Dear friends,
   
  Cuma mau sedikit sumbang ide tentang poligami, mumpung lagi ada isu hanget 
soal Aa Gym. Sebagai salah satu fans Aa, meski saya non muslim, saya agak kaget 
dengan berita Aa kawin lagi. Lagi-lagi ternyata Aa pun seorang manusia biasa yg 
sama dengan saya yg masih suka "plirak plirik" kiri kanan, apalagi kalo ada yg 
"alus-alus". 
   
  Yang masih mengendap di pikiran saya adalah suatu tanya:" Masihkah ada 
gunanya bertanya pada istri kalo kita ingin menikah lagi?" saya mungkin naif 
dan masih butuh banyak pencerahan, karena menurut saya pertanyaan ini adalah 
suatu pertanyaan retoris (tidak butuh jawaban), atau kalo lebih tepat lagi 
disebut sebagai suatu statement yang tidak butuh jawaban. Jawaban sejatinya 
kita sudah tahu, karena perempuan waras manapun, yg notebene tidak melakukan 
kesalahan apapun, bahkan sudah terhitung melakukan semua yang terbaik buat sang 
suami, termasuk melahirkan dan merawat anak-anak; masih diberikan satu 
pertanyaan " Mamah..bolehkah akang menikah lagi?". Bagaimana kalau jawabannya 
"Tidak Boleh"?. Sebenarnya saat pertanyaan itu dimunculkan, meski kegiatan 
menikah lagi belom dilakukan, saat itu hati perempuan manapun pasti sudah 
hancur berantakan. Dilihat dari sudut batiniah manapun, hal ini tetap tidak 
masuk akal, kecuali..kecuali..ada kekurangan fatal dari sang istri yang sangat
 sang istri berikan pada suaminya namun tidak mampu.Tetapi sekali lagi, dari 
kebanyakan kasus yang terjadi, bukan hal ini yang terjadi, semua lebih 
dikarenakan karena manusia selalu sulit mengendalikan nafsu ingin lebih. 
   
  Aa mungkin tidak menyadari (atau sadar) bahwa tindakannya ini telah menjadi 
suri tauladan bagi para lelaki (muslim / non)  lainnya. Saat keinginan 
berpoligami terjadi rasanya, syarat untuk berlaku "adil" dalam poligami atau 
syarat "mampu" sudah tidak bisa dibilang obyektif lagi; karena biasanya begitu 
"nafsu" yang berkuasa rasanya kok bisa "adil-adil" saja atau perasaan bahwa 
"memang mampu secara ekonomi". Di penutup acara konferensi pers di sebuah 
infotainment, Aa sempat berpesan meski singkat .." ini bukan berarti poligami  
bisa dilakukan sembarangan, tapi harus dengan syarat-syarat.." Yah, mungkin 
itulah nasehat petuah Aa Gym yang mungkin akan jadi pepesan kosong belaka. 
Meski tidak se"menggelikan" Rhoma Irama dengan parodi kawin cerainya dengan 
seorang artis pendatang baru (dulunya sebelum ada gosip tidak dianggap), 
seperti film-film nya yang juga tidak bermutu di tahun 80-90an. 
   
  Secara keseluruhan saya tidak menyalahkan Aa Gym, karena toh dia hanya 
manusia biasa. Kalau dia sudah mau cukup jujur mengakui semua ini, dan saya 
yakin dia paham betul akan konsekwensi tindakannya terhadap citra diri dan 
eksistensi jajajan bisnisnya, saya yakin beliau masih ada niat baik. Sekedar 
pertanyaan yang menggelitik batin saya, kalo si laki-laki boleh bertanya " 
Mamah..bolehkah akang menikah lagi..?" , maka jika diikhlaskan dengan tulus, 
sang istri akan mendapat balasan berupa surga dari Tuhan kelak, maka apakah 
akan sebaliknya juga jika ada perempuan yang bertanya " Papah...boleh nggak 
mamah kawin lagi?" apakah balasan bagi laki-laki yang mengikhlaskan keinginan 
istrinya untuk berpoliandri adalah surga juga? Kalo tidak ada iming-iming 
apapun rasanya gak adil donk? hehehehe....lagi-lagi tentang "keadilan". 

darmael <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kenapa kita harus meributkan A'a Gym? Mau nikah lebih dari 2 kalipun 
sebenarnya bukan masalah besar bagi kita. Yang masalah besar adalah 
kalau kita yang melakukannya, apakah sanggup untuk bersikap adil? 

