Dalam kasus Smack Down ini, sy tidak ingin menghakimi Lativi. Karena pada dasarnya, Smack Down ini merupakan puncak dari "gunung es" seluruh tayangan kekerasan di televisi. Sy merasa kasus dampak penayangan atau penghentian tayangan Smack Down, adalah sebuah berita kontroversial.
Bagi sy, sumber permasalahan Smack Down dan tayangan kekerasan di televisi kita, bermuara pada fungsi pengawasan dan sanksi hukum. Yang sy tahu, pengawasan ini merupakan kewenangan dari KPI, yg konon, memiliki gigi untuk menerkam pengelola siaran televisi bermasalah. Sy khawatir, "gigi" itu sengaja tidak digunakan, atau mungkin "gigi" itu adalah "gigi palsu" yg dipakai KPI. Akhirnya, KPI takut menggunakan "gigi"nya, karena mungkin mangsanya lebih dan terlalu garang untuk dihadapi. Mudah2an pendapat sy ini keliru. Sekali lagi ini konon lho, benar ato tidak sy belum tahu pasti. Di kantor KPI sendiri ada sebuah ruangan, yang memiliki banyak televisi, sesuai jumlah televisi nasional yg ada. Kabar miringnya lagi, setiap staf KPI di ruangan tersebut, memiliki tugas khusus selama 24 jam, untuk memantau setiap acara siaran televisi. Tapi kok aneh ya, selama ini KPI belum pernah melansir acara di televisi yg mengandung unsur kekerasan seperti Smack Down ini. Lagi-lagi sy kuatir, jangan2 staf KPI cuma bekerja di jam kantor, padahal Smack Down disiarkan jam 10 malam. Smoga analisis sempit ini salah. Ini benar2 prasangka lho. Lembaga sebesar KPI kata orang-orang sudah berbenah diri. Pengurusnya, administrasinya dan program kerjanya muantaaap! Rapat mulai rutin digelar, dan rencana kerja secara bertahap dijalankan. Buktinya, tokoh-tokoh utama KPI selama ini sering bersuara lantang di televisi, radio dan surat kabar. Tapi, kenapa isu Smack Down ini "nyaris tak terdengar" sebelum kasus anak tewas di Bandung tempo hari? Kenapa isu kekerasan sebelumnya, baru sekedar wacana biasa di KPI? Apa benar ya, isu kekerasan di televisi ini, khususnya Smack Down, luput dari pantauan KPI? Wah maap, sy terlalu berprasangka. Yang terakhir, mudah2an boleh lah kiranya sy sedikit seuzon. Kasus Smack Down ini kan cuma "permukaan". Kawan2 sy bilang, masih banyak tayangan kekerasan yg dikemas dalam film asing, sinetron monoton kita, berita kriminal, bahkan di dalam iklan. Repot sekali tugas KPI saat ini. Sy jadi cemas, jangan2 KPI baru bekerja giat, kalo ada laporan dari masyarakat, apalagi didukung pemberitaan pers. Sekali lagi maap sebesar2nya, karena penilaian sy ini benar2 sepihak, tidak dapat dipercaya. salam ketidak-pastian, -js- ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
