Pengalaman Menggunakan Kartu Kredit Lippo Bank Seseram Film Horor Terbaik Beberapa bulan yang lalu, saya ditawari untuk membuat Kartu Kredit Lippo Bank yang saat itu sedang gencar dengan program My Card (satu paket satu Kartu Kredit Lippo Bank Visa dan satu Kartu Kredit Lippo Bank Master). Proses untuk mendapatkan kartu ternyata cukup mudah dan relatif cepat. Awalnya semua berjalan dengan lancar karena saya hanya menggunakan kedua kartu tersebut hanya untuk beberapa transaksi saja. Sama seperti film horror, setelah pendahuluan yang biasa-biasa saja, mulailah masuk ke bagian-bagian yang membuat jantung berdetak kencang. Ya, masalah demi masalah mulai datang dalam penggunaan kedua Kartu Kredit Lippo Bank tersebut. Pertama adalah tagihan salah satu kartu yang tidak kunjung datang. Untung saja saat itu saya mempunyai inisiatif telpon dan menanyakan besar tagihan saya tersebut sehingga bisa saya bayar tepat waktu. Coba, apa jadinya jika saya baru membayar tagihan sampai surat tagihan tersebut saya terima? Perlu diketahui bahwa surat tagihan tersebut baru saya terima sekitar seminggu yang lalu. Bayangkan! Lalu karena tertarik bungan cicilan yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan penerbit kartu kredit yang lain, saya menggunakan fasilitas cicilan tetap untuk barang elektronik yang saya beli. Tapi ketika tagihan datang, ternyata besar tagiha yang saya terima adalah sebesar tagihan yang belum dibagi menjadi cicilan tetap. Jadi masih tagihan secara full. Sesudah saya komplain keras ke Lippo Bank, baru kemudian saya dihubungi dan dikonfirmasikan bahwa kesalahan tersebut akan mereka perbaiki dan saya baru akan mulai membayar cicilan tetap pada tagihan bulan selanjutnya. Puncaknya adalah ketika saya mendaftarkan tagihan PLN saya pada program My Bill. Program yang sebenarnya dirancang untuk mempermudah nasabah ini malah menjadi hal yang sangat mempersulit saya. Bahkan menurut saya adalah jauh lebih mudah membayar via ATM dibandingkan dengan program ini. Setelah saya minta didaftarkan program My Bill untuk tagihan PLN saya, saya mendapat surat konfirmasi dari Lippo Bank. Saya juga menghubungi Lippo Bank via telpon dan mendapatkan konfirmasi bahwa My Bill saya akan mulai berjalan untuk tagihan yang muncul di bulan November 2006 ini. Setelah itu, untuk mendapat kepastian, saya sudah lebih dari 6 kali menghubungi Lippo Bank. Namun jawaban adalah sama bahwa belum ada pembayaran PLN dan mereka konfirm bahwa November 2006 ini seharusnya tagihan PLN saya sudah masuk program My Bill. Hal ini berjalan sampai melewati batas waktu pembayaran PLN. Dalam komunikasi saya dengan Lippo Bank, saya dengan tegas meminta pertanggujawaban Lippo Bank mengenai hal ini. Melewati batas waktu saja sudah memunculkan denda, bagaimana jika tiba-tiba nanti PLN saya diputus. Bisa dibayangkan bukan?. Menghubungi LippoBank sesering ini saja tidak ada reaksi apa-apa, bagaimana jika saya biarkan saja? Memang luar biasa Lippo Bank ini! Akhirnya saya menutup kedua kartu kredit tersebut. Kapok saya. Bahkan karena tidak kunjung memberi penjelasan mengenai tagihan PLN saya, saya sudah pasrah dan saya anggap Lippo Bank tidak menghargai karyawan dengan mengabaikan nasabahnya begitu saja. Sepertinya nasabah tidak mempunyai arti apa-apa di mata Lippo Bank. Anggap saja saya terjerumus dalam lubang yang dibuat Lippo Bank. Pengalaman beberapa bulan menggunakan Kartu Kredit Lippo Bank ini benar-benar seperti menonton film horor terbaik yang pernah dibuat. Sedikit perkenalan di awal, lalu selanjutnya tegang dan jantung berdebar-debar sepanjang film sampai pada akhirnya ceritanya menggantung begitu saja tanpa suatu penyelesaian. Benar-benar menyeramkan! Sayangnya tidak semua orang menyukai film horor. Oleh karena itu saya mengingatkan kepada rekan-rekan sekalian untuk berhati-hati ketika ditawarkan Kartu Kredit Lippo Bank jika tidak ingin jantung ini berdebar-debar sepanjang waktu. Sepadankah kartu kredit ini jika dibandingkan dengan resiko penyakit jantung yang semakin lama semakin besar akibat seramnya kondisi yang dihadapi? Silakan rekan-rekan menilai sendiri. Saya dalam hal ini bukan ingin sengaja menjelek-jelekan Lippo Bank. Namun semua ini benar-benar pengalaman nyata saya. Jika Lippo Bank track di system customer care mereka, dapat dilihat bahwa apa yang saya paparkan dia atas adalah benar adanya. Bahkan saya mencatat hari, waktu, hal dan orang yang menerima telpon saya setiap kali saya menghubungi Lippo Bank. Saya share pengalaman ini agar rekan-rekan semakin berhati-hati karena kejadian ini sebenarnya bisa menimpa siapa saja. Defit Kurniawan [EMAIL PROTECTED] "Yesterday we obeyed kings and bowed our necks before emperors. But today we kneel only to truth..." -- Kahlil Gibran
____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
