dari milis sebelah... /R
----- Original Message ----- From: azhari rahman Rekan Moderator mohon dimuat, untuk pembelajaran; Oknum Pegawai Negeri tak Bertanggungjawab (Tabrak Lari Inova Hitam Plat Merah B 1922 VQ) Kejadian ini menimpa mobil kami yang kendarai isteri saya pada hari Senen Sore tanggal 4 Desember 2006, kurang lebih jam 16:50 WIB di depan kantor saya Jl. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Rincian kej! adian yang diceritakan ulang oleh isteri saya dan diperkuat/ disaksikan Satpam kantor sebagai berikut: Seperti di hari-hari kerja biasa di kantor - untuk menghemat biaya transportasi - mobil kami selalu dibawa oleh isteri saya dan diparkir di kantornya di kawasan Jl. MH Thamrin - Jakarta, waktu berangkat kerja, lokasi kantor saya dilewati duluan jika ingin menuju kantor isteri saya dari rumah, demikian juga sebaliknya jika pulang. Dan kebetulan jam pulang isteri saya lebih dulu dari saya, sehingga cara ini selain bisa menghemat juga tidak menggangu jam kerja kami masing-masing. Di hari nahas itu, isteri saya sudah sampai di depan kantor saya lebih kurang jam 16:50 (10 menit sebelum saya keluar kantor), dia memberhentikan mobil persis di mulut gerbang masuk ke kantor saya dan sekaligus pada posisi jalan keluar Hotel Cipta. Tiba-tiba mobil kami diserempet dari belakang oleh mobil dinas tersebut diatas, dan isteri saya spontan keluar untuk memeriksa. Pada awalnya mobil inova yang menabrak ini memperlambat kecepatannya seperti ingin berhenti, tapi saat isteri saya sudah berada di luar mobil ia malah tancap gas. Orang-orang di sekitar tempat kejadian tersebut pada geleng kepala dengan tingkah polah oknum ini. Oknum pegawai negeri (berbaju dinas warna coklat) separobaya berkepala agak botak ini mengendarai mobil dinas tersebut didampingi seorang wanita yang kemungkinan juga pegawai negeri (karena mengenakan seragam yang sama) sepertinya lagi tergesa-gesa keluar dari area hotel Cipta tersebut (Ngapain ya pegawai negeri sore-sore keluar dari area hotel berduaan), kalau dikatakan suami isteri kok bersikap demikian? Agar kejadian seperti ini tidak menjadi contoh buruk di tengah zaman dengan kejadian yang aneh-aneh yang menimpa para abdi Negara, makanya kejadian ini kami angkat ke publik. Dan kami harapkan oknum tersebut bisa memper-tanggungjawabkan "kebodohannya" tersebut pada kami. Bagi kepala satuan kerjanya (atasannya; ka dinas atau bosnya) agar bisa memberikan sanksi yang sepatutnya terhadap oknum ini. Kami menunggu respon yang sepantasnya dari oknum tersebut di nomor saya (Azhari - 0816 1880 313), jika setelah seminggu surat ini kami publikasikan tidak ada respon, maka kami akan mencari tahu mobil tersebut melalui Polda, dan Instansi tempat yang bersangkutan berdinas juga akan "terbawa", karenanya Mudah-mudahan tidak banyak oknum bermental seperti ini yang ikut mengelola negara kita, Amien Horamt kami, KELUARGA KORBAN .
