Ini adalah topik bagus yg terkait dg media. DPR adalah institusi yg tak memiliki kompetensi melakukan 'proper-and fit test'. Walaupun di DPR ada mantan2 profesor, dosen, dsb, ttp mereka sudah tak aktif lagi melakukan riset selama di DPR, bahkan seharusnya mereka tak berhak lagi menyandang gelar2 dan pangkat akademik mereka setelah di DPR. Mestinya sosialisasi keberadaan 'proper-and-fit test' disosialisasikan jauh2 hari dan lebih luas (apalagi hal ini menyangkut media massa).
Juga mengingat 'kerelaan' mantan2 profesor dan dosen ini melepaskan jabatan sebagai pengajar di PTN demi mendapat 'sesuap nasi' di DPR maka dari sisi moralitas, pasti banyak yg akan mempertanyakan motivasi dan idealisme anggota2 DPR untuk melakukan 'proper-and-fit test'. Mungkin mereka lebih jago melakukan 'profit test' :-). Kalau tak ada institusi khusus, maka 'proper-and-fit test' thd calon2 anggota KPI harus diberikan kepada satu perguruan tinggi dg fakultas/ jurusan komunikasi yg terbaik. Kalau tidak demikian, orang2 kampus semakin sering ngobyek di luar kampus sebagai akibat tak pernah diberdayakannys dan dilibatkannys ksmpus2 secara langsung dan secara institusional dalam penyelenggaraan negara (paling2 secara individual dan pelibatan ini berbau KKN serta tak transparan). Rekan2 praktisi dan pakar di bidang media-massa dan ilmu komunikasi harus menolak 'validity' hasil 'proper-and-fit test' oleh DPR. Sebaiknya rekan2 semua mendata kampus2 yg layak, kalau perlu individu2 yg layak atas dasar 'track records'/CV untuk menjadi anggota penguji dalam 'proper-and-fit test'. Ini adalah kesempatan terbesar untuk menghentikan praktek seenak-udele DPR yg sudah berlangsung lama dg bikin pansus2 ini dan itu, panitia adhoc ini dan itu (dg dana cukup besar untuk anggota2-nya), termasuk menetapkan anggota2 dari fraksi sendiri untuk duduk dalam panitia 'proper-and-fit test' ini. Salam --- In [email protected], Yulia hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Rekan-rekan, > > Mengingat tidak lama lagi, DPR-RI akan melakukan fit and proper test terhadap para kandidat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat 2006-2009, kami berniat mengundang rekan-rekan untuk menghadiri diskusi publik "KPI SEPERTI APAKAH YANG KITA BUTUHKAN?" yang akan dilaksanakan pada: > > Hari/tanggal : Selasa, 28 November 2006 > Waktu : 14.00 17.00 WIB > Tempat : Ruang Utama Jakarta Media Center (JMC) > Jl. Kebon Sirih 3234, Jakarta Pusat > > Surat undangan dan lembar konfirmasi terlampir (attachment file). > > Salam, > Yulia Hadi > Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET)