Sebab kita akan menjadi apa yang kita fikirkan! Kita tidak baik 
menjadi orang lain. Termasuk untuk mencontoh A'a Gym. Biarlah itu 
menjadi refrensi hidup tentang bentuk keadilan dalam rumah tangga. 
Paling tidak, akan muncul sebuah kisah tentang bagaimana keadilan 
bisa dibangun dengan berpoligami. 

Ya, kita akan menjadi apa yang kita fikirkan!

salam,

--- In [email protected], guritno pamulang <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> GODAM MENYAMBER TUNGLISAN DI BAWAH INIH,
> 
> hehehe,mas gedehc,tunglisanmu penuh dengan basa nan basi,
> 
> cungkup linghay untuk membela dan memuliaken sang kiai ganteng 
ituh.
> 
> Namun DAKU CUMAN MENGAJUKEN SARAT KEJUJURAN hajah,
> 
> Saat kalian INGIN BERKILAH KILAH TENTANG PULIGAMIHANNYAH 
> 
> DEN AA TERSAYANG.
> 
> Bahuwa justru YANG NAMANYAH NAPSUH SAHWAT ituh,
> 
> ADALAH SATU MUNGSUH MANUNGSA YANG DATENGNYAH
> 
> DARI DALEM KOLBUNYAH SENDIRIH.
> 
> Mangka dalem menanggepin BEPULIGAMIHNYAH KIAI AA INIH,
> 
> daku MEMBERIKEN JUDUL, 
> 
> BANGKRUTNYAH MANAJEMEN KOLBU AA GYM.
> 
> bukankah dalem hindu,budah,DIAKUIN BAHUWA DATENGNYAH
> 
> MALAPETAKA SAMSARA ITUH OLEH KERANA NAPSU KEINGINAN?
> 
> dan sak-urang yang berpuligamih,KUDULAH SANGGUP MENJAWAB
> 
> PERTANYAKAN NAN JUJUR.
> 
> Bukankah kerana napsu si Kelik kecil kucrit ituh,
> 
> YANG MEMBUATMU MENINGKAHIN PEREMPUAN LAENNYAH?
> 
> Sakbenernyah, CUMAN KEJUJURANLAH YANG DAPET
> 
> MEMBERIKEN JAWABAN YANG JELAS JEMELAS.
> 
> yaituh ORANG BERPULIGAMIH ADALAH LANTARAN NAPSU SAHWATNYAH.
> 
> Dan tamtu disinihlah,
> 
> PENINGLAEAN LUHUR KEPADA MANAJER KOLBU NAN SEJUK INIH
> 
> JADI JEBOL, AMBURADULAN.
> 
> lah..PIGIHMANA SANG KIAI GANTENG INIH, MAOK
> 
> MENGAJARKEN TENTANG KEPERKASAHAN MENGALAHKEN DIRI SENDIRI?
> 
> KERANA DIRINYAH SENDIRI, TERNYATA TAK MAMPU MENGALAHKEN
> 
> NAPSU TITITNYAH YANG MENGUASAIN KOLBUNYAH?
> 
> JADI BUTHEK KERANA NAPSU SAHWATNYAH?
> 
> padahal AAgym tamtunyah, enggak mungkin enggak nyaho,
> 
> ADA LAGU SUNDA YANG TERKENAL 
> 
> YANG DINYANYIKEN ANAK KAMPUNG SAMPE ANAK NINGRATNYAH.
> 
> yaituh TONGTOLANG NANGKA, KAWINAN BAPA
> 
> POE SALASA TEU BEJA BEJA,
> 
> DUH ADUH BAPA, TEUNGTEUINGEN KA EMA
> 
> BAPA TEH SUKA SUKA, EJEUNG NU NGORAH????
> 
> Satu lantunan Abadi dari sak-urang anak Sunda,
> 
> Kutika bapaknyah begajulan MENINGKAH LAGIH.
> 
> ituh jadi lagu populer, bagaeken ajan pagi,sore dan lohor.
> 
> lalu memang yang alesan yang kaduapun,
> 
> daku udah ungkapken,
> 
> BAHUWA SAK URANG AJENGAN ATAWA ULAMAK,
> 
> dari sakgalah ugamak, JINGKALAO UDAH IDUP DALEM
> 
> KELIMPAHAN HARTA BENDA.
> 
> mangka manungsa rohani ituh,sakbenernyah UDAH MENJUAL DIRINYAH
> 
> KEPADA KEDONIAWIAN.
> 
> Dan sakbenernyah KESUCIAN KOLBUNYAH,
> 
> TAK MUNGKIN DAPET DIPERCAYAH LAGIH.
> 
> dimana ada hartamu, disituhlah atimu berada!!!!
> 
> APAH LAGIH JINGKALAO ULAMAK ITUH HOBINYAH DAGANG??
> 
> weleh weleh, TAIK KUCINGLAH BERBICARAK YANG ROHANI2.
> 
> ituh sama jugak dengen berbinih dua,
> 
> TAIK KUCING PULAKLAH, BISAK MEMBAGI KASIH DENGEN
> 
> RATANYAH.
> 
> Khan kiai super rohani inih jugak,
