Diskusi publik mengenai aksesibilitas, inklusi dan labelling terhadap anak
Diselenggarakan oleh idpnorway bekerja sama dengan PNBAI 06


Dalam rangka memperingati Hari Dunia Menentang Kekerasan terhadap Anak (19
November) dan Hari AIDS Dunia (1 Desember), pemerintah, lembaga PBB dan
Lembaga Swadaya Masyarakat lokal dan internasional akan melakukan
serangkaian kegiatan kampanye dengan tema ”DENGAR ANAK!”

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya perlindungan hak anak termasuk anak yang terpinggirkan seperti
anak jalanan, anak dalam penjara, pekerja anak, dan anak-anak penderita
HIV/AIDS.

Kampanye ini juga akan mempromosikan partisipasi anak dalam proses
pengambilan kebijakan menurut perspektif anak. Tujuan jangka panjang
serangkaian kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas sistem perlindungan
anak demi terbangunnya Indonesia Ramah Anak.

Kampanye yang melibatkan unsur pemerintah dan lembaga swadaya  masyarakat
merupakan dukungan nyata terhadap Program Nasional Bagi Anak Indonesia
(PNBAI) tahun 2006, yang merupakan dasawarsa kedua pengupayaan
perlindungan anak di Indonesia yang melibatkan segala pihak. Untuk itu
perlu adanya kampanye publik yang diharapkan bisa menjadi benih informasi
yang akan menyebar luar.

Sebagai pelaksanaannya, Idpnorway  bekerja samadengan  Kementerian
Pemberdayaan Perempuan, Departemen Sosial, Departemen Pendidikan Nasional,
Unicef, Plan, Save the Children, World Vision, Unesco dan Jaringan Peduli
Anak Jakarta-Bogor, melaksanakan kampanye public di Bandung (Jawa Barat),
Padang (Sumatra barat) dan Payakumbuh (Sumatra Barat)(***)


About TheProgram:


Bandung [West Java], 27th November 2006 -– Accessibility – A Child Rights
Issue’
.
Discussion about accessibility for children with disabilities in regular
schools in Bandung.  Less than 30% of children with disabilities have
access to education in Indonesia.  Many children with disabilities are
denied physical access to buses and other forms of public transportation. 
Despite the legal right to access [since 1997] schools and other public
building are still built without consideration to accessibility – The vast
majority of children with disabilities are thus denied access to education
and an independent lift.  This activity is implemented in co-operation
between IDP Norway and BILiC [Bandung Independent Living Centre]

Padang [West Sumatra], 28th November 2006 – ‘Child Rights and Innovation
within Teacher Education’ –

Roundtable Discussion with Lecturers and Open Lecture for the Students in
the Faculty of Education at the State University of Padang [UNP –
Universitas Negeri Padang].  Discussion about the rights of children
vulnerable to marginalisation and exclusion to quality education in an
inclusive setting – With special focus on children living with and/or
affected by HIV, children from income poor families and children with
different abilities and disabilities.  The relevance of current teacher
education programmes will be discussed with lecturers and students: Are we
preparing teachers for ‘yesterdays’ or ‘tomorrows’ schools?  This activity
will be implemented in co-operation between IDP Norway, UNP Padang, World
Bank, ICRAIS and BILiC - with support from UNESCO, UNICEF, SCUK and World
Vision.

Payakumbuh [West Sumatra], 29th November 2006 - ‘The Disabling Labelling
of Children’

Discussion with children in two primary schools about labelling:  How do
we use labels? Why do we use labels? How does it feel if we are called
names? How can we make our schools more child-friendly and inclusive? How
can we learn to embrace diversity rather than resist it!  This activity
will be implemented in co-operation between IDP Norway, The City of
Payakumbuh [the Mayor’s office], World Bank, ICRAIS and BILiC – with
support from UNESCO, UNICEF, SCUK and World Vision.

For more Information, contact :
Mr. Terje Magnusson Watterdal
Idpnorway Indonesia
Phone: 021-7664105

Shinta Kertasari
Phone: 021-92987122


Kirim email ke