COME ‘N PLAY IN OUR BACKYARD
Collaborating Ceramic Installation Exhibition

Pameran instalasi keramik kolaborasi 2 perupa perempuan, Miyuki Anai
(Jepang) dan Nia Gautama (Indonesia) memantulkan keceriaan dan penuh
imajinasi, memancarkan pemandangan utopia. Keduanya mengajak pengunjung
untuk bermain dan menyampaikan harapan-harapannya ke langit.

* Tempat pameran : Galeri Mini The Japan Foundation Jakarta, Sumitmas I, lt
2
Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62
* Pembukaan : 17 November 2006, 19.30 wib
* Kurator : Rifky Effendy
* Dibuka oleh : Efix Mulyadi
* Pameran : 18 Nov – 01 Des 2006
* Workshop : 27 Nov 2006, 10.30-11.30 / 13.30-14.30 wib
* Informasi jadwal dan registrasi : Diana, 021-5201266

Dres code : Super relax outfit, no shoes, slipper only J

Pameran akan dilanjutkan ke Bandung, Galeri Soemardja ITB, bulan Februari
2007

Just come ‘n play then make a wish !!! J


Pengantar Kuratorial Pameran Nia dan Miyuki

Karya instalasi keramik, kolaborasi Nia Gautama dan Miyuki Anai memantulkan
keceriaan dan penuh imajinasi, memancarkan pemandangan utopia. Pemandangan
seperti dalam dunia fantasi anak-anak. Benda- benda gubahan yang jenaka,
sureal berbentuk seperti rumah – rumah, atau binatang: kodok, bintang laut,
keong, bunga dan kepingan – kepingan keramik lain yang tersebar dilantai,
bercampur dengan dedaunan kering alami, serta yang bergelantungan dari
langit-langit. Menambah suasana hangat dan riang dalam ruang, menyiratkan
bahwa mereka sengaja mengundang pengamat untuk terlibat didalamnya.
Kedua perupa kriya keramik yang berlainan latar budaya ini, seperti
bersepakat untuk melepaskan perbedaan – perbedaannya, bersetuju dengan
kesamaan, berinteraksi untuk sebuah karya bersama. Keduanya tertarik
menjelajahi material tanah liat dan proses pembakaran sebagai media ungkap,
sekaligus untuk memenuhi produksi benda - benda kriya.
Instalasi berjudul COME ‘N PLAY IN OUR BACKYARD, merepresentasikan suatu
hasrat untuk memasuki dunia permainan yang mengingatkan pada masa
kanak-kanak. Seperti lazimnya ketika masa kecil yang menjadikan pekarangan
rumah adalah lahan bermain yang terdekat. Dikota-kota besar saat ini,
kenyataan lahan bermain tentunya terus berkurang. Digantikan dengan
taman-taman rekreasi atau mall-mall. Halaman dibelakang rumah, walaupun
sempit tetapi cukup sebagian besar membuat merasa “homely”, “home sweet
 home”. Dengan karya ini, kita digiring kedalam imajinasi tanpa batas dengan
susunan bentuk tiga dimensional khas yang dibuat keduanya.
Keduanya merasa perlu menciptakan ruang-ruang permainan untuk mengajak orang
melepaskan kepenatan dalam keseharian yang semakin bising dan bergerak
cepat. Mereka juga menciptakan simbol-simbol tertentu melalui benda-benda
yang disusun disana, tetapi menawarkan alternatif lain untuk bisa
mengkomunikasikannya kepada pemirsa. Kecenderungan karya-karya instalasi
interaktif semacam ini memang semakin banyak ditemukan dalam praktek seni
rupa kontemporer di dunia. Sebagai suatu wahana pelesir batiniah, mengalami
kesenangan sekaligus media permenungan.

Rifky Effendy


Recent Activity
  a..  1New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
  a.. Corporate culture
  b.. Corporate culture change
  c.. Tissue culture
  d.. Plant tissue culture
  e.. Animal tissue culture
Yahoo! Mail
Drag & drop

With the all-new

Yahoo! Mail Beta

Yahoo! Photos
Create your own

Photo Gifts

Y! GeoCities
Create a Blog

And tell the world

what you think.
.

Kirim email ke