> 
> PASTILAH LEBIH EDAN EDANAN, MENGKELONIN TETEH RINI
> 
> YANG TINGKAT KETINGGIANNYAH 170 DERAJAT ITUH.
> 
> dimana mister AAgym, bisak terjun bebas dengen penuh gairah,
> 
> KERANA MAKLUM AJAH, BONEK BARUNYAH LEBIH KENCENGAN LAGIH?
> 
> SATU SINISME, yang sunglit kalian hindarken,
> 
> BAHUWA PERPULIGAMIHAN, CUMANLAH MENUNJUKKEN
> 
> bahwa NAPSU YANG MENGUASAIN KOLBU ITUH
> 
> MEMANG LEBIH PERKASAH DARI PADA SAK URANG KIAI AHLI DAI
> 
> NOMER SATU ITUH!!!
> 
> Lalu pigihmana, kalian bisak menjadi panutan orang beriman?
> 
> KUTIKA KALIAN BEGITUH MANIAKNYAH MEMAMERKEN KE ESAAN ALLOH
> 
> YANG ENGGAK PERNAH EKSIS.
> 
> Padahal dengen bini YANG NAMPAK HAJAH..KALIAN ENGGAK
> 
> SANGGUP MENYATAKEN CINTA KASIHMU SAMPE MODIAR??
> 
> khan..ke Esaan Allohpun jadinyah ternodaken oleh kerana napsu 
sahwat
> 
> kiai yang akirnyah BERPULIGAMIHAN?
> 
> 
> gedehc <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bakda Subuh, Jumat 1 Desember 2006, saya menyimak radio 
MQ FM Bandung.
> Ada seorang ibu yang menelepon dan mengutarakan ketidaksetujuannya
> atas poligami yang dilakukan Aa Gym. Saya sempat kaget 
mendengarnya.
> Aa Gym menikah lagi? Saya belum tahu berita ini. Tetapi dari nada
> suaranya, ibu itu pun masih ragu-ragu apakah Aa Gym betul-betul 
sudah
> menikah lagi ataukah sekadar gosip.
> 
> Terlepas dari betul tidaknya berita itu, sebab Aa Gym tidak
> tegas-tegas membantahnya, saya lantas membuka komputer dan menulis
> tentang poligami ini.
> 
> ***
> 
> Adakah perempuan yang mau dipoligami? Bertolak dari sisi psikologis
> manusia, khususnya perempuan, saya yakin tak seorang perempuan pun 
mau
> berbagi suami dengan perempuan lainnya. Mereka ingin memonopoli
> suaminya. Jangankan perempuan zaman sekarang, zaman ketika berembus
> angin kesetaraan jender di semua segi kehidupan, pada masa Nabi
> Muhammad pun itu terjadi. Malah pernah muncul di keluarga nabi 
akhir
> zaman itu. Kisahnya bergini. 
> 
> Aisyah pernah dibakar api cemburu sehingga ia berkata, "Khadijah
> lagi... Khadijah lagi... Seperti tak ada perempuan lain saja."
> Mendengar ujaran itu, Muhammad lantas pergi. Selang beberapa waktu,
> Beliau kembali lagi. Pada saat itu ibunda Aisyah, yaitu Ummu Rumman
> sedang ada di sana. "Wahai Rasulullah, ada apa engkau dengan 
Aisyah?
> Ia masih sangat muda dan selayaknya engkau maklumi."
> 
> Muhammad lantas mendekat dan memegang dagu Aisyah seraya berkata,"
> Bukankah engkau yang berkata seolah-olah di dunia ini tak ada lagi
> wanita selain Khadijah?"
> 
> "Tapi untuk apa engkau mengingat-ingat perempuan tua itu yang ujung
> mulutnya sudah merah padahal Allah sudah menggantinya dengan yang 
lebi
> baik bagimu?"
> 
> "Demi Allah, Dia tak pernah mengganti dengan yang lebih baik 
daripada
> Khadijah. Ia beriman ketika semua orang mendustakanku. Ia bagikan
> hartanya ketika yang lain menahannya. Ia memberiku anak tetapi yang
> lainnya tidak."
> 
> Andaikata Khadijah masih hidup dan bermadukan Aisyah, kira-kira apa
> yang bakal terjadi? Terhadap madu-madunya yang lain pun, seperti
