LAMUNANKU

Memeluknya dari belakang
dan meraup seluruh harum rambutnya
dan menyadari wangi anak telinganya
ketika ia menyelesaikan riasannya dan
kan segera berangkat ngantor
Sesungguhnya ingin selalu memeluk hatinya
 
Mencoba menatap matanya di cermin, 
ternyata ia memejam.
Bertanya sejujurnya,
memahami kondisi yang berbadan-dua:
"Beneran masih kuat masuk kantor?"
 
Tetap memeluknya dari belakang
dengan hati-hati, toh hari masih cukup pagi
dan sama-sama sudah rapi siap berangkat;
kini ia menatap pula di cermin, jawabnya:
"Nggak apa-apa koq".

Lamunanku, di depan lampu merah jalanan
: Malam nanti kami kan bersama lagi. 
Sambil nonton, membahas ilmiah populer satu-dua
masalah. 
Dan sebentar lagi anakku jadi lima, 
sesudah empat belas tahun ini ada empat dari 'yang
pertama'. 
Dan kami baik-baik saja. 
Uniknya, 'yang kedua' ini lebih tua dari 'yang
pertama'.

(Maaf ya kalau puisi di atas rada kacau. Namanya juga
cerpen pendek dan ngarang-ngarang. 
Tapi soal 'dari hati ke hati', dan tulisanku lainnya, 
tentu saja serius).

Tabik,
HI - Jkt.



 
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com

Kirim email ke