Salam Bung Budiman, saya juga merasa perlu kehangatan, tetapi kehangatan yang tidak dibangun berdasarkan realita, rasanya cuma ilusi saja.
Di atas kertas realitas, orang berbicara apa adanya. Saling tuding dan ad hominem tidak terelakkan. Meski begitu, melalui diskusi "panas" itu, kadang ada yang menyela dengan melampirkan 'pencerahan'. Kita semua perlu pencerahan. Yah, semoga informasi yang disajikan adalah benar2 terjadi, bukan rekayasa atau upaya pencitraan negatif. Semoga ada keterbukaan dan kedewasaan melalui berproses dalam milis ini. Salam Abdi Christ --- In [email protected], budiman hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Milis ini kok panas banget ya? Panas, sumuk dan gerah rasanya. > Sekarang saya mulai memahami bahwa megurus negara itu pasti susahnya bukan main. Milis sekecil ini aja orang-orangnya sudah sangat beragam. Persamaannya adalah hampir semuanya sangat ofensif. Ada yang sibuk memaki-maki agama. Ada yang menjelek-jelekan negara. Ada yang ngaku diskusi tapi menyerang orangnya. Ada yang fitnah sana-sini sambil bersembunyi dalam kedoknya. Ada yang ngeposting renungan2 kayak pendeta. Ada yang merasa dirinya calon surga dan orang lain calon neraka > > Tapi kalau mereka semua ga ada, milis ini jadi dingin. Enakan mana? Panas apa dingin? mungkin sama-sama ga enaknya. Makanya orang sering bilang "Saya rindu kehangatan..." > > > --------------------------------- > Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. >
