Betul, mengampuni bukan pekerjaan yang gampang perlu mengorbankan
perasaan sendiri.

Tapi ingat, kalo tidak mengampuni justru jauh lebih berat lagi karena
gimana harus membalasnya ????  Jauh lebih susah karena bukan cuma
perlu mengorbankan perasaan tapi bisa mengorbankan jiwa sendiri
sementara pembalasannya belum tentu berhasil dilaksanakan.

Jadi tak perlu mengagumi pengampunan karena pengampunan itupun
sebenarnya bukanlah pilihan tapi karena tidak ada lagi pilihan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








--- In [email protected], crhistian contol
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya rasa masalah seperti ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Saya
sendiri penganut kristen. Tapi tidak terlalu bangga membaca dan
mendengar berita semacam ini. Karena sebuah keyakinan bukanlah untuk
memperolok orang lain. Kalau saudara Tumpal mengatakan pihak Muslim
tak bakalan melakukan hal yang sama, itu sudah berarti
menjelek-jelekkan agama lain. Apa gunanya kita bangga dengan agama
kita kalau juga untuk menghina semacam ini? Mestinya kita juga belajar
dar sejarah. Karena manusia di bumi ini sudah capek berperang demi
agama. Dulu, ratusan tahun --hingga sekarang-- kita selalu dicekokin
untuk memerangi agama Islam. Hanya diawali oleh perang salib yang
dikobarkan Sri Paus. Itu jelas salah. Karena bila kita pelajari lagi
Injil, tak satu pun kita diperintahkan untuk berperang dengan orang
Islam atau pun lainya. Itu hanya perintah sang Paus semata. Jadi
janganlah kekacauan dan ketidakbergunaan seperti itu terulang lagi.
Karena tidak satupun pihak yang diuntungkan karenanya. 
> 
> Tumpal S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            Saya mengagumi pengampunan
yang diberikan keluarga korban meski masih sulit bagi saya untuk
memahami bagaimana mereka bisa mengampuni orang yang telah menyembelih
buah hati mereka dengan cara yang lebih sadis dari menyembelih hewan.
Luar Biasa.!!!!! Puji Tuhan.pertanyaan saya cuma satu; jika hal ini
terjadi pada pihak yang lainnya ( pihak muslim), mampukah mereka
mengampuni? atau sekedar tidak membalas. karena mengampuni bukanlah
pekerjaan kasih yang pasif, mengampuni adalah tindakan kasih yang
aktif. Tapi percuma saya jelaskan hal ini, kalau yg ada hanya semangat
untuk membantai mereka yang berbeda keyakinan. 
>   
> 
> Jereweh Sumbawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>         Kalau semua umat manusia mampu mengampuni orang, maka tidak
ada perselisihan antara agama.
>   Itulah kasih yang telah diajarkan ke umatnya, dan hukum manapun
tidak ada yang menentangnya.
>  
>   Peace
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Don Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Nov 29, 2006 8:14 PM 
> Subject: [mediacare] Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal
Mengampuni Pembunuhnya
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] ,
[EMAIL PROTECTED], [email protected],
[EMAIL PROTECTED] 
> 
>  
>               Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal Mengampuni
Pembunuhnya
>   
>    
>   Wednesday, Nov. 22, 2006 Posted: 2:54:58PM PST KRISTIANI POS
>   
>   Para orangtua tiga siswi Kristiani yang dipenggal oleh militan
Muslim di Poso, mengatakan mereka mengampuni pembunuh anak perempuan
mereka dalam sebuah pertemuan dengan tiga militan dan orangtua mereka
hari Minggu lalu. 
> 
> Hasanuddin, yang masih disidang atas kejahatan tersebut, memohon
pengampunan dari orangtua korban pada pertemuan yang diadakan polisi
setempat. Ia berulangkali mengatakan penyesalan dan mengekspresikan
kepiluan yang dalam bersama dua kawannya, Irwanto dan Haris. 
> 
> Seorang ibu dari salah satu korban mengatakan sambil menangis bahwa
dia mengampuni mereka atas perbuatan salah mereka. Sebagai tanda
perdamaian, militan Muslim dan keluarga Kristiani itu berjabat tangan
dan memeluk satu sama lain, lapor Asia News. 
> 
> Kepala Polisi Sutanto berkomentar bahwa pertemuan antara dua pihak
merupakan momen yang bersejarah, memberikan kesempatan kepada keluarga
korban dan pembunuh untuk "membagi prasaan mereka yang mendalam dan
mencari pengampunan." 
> 
> Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pertemuan itu akan membuka pintu
bagi kedamaian di Poso.
> 
> Hasanuddin, Irwanto dan Haris telah mengaku bersalah atas tuduhan
pembunuhan tiga siswi tersebut. Mereka bisa menghadapi hukuman mati
jika terbukti bersalah. 
> 
> Ketiga korban, Theresia Morangke, 15, Alfita Poliwo, 17, dan Yarni
Sambue, 15, diserang dan dipenggal dalam perjalanan menunju sekolah
Kristiani swasta tempat mereka belajar pada Oktober 2005.
> 
>  
>   
> Maria Mackay
> Koresponden Kristiani Pos
> 
>     
> ---------------------------------
>   Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful
email and get things done faster.   
>   
>   
>   
> 
> 
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful
email and get things done faster.  
> 
>          
> 
>               
> ---------------------------------
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
terhadap spam. 
>  http://id.mail.yahoo.com/
>               
> ---------------------------------
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
terhadap spam. 
>  http://id.mail.yahoo.com/
>


Kirim email ke