Mungkin anda benar dalam hal ini, anda memakai kaca mata murni 
akdemisi, sementara saya mengikutsertakan personal interest (emosi) 
berupa satu keinginan melihat berkembangya masyarakat islam di eropa.

Saya melihat anda tak menyentuh aspek politik,sementara UU tersebut 
syarat dgn muatan politis, harus saya akui, anda lebih jujur dalam 
melihat persoalan ini, sepertinya anda murni seorang akademisi, 
idealisme anda sangat kuat, plus rasio anda sangat tangguh.

Tapi ada sayangnya, kepedulian anda hanya sebatas kebenaran diatas 
kertas tapi tidak menyentuh permasalahan prinsip yg ada, anda tidak 
mau tahu dgn kondisi umat islam di eropa yg sangat sulit untuk 
barbaur dgn penduduk asli sebagaimana halnya imigran lainnya yg non 
islam dan kesulitan pemerintah Belanda dalam upaya memajukan SEMUA 
lapisan masyarakatnya sekaligus mengurangi resiko keamanan, terutama 
´ancaman´ keamanan dari kelompok fundamentalis islam, anda tentunya 
setuju bahwa burqa hanya dikenakan oleh kelompok kecil mainstream 
islam.

Kepedulian anda sebagai akademisi mungkin hanya sebatas benar-salah 
dalam tataran kaidah ilmu, sementara aspek yg saya lihat jauh lebih 
besar dari sekedar benar-salah seperti konteks anda, dan aspek 
pertama yg mendorong saya untuk mensuport UU tersebut adalah demi 
PEMBAURAN dan kemajuan umat islam pada khsususnya.

Dalam soal tujuan ini mungkin kepedulian anda tidak sebesar yg saya 
miliki, sebab anda malihat murni dari kaca mata akademisi, sementara 
saya lebih condong ke aspek politiknya, disini saya bisa setuju 
bahwa UU tersebut represif sifatnya, tapi TUJUAN dari UU tersebut 
jelas sangat baik demi masa depan masyarakat Belanda dan umat islam 
pada umumnya.

Kenapa saya sebut UU tersebut sangat baik untuk umat islam? 

Anda sebagai non muslim mungkin tidak tertarik untuk hal ini, 
terlebih anda sangat menjunjung KEBEBASAN individu TANPA mau melihat 
lebih jauh apakah pemanfaatan kebebasan tadi akan terus membelenggu 
individu tersebut dalam keterbelakangan atau dia akan menggunakan 
demi kemajuan dan pengembangan diri mereka.

Well,anda benar, tiap2 individu BEBAS untuk tetap terbelakang atau 
berniat untuk maju, tapi sebagai umat islam saya punya HAK untuk 
mensuport agar saudara2 seiman saya TERGERAK hati dan pikiran mereka 
untuk melihat konteks yg lebih luas lagi, membelenggu diri dalam 
realitas mereka (bersikukuh ber-burqa HANYA demi keyakinan diri 
sendiri dgn segala KONSEKWENSINYA)saya kira bukan satu tindakan 
cerdas atau setidaknya ada niat untuk melihat realitas diluar diri 
mereka.

Pendek kata, saya ingin ada reformasi pemahaman terhadap ajaran 
khususnya SIMBOL2 islam dari umat islam, dan UU tersebut saya pikir 
bisa menjadi triger agar umat islam di eropa (Belanda pada 
khususnya) tergerak hati dan pikiran mereka agar mau melihat 
realitas diluar diri mereka.

Dalam hal ini, anda benar2 clean untuk ukuran manusia yg mau PEDULI 
dan atau mau ikut campur dalam urusan pribadi orang lain. Salut atas 
keteguhan dan kejujuran anda, tapi menyesal atas rendahnya empatthy 
anda pada realita yg ada dan sedang terjadi.

Salam,
VH
(Sorry ya, kali ini nggak saya tanggapi point-per point, tujuannya 
agar konsep ide yg ada di benak saya tidak bias oleh ´masalah2 
technis´ yg terkadang tidak relevan dgn konsep ide/pikiran saya, 
and... salut untuk kejernihan pikiran anda, di mediacare ini banyak 
sekali pemikir hebat, next time I have to be more carefull)

ehh...ada ketinggalan dikit koment dibawah, have a look please:


--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> JAWAB: Suster itu agamawan. Agamawan keluyuran di mall itu mau 
ngapain? Uang saku dari biara aja pas-pasan. Bergaul dengan orang 
awam (non-agamawan) tak perlu harus di mal. Bisa di sekolah, rumah 
sakit, panti asuhan,dll.

<< Nah, Burqa itu juga pakaian agamawan (simbol identitas agama) yg 
digunakan ditempat umum, masak bawa2 identitas agama di sembarang 
tempat? tahu kan konsekwensi atas pemakian pakaian ala agamawan 
(simbol identitas agama) tersebut? SANGAT MEMBATASI AKSESS mereka...

Hasta pronto....




Kirim email ke