> Shafiah dan Ummu Salamah, Aisyah cemburu. Artinya, perasaan cemburu
> itu pasti ada pada setiap perempuan. Hanya saja, ada yang mampu
> mengendalikannya, ada yang tidak.
> 
> ***
> 
> Sebagai muslim, saya yakin Aa Gym pun ingin lebih banyak beribadah.
> Tak hanya ibadah ritual (mahdhah) tetapi juga ibadah sosial
> (ghair-mahdhah). Itu sebabnya, lewat berbagai perusahaan yang
> dimilikinya, Aa Gym sudah membuka ribuan lapangan kerja. 
Perusahaannya
> membentang mulai dari percetakan, penerbitan, toko buku, 
penginapan,
> radio, televisi, biro travel dan KBIH, training sampai air minum
> kemasan bermerek MQ Jernih. Ada lagi yang lainnya, tetapi saya 
tidak
> hafal semua.
> 
> Ketika Aa Gym sudah mampu melaksanakan ibadah ritual dan sosialnya 
dan
> bahkan nilainya jauh di atas rata-rata orang sekarang, barangkali 
Aa
> Gym pun ingin beribadah lainnya. Salah satu bentuknya ialah menikah
> lagi. Bukankah Allah Swt mengizinkan lelaki memiliki istri lebih 
dari
> satu dengan jumlah maksimum empat orang? Apalagi kalau istri
> pertamanya setuju. Bagaimana relung hati terdalamnya, apakah Teh 
Ninih
> setuju? Untuk hal ini, yang tahu hanyalah Allah dan yang 
bersangkutan.
> Yang bisa dinilai adalah tampak luarnya, yaitu lewat kata-kata dan
> sikapnya. Jika dua hal ini sudah menampakkan gejala setuju maka tak
> ada alasan lagi orang lain berburuk sangka. Bahwa ada sebersit rasa
> tak setuju atau cemburu, sebagai manusia biasa tentu bisa 
dimaklumi.
> Jika yang ada berupa rasa bahagia mendapatkan "teman" baru untuk 
suami
> tercintanya, ini tentu menjadi nilai plus yang balasannya, menurut
> Islam, adalah jannah atau surga. 
> 
> Bagaimana dengan protes dari masyarakat, terutama kaum perempuan? 
Ini
> pun bisa dimaklumi. Sebab, mereka protes karena di lubuk hati
> terdalamnya takut suaminya ikut-ikutan berpoligami. Aa Gym sudah
> diproklamasikan sebagai figur publik. Apapun yang dilakukannya akan
> mendapatkan banyak sorotan dan akan dicontoh. "Dicontoh" atau 
diikuti
> oleh lelaki lain inilah yang dikhawatirkan oleh ibu-ibu rumah 
tangga.
> Malah tak heran ada ibu rumah tangga yang rela suaminya "membeli 
sate"
> saja daripada harus "memelihara kambing" di rumahnya. Pernah 
tersiar
> kabar, ada istri yang mencarikan perempuan perawan untuk "digauli"
> oleh suaminya demi maksud-maksud yang berbau mistik. Ada juga istri
> yang mengizinkan suaminya membawa perempuan ke rumahnya asalkan 
tidak
> dinikahinya sehingga harta suaminya tak harus dibagi dengan 
perempuan
> itu. 
> 
> Ada juga ibu-ibu yang protes dan mengatakan bahwa poligami membuat
> perempuan menderita dan tidak adil. Mereka yakin poligami akan
> menghancurkan keluarga dan membuat anak-anak kucar-kacir. Rupanya
> mereka lupa bahwa betapa banyak orang yang monogami juga hancur 
rumah
> tangganya. Ada artis yang memang monogami tetapi dia sudah
> berkali-kali kawin-cerai. Ada artis yang rumah tangganya sarat 
dengan
> selingkuh dan bahkan sengaja saling selingkuh-menyelingkuhi agar
> pasangannya kesal dan marah. Begitu pun orang-orang biasa, dari
