KGP dengan si mus ini kelihatannya memiliki beberapa kesamaan.. Sama" pinter
ngoceh..
Cuma bedanya KGP gak pernah ngaku sebagai scientist aja.. :-)
Lihat saja sekarang KGP makin ngetop di media massa.. jadi selebritis lagi..
setelah sekian
lama 'tenggelam'.. Bedanya lagi, si mus baru dalam tahap nyaris jadi
selebritis di JurNas..
Cuma gak jadi, karena wartawati yang ingin mengangkat 'tulisan'nya sebagai
suara pembaca
(ingat plintiran soal zakat dan korupsi)..

Mungkin si mus perlu lebih giat lagi agar bisa menembus pintu redaksi media
cetak/elektronik
(resmi) mana saja.. Gitu kan mus? :-p
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

~hare gene percaya sama tukang plintir opini publik?

On 11/25/06, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   **
**
*HARIAN KOMENTAR*
25 November 2006



*Wawancara khusus bersama Komentar*
*Ki Gendeng Warning Manado Soal Bencana*

**


*Paranormal Ki Gendeng Pa-mungkas saat diwawancarai Komentar via telepon
Jumat (24/11) kemarin, memberikan warning kepada masyarakat Manado, terutama
yang men-diami daerah pesisir pantai. Pa-salnya, menurut penglihatan
supranatural yang diperoleh-nya, akan ada bencana gempa disertai tsunami di
daerah ini.*


*Lalu kapan terjadinya? "Gempa dan tsunami di Manado itu antara bulan
Maret sampai Juni 2007. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat di sana
mewaspadai kejadian itu," katanya begitu mengetahui koran ini berasal dari
Manado.  Ki Gendeng sendiri memastikan, bencana tersebut tidak bisa
dihindari karena sudah merupakan kehendak Tuhan. "Solusinya berdoa, supaya
bencana itu tidak terjadi," tukasnya. Di sisi lain, ketika ditanyai soal isu
bahwa dirinya pernah bertobat dan masuk Kristen, langsung dibantahnya.
"Tidak benar kabar itu. Saya pemeluk setan," tukasnya blak-blakkan.
*

*BUSH *


*Pada bagian lain, menyitir soal kegagalannya menyantet Presiden AS,
George W Bush ketika berkunjung ke Bogor 20 November lalu, Ki Gendeng
memberikan alasan tersendiri. Sebelumnya, dalam pemberitaan di sebuah situs,
Ki Gen-deng beralasan Bush dilindungi 10 dukun berilmu tinggi dari Yahudi,
sehingga dia gagal karena dikeroyok. Tapi dalam wawancara khusus dengan
koran ini, Ki Gendeng memberikan pernyataan lain. Menurutnya, dia tidak
benar-benar menyantet Bush waktu itu. *


*Ki Gendeng mengaku telah menerima 10.000 dolar AS (sekitar Rp 90-an juta)
dari utusan Presiden AS George W Bush. Uang itu merupakan kompensasi
pembatalan santet terhadap Bush. Pemberian uang itu dilaku-kan di sebuah
restoran di Bogor, Jumat (17/11) atau tiga hari sebelum kedatangan Bush ke
Indonesia. "Saya bertemu dengan enam orang. Mereka adalah paranormalnya
Bush," ujar Gendeng.*


*Dalam pertemuan itu, ujar Gendeng, mereka mengatakan, Amerika Serikat
memang negara yang sudah maju. Tetapi mereka memahami keberadaan dunia
klenik terutama santet (vodoo). Oleh karena itu, salah seorang dari mereka
yang menjadi juru bicara meminta agar Gendeng membatalkan niatnya untuk
menyantet Bush. "Pokoknya saya diminta agar tidak jadi menyantet Bush,"
ujarnya. Setelah pembicaraan alot, akhirnya kedua belah pihak sepakat kalau
santet (vodoo) dibatalkan. "Sebagai imbalannya saya diberi 10.000 dolar AS
ditambah pemberian dari pejabat tinggi Indonesia," katanya seraya
mengatakan, "kalau memang waktu itu saya benar-benar menyantet Bush, maka
tidak ada paranormal lain yang bisa menghentikan saya.''
*

*Di sisi lain, Ki Gendeng juga mengatakan, dirinya diundang orang-orang
Bush ke Amerika Serikat. "Saya diundang mereka untuk datang ke AS bulan
Januari nanti," kata Gendeng. Di Amerika, Gendeng akan me-maparkan soal
ilmu-ilmu vodoo yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. "Soal paspor
dan tiket akan diurus oleh mereka," katanya. *


*Sedangkan ketika ditanya mengapa Bush meloncat dari mobil saat tiba di
Istana Bogor, Senin (20/11) lalu, Gendeng mengatakan bahwa hal itu sudah
menjadi keharusan bagi Bush. "Itu sebagai syarat agar Bush selamat. Ini
sesuai de-ngan santet vodoo yang saya pelajari dulu di Haiti, bahwa cara itu
merupakan penolakan santet saya, yakni dengan menghentakkan kaki ke ta-nah,"
kata Gendeng.(zal/*)*

Kirim email ke