Ahmadinejad memang luar biasa. Ia pemimpin di luar
kebiasaan pemimpin dunia saat ini. Dia tak rakus
dunia, karena itu ia tak takut sama siapapun, terutama
sama Bush.

Sementara SBY, adalah pemimpin sebaimana pada umumnya
pemimpin dunia. Rakus dunia. Borju, karena itu ia
tabik habis sama Bush. Kasihan Indonesia.

Kapan kiranya Indonesia punya pemimpin seperti
Ahmadinejad.
--- wolga setyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> harusnya ada orang seperti ini di negeri
> ini.....(Insya Allah)
>    
>    
>   AHMADINEJAD
>    
>   Judul Buku "Ahmadinejad, David di Tengah Angkara
> Goliath Dunia" 
> Terbitan Himah Teladan, kelompok Mizan. Di
> Balikpapan buku 'mungil' ini 
> harganya Rp.44.000,-,
>    
>   Dan kini ada Ahmadinejad, seorang tokoh in
> reality! Seberapa 
> sederhanakah beliau ini? Let me tell you. Berikut
> ini saya kutipkan sebagian 
> dari yang saya baca dari buku tersebut. Konon ketika
> beliau sudah 
> menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki
> populasi lebih besar daripada 
> Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang
> bolong-bolong. Ia menyapu 
> jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai
> sekarang pun ia masih 
> tampil dengan kemeja lengan panjang sederhana
> sehingga jika kita tidak 
> mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan
> pernah mengira bahwa 
> beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari
> sebuah negara besar. Di 
> Balikpapan di mana saya tinggal bahkan hampir semua
> guru rasanya punya 
> jas.
>    
>   Sebelum menjabat sebagai presiden Iran beliau
> adalah walikota 
> Teheran, periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran,
> kota dengan sejuta 
> paradoks, memiliki populasi hampir dua kali lipat
> dari Jakarta, yaitu sebesar 
> 16 juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari
> ibukota negara tentu 
> sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa
> Iran adalah negara 
> yang dikuasai oleh para mullah. Ia bukanlah ulama
> bersorban, tokoh 
> revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10
> tahun. Beliau tinggal di 
> gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya,
> dan kemana-mana 
> dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya
> sendiri jauh dari menarik 
> untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti.
> Rambutnya kusam seperti 
> tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu
> terus, bolong 
> disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di
> belanatara Jakarta . Nah! 
> Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah
> ia memiliki 
> kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok
> saja, umpamanya?
>    
>   Dalam tempo setahun pertanyaan tentang
> kemampuannya memimpin 
> terjawab. Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya
> sebagai pejabat yang bangga 
> bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota , gatal
> tangannya jika ada 
> selokan yang mampet dan turun tangan untuk
> membersihkannya sendiri, menyetir 
> sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini
> hari sekedar untuk 
> memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman
> untuk ditinggali. 
> "Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran."
> Katanya tanpa berusaha 
> untuk tampil sok sederhana. Di belahan dunia lain
> sosoknya mungkin dapat 
> dijadikan reality show atau bahkan aliran
> kepercayaan baru.
>    
>   Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan
> kebijakan yang 
> bersifat religius seperti memisahkan lift bagi
> laki-laki dan perempuan 
> (ini tentu menarik hati para wanita di Teheran),
> menggandakan pinjaman 
> lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6
> juta rial menjadi 12 
> juta rial, pembagian sup gratis bagi orang miskin
> setiap pekan, dan 
> menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum
> publik! Ia sendiri memilih 
> tinggal di rumah pribadinya di kawasan Narmak yang
> miskin yang hanya 
> berukuran luas 170 m persegi. Ia bahkan melarang
> pemberian sajian pisang 
> bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan buah
> yang sangat mahal dan 
> bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga
> menunjukkan dirinya 
> sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam
> kerjanya agar dapat 
> menerima warga kota yang ingin mengadu.
>    
>   Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan
> oleh warga kota 
> Teheran adalah spesialisasinya sebagai seorang
> doktor di bidang manajemen 
> transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedar
> untuk diketahui, 
> kemacetan kota Teheran begitu parahnya sehingga saya
> pernah dikirimi salah satu 
> foto lelucon dari berbagai belahan dunia dengan
> judul "Only in _Equot; 
> . salah satunya dari Teheran dengan judul "Only in
> Teheran" dengan foto 
> kemacetan lalu lintasnya yang bisa bikin penduduk
> Jakarta menertawakan 
> kemacetan lalu lintas di kotanya. Secara dramatis ia
> berhasil menekan 
> tingkat kemacetan di Teheran dengan mencopot
> lampu-lampu di perempatan 
> jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur putar
> balik yang sangat 
> efektif.
>    
>   Setalah menjabat dua tahun sebagai walikota
> Teheran ia masuk dalam 
> finalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor
> 2005 dari 550 
> walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang
> dari Asia , termasuk 
> Ahamdinejad. Tapi itu baru awal cerita. Pada tangagl
> 24 Juni 2005 ia menjadi 
> bahan pembicaraan seluruh dunia karena berhasil
> menjadi presiden Iran 
> setelah mengkanvaskan ulama-cum-mlliter Ali Hashemi
> Rafsanjani dalam 
> pemilihan umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal
> kampanye namanya 
> bahkan tidak masuk hitungan karena yang maju adalah
> para tokoh yang memiliki 
> hampir segalanya dibandingkan dengannya? Dalam jajak
> pendapat awal 
> kampanye dari delapan calon presiden yang bersaing,
> Akbar hasyemi 
> Rafsanjani, Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi
> Karrubi, Mohammed Bhager Galibaf, 
> Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min,
> popularitas 
> Ahmadinejad paling buncit.
>    
>   Pada masa kampanye ketika para kontestan mengorek
> sakunya dalam-dalam 
> untuk menarik perhatian massa , Ahmadinejad bahkan
> tidak sanggup untuk 
> mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon
> presiden. Sebagai 
> walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup
> dengan gajinya sebagai 
> dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang
> sepeser pun untuk kampanye! 
> Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden
> yang menggunakan 
> dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang
> bagi-bagi uang untuk 
> menarik simpati rakyat.
>    
>   Pada pemilu putaran pertama keanehan terjadi, Nama
> Ahmadinejad 
> menyodok ke tempat ketiga. Di atasnya dua dedengkot
> politik yang jauh lebih 
> senior di atasnya, Akbar Hashemi Rafsanjani dan
> Mahdi Karrubi. 
> Rafsanjani tetap menjadi favorit untuk memenangi
> pemilu ini mengingat reputasi 
> dan tangguhnya mesin politiknya. Tapi rakyat Iran
> punya rencana dan 
> harapan lain, Ahmadinejad memenangi pemilu dengan 61
> % sedangkan Rafsanjani 
> hanya 35%. Logika real politik dibikin jungkir balik
> olehnya.
>    
>   Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia
> presiden yang tidak 
> berasal dari mullah yang selama puluhan tahun telah
> mendominasi hampir 
> semua pos kekuasaan di Iran , status quo yang sangat
> dominan. Ia juga 
> bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan,
> tidak memiliki 
> track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki
> modal asketisme, yang 
> untuk standar Iran pun sudah menyolok. Ia seorang
> revolusioner sejati 
> sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan
> kedahsyatan aura yang 
> berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan
> sufistis, Ahamdinejad justru 
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com

Kirim email ke