Mbak atau Mas Wreddyya yang baik. Saya memang suka nonton TV, tetapi kecenderungan masyarakat mulai tak risih dengan TTM bukan sekedar saya dapat dari TV, melainkan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan saya, di Pekanbaru yang notabenen melayu dan mestinya islami, hal itu sangat mudah ditemukan.
Di RT saya saja, yang dekat dengan masjid sudah tak terhitung anak gadis yang hamil sebelum nikah. Juga sampai ada tempat kos campur aduk cowok n cewek. Saya sudah sampaikan pada pak RT agar itu ditertibkan, tapi tak ada reaksi. Masyarakat menganggap hal itu sudah lumrah. Tak lagi tabu, apalagi nista. Pertanyaan Anda, mengapa hanya pria boleh, sementara wanita tak boleh poliandry? Sederhana saja, jika pria punya istri lebih dari satu, jelas siapa bapak bioligis anak dalam rahim ibunya, sementara jika Anda punya suami lebih dari satu, andai hamil, yakinkan Anda siapa ayah biologis janin itu. Lagi pula, saya tak bisa membayangkan jika ada dua suami yang harus berantem dulu sebelum menggauli istrinya. hehehe tabik --- wreddya hayunta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yang saya agak bingung kenapa soal poligami selalu > dibandingkan dg > selingkuh? Dua-dua nya beda loh. > > Orang yang akan poligami tentu akan mencari > pembenaran, kata mereka > itu lebih baik daripada selingkuh. Tapi pada > dasarnya keduanya > berbeda. Poligami seharusnya dibandingkan dengan > poliandri. > > Mas Ahmad Su'udi kurang tepat jika TTM dianggap > sebuah kewajaran. > Setahu saya di masyarakat Indonesia, hal tersebut > kalau ketahuan > tetap akan menjadi sejenis nista bagi yang > bersangkutan. Kalau anda > terlalu banyak nonton TV, memang kesannya TTM itu > diwajarkan. Tapi > dunia kita bukan hanya TV. Dalam kehidupan > sehari-hari TTM masih > dipandang jelek. Ada semacam kesan tidak jujur dari > TTM. > > Sedangkan poligami dimensinya lain lagi. Pertanyaan > tentang poligami > biasanya seputar kekuasaan lelaki. Orang yang > menolak poligami akan > bertanya apakah betul lelaki jaman sekarang lebih > berkuasa dan > mempunyai privilege dibanding perempuan? Kalau > laki-laki boleh > poligami apakah perempuan boleh poliandri? > > Jadi level keduanya berbeda. > > > > --- In [email protected], ahmad su'udi > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Pertanyaan yang aneh. Apa yang dikatakan Aa Gym > > terbukti dengan pertanyaan ini. Poligami- yang > dimata > > Islam halal- dipandang sebagai sebuah nista. > Sementara > > TTM (teman tapi mesum) malam dinilai sebagai > sebuah > > kewajaran. > > > > Kalau Anda beragama -terlebih lagi Islam- tidak > akan > > ada pertanyaan seperti itu > > > > > > ahmad su'udi > > > > > > --- claudi teranova <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Bungm, aku nggak pili Aa Gym maupun Yayah Zaini. > > > keduanya sami mawon. AA Gym terkena sindrom > orang > > > yang > > > terkenal. Yayah Zaini juga. keduanya sama-sama > lagi > > > horny. > > > > > > --- arifin siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Menarik ya, soal pernikahan kedua Aa Gym. Pro > > > > kontra, > > > > ada yang setuju, ada yang tidak. Biasalah.... > > > > > > > > Tapi, ngomong-omong, pilih mana ya, nikah dua > kali > > > > seperti Aa Gym atau "selingkuh" seperti yang > > > > dilakukan > > > > Yahya Zaini? > > > > > > > > Salam, > > > > arifin siregar > > > > > > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ Have a burning question? Go to www.Answers.yahoo.com and get answers from real people who know.
