Sama saja Bung,

Negara Sekuler tidak pernah ngurusin agama, itu omongan anda doang. Prakteknya 
jauh dari itu.
Kalau mau aman, justru harus ada interaksi antara warga negara dan 
pemerintahnya. tidak ada perbedaan atupun pembedaan dalam memperlakukan warga 
negara.
Keamanan akan tercipta jika negara juga melindungi warga negaranya, termasuk 
dalam menjalankan ajaran yang diyakininya, bukannya malah mengekang dengan 
berbagai dalih.
Bagaimana bisa, wong belum apa2 sudah curiga duluan?
Di timur tengah kondisinya lain bung, jangan samakan dengan Belanda atau 
negara-negara lain di eropa...buka mata anda lebar-lebar.



----- Original Message ----
From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 30, 2006 9:01:51 AM
Subject: [mediacare] Re: Jawaban untuk Helsing -  Belanda Berencana Larang 
Jilbab









  


    
            

Negara Sekuler tidak pernah akan mengurus atau menciptakan bagaimana

caranya beragama.  Namun janganlah salah, urusan burqa bukan urusan

agama tetapi urusan keamanan.



Pemerintah Belanda tidak urusan dengan agama, tapi berurusan dengan

keamanan dalam memerangi terorisme.  Demikianlah untuk mencegah

berbagai kasus teror yang terjadi di Arab Saudia dan di Kuwait dimana

pelaku2 terornya memakai Burqa untuk menutupi identitas mereka dan

menyembunyikan senapan mesin maupun bomb dibalik Burqa mereka, maka

pemerinta Belanda wajar2 saja melarang Burqa bukan karena kaitan

agamanya melainkan keterkaitan dengan kemanan publik yang menjadi

tanggung jawab negara.



Ny. Muslim binti Muskitawati



--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "RM Danardono HADINOTO"

<rm_danardono@ ...> wrote:

>

> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "helsing744" <helsing744@ > wrote:

> >

> > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "idakhouw" <idakhouw@> wrote:

> > >

> > > Argumentasi Manneke bukannya sudah sangat terang benderang? 

> > > Saya elaborasi lanjut: bila burqa adalah persoalan interpretasi

> > > (sempit) atas ajaran agama, maka biarlah itu jadi urusan

> > > teolog/agamawan Islam mendewasakan (mengutip van Helsing) sebagian

> > > dari umatnya itu; negara tidak berhak mengatur interpretasi

> > > (sekelompok kecil umat) atas ajaran agama. 

> > 

> > << Kalau interpretasi tersebut tidak berdampak negatif atau 

> > berpotensi menimbulkan hal2 yg tidak dinginkan negara, seperti 

> > misalnya soal keamanan, pembauran atau kemajuan kelompok agama 

> > tersebut maka JELAS negara tidak ada hak untuk ikut campur dalam 

> > urusan interpretasi agama tersebut.

> > 

> >

> Saya berpendapat, mbak Ida terlalu jauh dalam menmg-assumpsikan, 

> seolah negara Belanda mau ikut campur masalah keagamaan. Padahal mas 

> Helsing sudah jelas dan gamblang menerangkan.

> 

> Negara Belanda berfasalah sekular. Jadi memisahkan praktik agama dari 

> kehidupan publik. Apa yang baik bagi publik, dus ini berarti bagi 

> kebanyakan penduduk, dilaksanakan oleh pemerintah. Bukan sebaliknya, 

> apa yang baik bagi sekelompok kecil yang mem-bawa bawa masalah agama 

> ke-mana mana, dalam bentuk burqanya, yang dilindungi, masabodoh 

> bagaimana aspirasi kebanyakan warga.

> 

> kalau mbak ida mau membela mati matian HAMNya sipemakai burqa, 

> bagaimana dengan HAMnya yang kebanyakan? Apakah burqa beralsan agama 

> atau tidak, memang bukan urusan negara dan warga Belanda in general. 

> Di wilayah publik ya berperilaku publiklahh..

> 

> Masak sulit memahami argumentasi mas Helsing yang logis gamblang itu?

> Kalau argumentasi bung Manneke sihh asal tembak, menurut saya..

> 

> Salam

> 

> Danardono

>





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;
}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;
}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;
font-family:Verdana;
font-size:77%;
margin:0;
}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;
}
#ygrp-actbar{
clear:both;
margin:25px 0;
white-space:nowrap;
color:#666;
text-align:right;
}
#ygrp-actbar .left{
float:left;
white-space:nowrap;
}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;
font-size:77%;
padding:15px 0;
}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;
font-size:77%;
border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;
}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
padding:2px 0 8px 8px;
}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;
font-family:Verdana;
font-weight:bold;
color:#333;
text-transform:uppercase;
}
#ygrp-vital ul{
padding:0;
margin:2px 0;
}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;
clear:both;
border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;
color:#ff7900;
float:right;
width:2em;
text-align:right;
padding-right:.5em;
}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;
}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;
}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;
}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;
background-color:#e0ecee;
margin-bottom:20px;
}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;
margin:0;
}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;
padding:6px 0;
font-size:77%;
}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;
font-size:130%;
}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;
margin-bottom:20px;
padding:0 8px;
}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;
}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;
font-weight:bold;
color:#628c2a;
font-size:100%;
line-height:122%;
}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;
}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;
}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;
}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;
}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;
}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->








 
____________________________________________________________________________________
Want to start your own business?
Learn how on Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/r-index

Kirim email ke