> kalangan bukan artis, banyak juga yang hancur pernikahannya padahal
> monogami. 
> 
> Jadi, hancur tidaknya rumah tangga itu tidak disebabkan oleh status
> pernikahan yang mono atau poligami. Tak sedikit yang berpoligami
> tetapi rumah tangganya justru aman-aman saja dan tampak akur rukun.
> Yang monogami malah sering berantakan dan ditayangkan di televisi. 
Ada
> monogami yang tampak awet, tetapi sebetulnya mirip bara dalam 
sekam.
> Mereka tak ingin kekalutan rumah tangganya diketahui oleh orang 
lain
> karena menjadi figur publik, pejabat, atau orang-orang yang 
memiliki
> massa. Mereka bermain sandiwara atau "sinetron". 
> 
> ***
> 
> Hari ini, 1 Desember 2006 adalah peringatan Hari AIDS Sedunia. 
Sindrom
> ini sudah meluas ke semua tempat dan makin parah. Penderitanya 
makin
> banyak. Salah satu sebabnya adalah seks bebas, baik dengan pelacur
> maupun dengan pacar, teman, dll. Yang perlu dicatat, perluasan AIDS
> tak bisa ditahan dengan penggunaan kondom. Kampanye kondom justru
> berbalik menjadi bumerang dan membentuk image di otak remaja kita
> perihal pembolehan seks bebas asalkan memakai "sarung" itu. 
> 
> Memang, untuk kasus HIV/AIDS lantaran tertular dari tranfusi darah,
> kelahiran bayi, atau kejadian lain yang bukan perilaku amoral, saya
> juga prihatin. Kasihan sekali mereka kena HIV/AIDS padahal tak 
berbuat
> buruk. Kejadian buruk yang menimpa mereka mudah-mudahan dapat
> menghapus dosa-dosanya. Mau tak mau, demi mengurangi tingkat stres
> penderitanya, anggaplah itu sebagai takdir yang mesti dilalui.
> Keikhlasan seperti ini akan lebih bermanfaat daripada marah dan
> menyesali diri. Begitu pun yang menderita AIDS karena seks bebas 
dan
> narkoba, tak perlu lagi berkeluh-kesah. Tinggal tobat dan menyesali
> perbuatan buruk selama ini dan terus mohon ampun kepada Sang 
Khalik.
> Soal mati, tak perlulah takut. Sebab, kalau belum waktunya, mati 
itu
> takkan terjadi. Bahkan banyak orang sehat yang berotot lebih dulu 
mati
> ketimbang orang yang sakit parah. 
> 
> Jika dikaitkan dengan AIDS, maka poligami dapat mencegah potensi
> perluasan AIDS akibat "jajan" sembarangan dan berdosa dari sudut
> pandang agama apapun. Sebaliknya, apabila poligami dilaksanakan 
dengan
> niat ibadah, sang istri juga menerima dengan niat ibadah walaupun
> berat seperti kasus Aisyah di atas, maka pahalalah yang diperoleh.
> Lagi pula, tak satu agama pun mengizinkan umatnya berzina, kecuali
> sekte-sekte sesat yang pernah ada di Amerika Latin, Amerika Serikat
> dan Skandinavia. 
> 
> Akhir kata, saya pun bertanya kepada salah satu guru saya, yaitu Aa
> Gym. "Aa, betulkah sudah menikah lagi?" Sampai artikel ini di-
upload
> di- http://gedehace.blogspot.com/2006/12/istri-kedua-aa-gym.html, 
saya
> memang belum tahu perihal itu. Saya hanya berdoa, ya Allah 
berikanlah
> yang terbaik untuk Aa Gym dan jadikan keluarganya sakinah. Aamiin.*
> 
> Gede H. Cahyana
> http://gedehace.blogspot.com
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
>



         

 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke