

BERGUNAH UNTUK MEMBEBASKEN MANUNGSA2 PARANOID ITUH


sakhingga NANTINYAH ENGGAK MEMBANTAE DI DONIAH NYATA.

Daku yakin..yang maen komputer ituh,

enggak ada tukang becak, atawa santri kelas terih,

atawa lonteh2 pengangguran.

Yang ada paling2 tanteh2 girang piaraan menteri Ristek

habibie????

yang jelas ada, MAEN KOMPUTERAN ITUH,

adalah ANAK SMA KE ATAS, SAMPE KEPADA SARJANAH

MENTERI YANG LOW PROFILE, yang ingin mengetahuin

ISI KADUTNYAH RAKYAT YANG DIWANGKILINNYAH.-

jadi janganlah MEMBESAR BESARKEN RANGSA KAWATIR

YANG PARANOID!!!

ituh hajah usulanku buat tuan mor-dor!!!



-- In [email protected], BeachBoy BaliAsli 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> setuju dengan saran bung VH, sebaiknya ketika berdiskusi kita ngga 
usah berbicara tentang "person" orang tsb, palagi mengomentari 
secara pribadi tentang pribadi, saya rasa ngga ada hasil pencerahan 
yang bisa dinikmati. Malah sebaliknya akan menciptakan rasa sakit 
hati ataupun sebaliknya menciptakan rasa maniak/pemujaan thd figur 
tsb...saya khawatir lama kelamaan Hafsah jadi Sembahan Berhala 
tuh....
>    
>   Saran untuk rekan milis...mari kita siram kepala dengan air 
dingin dan rasakan hawa sejuk memasuki relung kepala dan hati 
kita ....
>    
>   saya ada saran juga untuk MOD, yang moga2 kita bisa mulai dari 
milis Medicare kita ini. Sebagai layaknya dalam diskusi2 langsung, 
peran seorang moderator adalah mengarahkan alur diskusi, 
menjembatani/mengalasi pemikiran2 sang pembicara dengan bahasanya, 
bahkan "memprovoke" sang pembicara pun "boleh2" saja dan sebagai 
hasil akhir dari sebuah diskusi adalah KESIMPULAN.
>    
>   Apakah di milis ini, telah berlaku "sistem/prosedur" semacam itu?
>   Ataukah memang MOD bertugas melolos-saring postingan saja?
>   Ataukah milis tidak dibuat dengan tujuan mengadopsi bentukan 
diskusi langsung tsb?
>    
>   Saya yakin rekan2 milis yang udah malang mlintang di dunia 
permilisan mampu memberikan semacam briefing kepada kita2 ni.....
>    
>   Beachboy
>    
>    
>   
> 
> helsing744 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Ternyata MEDIACARE termasuk milis yg SANGAT JAUH 
tertinggal dari 
> apakabaryahoogroups,baik dilihat dari ISI atau MINAT para 
> anggotanya, kasus Muskitawati ini sudah menjadi "sejarah kuno" 
bagi 
> apakabar, ribut2 soal Mus ini sudah terjadi beberapa tahun lalu, 
> isinya juga tak jauh berbeda dgn yg sekarang hangat di mediacare, 
> pro-kontra dgn segala argumentasinya.
> 
> Satu hal yg TIDAK PERNAH bisa dijadikan pelajaran bagi bangsa 
> Indonesia dikalangan ´intektual´ (gampang2an saja bagi anda2 yg 
> kenal dan rajin ikutan milis saya ´generalisasi´ sebagai kalangan 
> intelek), adalah bahwasanya mereka lebih suka bicara soal ORANG/ 
> person tapi nggak becus kalau disuruh bicara soal konsep atau ide.
> 
> Ribut2 soal Mus ini sekali lagi membuktikan bahwa 
budaya "NGERUMPI" 
> atau rasan-rasan masih ERAT tertanam di benak sebagian besar 
bangsa 
> ini, yg keluar dari jeratan itu paling banter menjadi ´cecunguk´ 
yg 
> mantuk-mantuk mendengar ´kotbah´ Muskitawati TANPA mereka mau 
> mencari tahu bahan pembanding guna menyaring informasi, payahnya, 
> dgn pemahaman mereka yg sangat terbatas dikarenakan sumber 
informasi 
> juga terbatas, mereka lantas percaya bahwa Mus telah 
> membawa "pencerahan" bagi mereka.Memang tidak semua tulisan Mus 
> tidak akurat tentu saja,tapi menganggap SEMUA tulisan Mus layak 
> dijadikan referensi malah membuktikan tingkat intelektual mereka 
(yg 
> percaya) dan sebarapa banyak pengetahuan yg mereka miliki.
> 
> Semoga MEDIACARE sebagai milis terbesar di Indonesia tidak 
terjebak 
> dalam budaya ngerumpi bangsa ini, kalau bisa hindarkan postingan-2 
> yg berbicara soal PERSON, tapi lebih fokus ke masalah2 aktual 
bangsa 
> ini, perkembangan iptek atau BILA MUNGKIN lebih banyak bicara soal 
> ide dan konsep agar ada tradisi BERFIKIR bangsa ini guna menuju 
arah 
> perbaikan (pembaruan) bagi bangsa, semua pekerjaan besar dimulai 
> dari hal-hal terkecil, jadi membiasakan diri berfikir dan punya 
ide 
> (otentik) sangat dibutuhkan bangsa ini.
> 
> Sayang kan waktu di depan komputer habis hanya untuk NGERUMPI 
> (bicara soal person semata?).
> 
> Saran untuk Om Radityo, mohon dimanfaatkan potensi MEDIACARE 
> semaksimal mungkin guna perbaikan pola pikir bangsa ini (atau 
> setidaknya yg ikutan dimilis ini mengingat anggotanya udah hampir 
> 7000 ID-bukan orang lho-:), sesekali negelantur atau tidak serius 
> sih okey2 saja, tapi kalau intens ngomongin person di milis 
jadinya 
> malah membosankan,tak ada ilmu atau pengetahuan baru yg bisa 
dipetik 
> darinya dan juga tak ada informasi baru yg mungkin lebih menarik 
> untuk dibicarakan.
> 
> Regards,
> 
> 
> 
>          
> 
>  
> ---------------------------------
> Sponsored Link
> 
>    Mortgage rates as low as 4.625% - $150,000 loan for $579 a 
month. Intro-*Terms
>




Kirim email ke