Setuju sekali. semoga orang tua zaman sekarang sudah harus mulai
mengubah cara pandang dan pendidikan bagi anak2nya, baik anak laki
maupun anak perempuannya.

Yang sulitnya ya itulah. Ustad2 model aa gym ini yang banyak merusak
moral dan mental muda mudi kita dengan ceramah2nya menghalalkan
poligami dengan ayat2 pelintiran alquran.

Sangat mengesalkan kalau dengar ada wanita yang lemah dan nyerah
dipoligami. Salut pada ibu Fatmawati yang rela meninggalkan harta
dan ketenaran sebagai first lady karena harga dirinya lebih penting
daripada segalanya. barusan baca dimana yah mengenai perbandingan
teh Ninih dengan ibu Fat ini?


--- In [email protected], dhaniar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Masalahnya, perceraian bagi perempuan bukanlah hal
> yang mudah. perempuan indonesia dari kecil tidak
> dibiasakan untuk hidup mandiri dan mengambil keputusan
> sendiri. belum lagi buruknya cap janda yang melekat
> pada seseorang. seorang janda selain harus memikirkan
> anak2nya juga harus siap selalu mendapat pandangan
> sinis dan cemoohan dari lingkungannya, bahkan dari
> sesama perempuan.
>
> saya dapat membayangkan perempuan model teh nini yang
> kemungkinan besar oleh suaminya sudah diindoktrinasi
> bahwa seorang istri harus nurut 100% kpd suami, tidak
> boleh memiliki hak atas tubuhnya sendiri, tidak boleh
> ini, tidak boleh itu. teh nini pun pasti tidak dapat
> membayangkan hidupnya tanpa suami, makanya ia terpaksa
> merelakan suaminya poligami.
>
> makanya, menurut saya, langkah pertama, perempuan itu
> harus mandiri secara finansial. jangan meninggalkan
> karir hanya untuk pernikahan. kalau suami menuntut
> perhatian lebih untuk anak2, katakan saja itu tanggung
> jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab ibu.
>
> say no to poligamy!!
>
> salam,
> dhaniar

Kirim email ke