> "abdi christ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Apakah iman kepada Tuhan juga hanyalah angan2? Orang Ateis pun > memiliki iman, yakni iman yang sangat kuat bahwa Tuhan tidak ada. > Mungkin anda pun memiliki iman, yaitu iman yang sangat meyakini > bahwa Tuhan adalah angan2 belaka. Yang akhirnya iman itu membawa > anda pada ketidakbutuhan akan Tuhan. >
Keyakinan memang Kepercayaan dan kepercayaan memang angan2, namun angan2 bukanlah keyakinan. Silahkan baca tulisan2 saya secara lengkap, saya tidak pernah sekalipun menyatakan bahwa angan2 itu tidak dibutuhkan, justru dalam banyak tulisan2 saya justru membuktikan bagaimana manusia sangat membutuhkan angan2. Semua hiburan yang anda nikmati adalah memprovokasi angan2 anda. Contohnya filem di theater ataupun dalam DVD. Adakah filem superman itu merupakan realitas??? bukan tentunya filem superman contoh jelas bahwa filem ini angan2 yang dijual baik dalam bentuk DVD, dalam bentuk buku, dalam bentuk filem dibioskop, dll. Semua ilmu pengetahuan yang berkembang sekarang dimulai dari angan2 yang kemudian berubah jadi realitas, dan angan2 yang punya potensi berubah jadi realitas kita namakan "idea" bukan lagi angan2. Agama bukanlah idea karena tidak pernah menjadi realitas sehingga tidak mungkin kita namakan "idea" melainkan "angan2". Banyak orang yang percaya gelang akar bahar bisa menyembuhkan rhematik, dan saya yang juga menderita rhematik ternyata sembuh dengan memakai gelang akar bahar. Tetapi setelah saya periksa ke RS, terbukti penyakitnya masih ada tidak pernah sembuh, hanya karena kepercayaan saya dari alam bawah sadar saja yang menyebabkan terasa se-olah2 sembuh padahal tidak sembuh. Pengaruh kepercayaan ini kita namakan suggestive, setiap orang bisa disuggestive melalui hipnotis dan cara inilah yang sekarang banyak digunakan ilmu kedokteran untuk mengurangi penderitaan. Semua ini berasal dari angan2. Jelas kesimpulannya, kepercayaan dari angan2 sangat dibutuhkan manusia karena dengan kepercayaan kita semua bisa menciptakan kebahagiaan yang kita bagi kepada semua baik yang percaya ataupun yang tidak percaya. SAYANGNYA, KEPERCAYAAN DALAM SEMUA AGAMA HANYA MEMBAHAGIAKAN MEREKA YANG PERCAYA DAN MENIMPAKAN SEGALA MALAPETAKA DAN KUTUK SERAPAH KEPADA MEREKA YANG TIDAK PERCAYA. Demikianlah dengan HAM dan Demokrasi, kita menjadikan agama kepercayaan bukan lagi sebagai hal yang harus anda percaya, melainkan sebagai institusi yang mengharmoniskan hubungan antar manusia dalam rangka mendistribusikan kebahagiaan yang sama baik kepada mereka yang percaya maupun kepada mereka yang tidak percaya. Meskipun kita tak perlu harus percaya agama, tak perlu percaya Tuhan, tak perlu berdoa, tapi juga tak perlu anti-agama. Hari ini kita tak percaya Tuhan, tapi kita boleh berdoa dan percaya Tuhan sewaktu sakit agar bisa lekas sembuh karena dengan percaya maka pengobatan ala akar bahar diatas bisa anda manfaatkan. Tuhan, Allah, atau Dewa2 tidak beda dengan akar bahar yang saya contohkan diatas. Ingat, ajaran agama sangatlah bahaya karena hasilnya adalah terorisme. Oleh karena itu dengan kesadaran dan pemahaman arti kepercayaan sebagai angan2, saya harap anda bisa sadar bahwa angan2 janganlah mencelakakan orang lain, janganlah membakar gereja, janganlah membakar mesjid, janganlah memperkosa amoy2, dan jangan melakukan jihad teror bomb. Cukuplah angan2 anda gunakan untuk kesembuhan, kebahagiaan, dan hiburan yang menggembirakan bukan malah menimbulkan dendam turun temurun. Ny. Muslim binti Muskitawati.
