Analisis Pak Loekyh menarik. Saya pernah baca biografi KH Agus Salim beliau adalah salah satu tokoh Islam yang memiliki pandangan berbeda dari kebanyakan ulama. Bisa dibilang liberal. Misal dia membuka kain pemisah (hijab) antara laki2 dan wanita dalam suatu pertemuan.
Kalau dia anak atau ada hubungannya (apa pun) dengan KH Agus Salim, itu sangat bisa saya maklumi. On 11/24/06, loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tanpa bermaksud mencampuri kehidupan pribadi Mustikawati, saya ingin mendudukan Mustikawati pada posisi seharusnya, lepas dari 'baik' atau 'buruk'-nya Mustikawati yg telah dituduh sebagai tukang fitnah, pembohong, dsb. URL kiriman anda (URL-nya masih tercopy pada baris terbawah postingan ini) justru memperkuat indikator2 berikut bahwa: - Mustikawati memiliki latar belakang hidup dan besar dalam komunitas muslim. Jadi saya percaya bahwa bapaknya adalah seorang pemuka agama Islam. - Bahwa ia bersuami seorang muslim (karena mertuanya muslim dan karena harta warisan suaminya diperkarakan lewat pengadilan agama Islam) - Mustikawati adalah seorang wanita - Mustikawati pernah mengunjungi RRT - Mustikawati sudah bukan anak2 lagi ketika G30S meletus, walaupun mungkin ia belum lama/baru akan menikah. Seingat dan sepengetahuan saya, perusahaan asing tempat suaminya kerja, Schlumberger, walaupun mungkin sudah lama berada di Indonesia sejak jaman orla, ttp baru aktif merekrut sarjana2 teknik terbaik lewat berbagai beasiswa2 mengikat di PTN2 terbaik di Indonesia setelah Soekarno jatuh. Ke-'Islam'-an Mustikawati tidak konsisten? Bagi anda tidak konsisten sebab anda tak akrab dg paham2 para penganut NON-ORGANIZED religion (saya termasuk salah satu di antaranya) yg pada esensinya tak percaya pada ajaran2 yg penyebaran atau pengembangan ajaran2-nya dilakukan lewat organisasi2 resmi (untuk Islam: Muhammadiyah, NU, MUI, berbagai pesantren dan mesjid dsb) atau yg tak resmi (mis. berbagai pengajian yg di beberapa kota, cult2 agama di Amerika, dsb). Basis ideologi/filosofi dari semua non-organized religion sebenarnya sama: agama itu sifatnya pribadi dan individual (artinya tak pernah ada dua orang berbeda, walaupun bersaudara kembar sekalipun, yg agamanya persis sama). Jadi setiap orang memiliki hak untuk mempercayai (agama) apa yg diyakininya dan tidak harus mengikuti 'mainstream' ajaran2 'seragam' spt yg banyak diucapkan atau ditulis oleh banyak ulama2 besar, pastor2, kyai2, bhiku2, kitab2 suci, dsb. Jadi jangan heran apabila Mustikawati pernah menulis bahwa Al Quran itu adalah hasil manipulasi beberapa tokoh2 dan pemimpin2 Arab setelah nabi Muhammad meninggal sedangkan 'agama Islam' yg sesungguhnya adalah ajaran dari keturunan langsung nabi Muhammad yg dikejar-kejar oleh musuh2-nya (pengikut pembuat Al-Quran) sehingga akhirnya para penyebar agama Islam yg asli ini terdampar di Asia Tenggara (kerajaan Campa di perbatasan Vietnam-Kamboja) sampai akhirnya menetap di Payakumbuh, INDONESIA. Jangan tertawa dulu mendengar berita/ riwayat agama Islam yg 'asli' oleh Mustikawati di atas bahwa pada akhirnya turunan nabi Muhammad terdampar di Payakumbuh (mungkin Indonebia adl salah satu turunannya :-)) Sebab sangat mungkin bukan Mustikawati yang mengarang riwayat ini, ttp ia membacanya dari buku2 lain ttg Islam yg dijual bebas di Amerika (yg kalau ada toko di Indonesia yg 'berani' menjualnya, mungkin toko tsb sudah habis diserbu orang). Anda tak usah heran ada buku ttg Islam yg isinya demikian sebab di Amerika, orang bebas bicara atau menulis buku ttg Islam, apa pun opininya. Jadi anda bisa membeli bukunya Salman Rusdhie 'The Verses of Satan'. Siapa tahu riwayat agama Islam spt yg ditulis oleh Mustikawati berasal dari isi buku2 semacam ini? Salam --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Bramastyo Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sdr loekyh, > > Membaca postingan anda ini saya jadi penasaran (nggak yakin ada hub dgn KH A S krn pemahaman ilmu agamanya), namun ada sebuah tulisan (dari banyak tulisan ybs yg kadang kurang konsisten namun saling berhubungan) yg dapat saya ambil kesimpulanya. > > Ada yg memforward di forum ini : > http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=82004&highlight=#82004
-- Si vis pacem Parabellum --- Rahmad Budi H Republika Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel 0856 711 2387
