Buat apa meributkan orang yang hidup rukun, sih?

Akhirnya Mereka Tampil Bertiga
<http://www.suaramerdeka.com/harian/0612/05/sm1aagymbertiga5eps.jpg>
JALAN BERSAMA: Aa Gym, Teh Ninih Mutmainah, dan Alfarini Eridani (kanan) 
berjalan bersama usai acara tausyiah di Masjid Daarut Tauhid,Senin 
(4/12).(30a) 
BANDUNG - Aa Gym, Teh Ninih Mutmainah, dan Alfarini Eridani, kemarin sudah 
berani tampil bertiga. Rini bahkan ditampilkan secara khusus dalam 
tausyiah yang dipandu Aa Gym di Masjid Daarut Tauhid, Jalan Gegerkalong, 
Bandung. Sapaan terhadap Rini dari Aa Gym berupa namanya pun terucap di 
hadapan istri tuanya.
Usai tausyiah, mereka kemudian beriringan menuju rumah Aa Gym, sekitar 50 
meter dari masjid. Sebelum berjalan beriringan bersama, banyak jamaah yang 
mengucapkan selamat kepada mereka. "Selamat ya A," kata seorang jamaah 
pria.
Rini yang kemungkinan gugup tampak kikuk. Dia terlihat tak banyak bicara. 
Rini berjalan berdampingan dengan Teteh Ninih. Dia lebih banyak berjalan 
menunduk. Karena itu, kemungkinan tak ada obrolan di antara mereka. Dia 
juga nyaris tak berbicara. Rona wajahnya yang putih juga tampak kemerahan. 
Terlebih banyak orang yang melihat.
Aa Gym yang berjalan sedikit di depan tak lupa menebar senyum. Pakaian 
kedua istri Aa Gym terlihat kompakan, mengenakan seragam DT pada hari 
Senin, warna biru kombinasi putih dengan motif bunga. Teh Ninih sendiri 
terlihat rileks dan kadang menebar senyuman.
Dadakan
Momen ini bisa terbilang dadakan setelah sebelumnya Aa Gym mengatakan 
masih memerlukan waktu lagi untuk menampilkan Rini. Karyawan di lingkungan 
DT pun tak bisa menyembunyikan kekagetannya, meski sebagian di antaranya 
sudah mengenal sosok mantan model itu yang juga dikabarkan bekerja di MQ.
Dalam tausyiahnya, dai kondang itu kembali menjelaskan soal poligami.
Termasuk keputusannya dalam melakukan poligami seperti yang dia jelaskan 
dalam kesempatan jumpa pers. Perlu sebuah tahapan mumpuni sebelum 
melaksanakanya. Juga tak lupa reaksi dari masyarakat yang menurut pencetus 
Manajemen Qalbu itu tak lebih sebagai ujian.
Bagi sebagian orang yang biasa berkegiatan di Jalan Gegerkalong, momen 
tersebut sedikit banyak menghapus kenangan akan kebiasaan yang selama ini 
sering terlihat. "Sering terlihat Aa Gym memboncengkan Teh Ninih, lha 
kalau sudah bertiga seperti ini, apa bisa seperti itu lagi. Sepeda tandem 
kali ya Mas," tandas seorang pedagang sambil terkekeh. 
Seorang pengagum Aa Gym, Heri (27) yang ikut nimbrung mengungkapkan, 
kejadian ini akan menjadi batu ujian bagi Aa. "Saya melihat bahwa kejadian 
ini sebagai jalan Allah untuk mengangkat derajat Teh Ninih. Bagi Aa, dia 
harus membuktikan ucapannya terlebih dahulu," tuturnya.
Sementara itu, KH Miftah Faridh yang ditemui seusai menghadiri acara orasi 
ilmiah mantan presiden BJ Habibie di Aula Timur ITB menyatakan bahwa 
momentum yang terjadi sekarang ini harus bisa dijawab Aa sesuai dengan 
tekadnya berpoligami. "Tidak hanya melaksanakan, tapi juga memberikan 
teladan bahwa melakukan poligami betapa beratnya," katanya.
Dia juga meminta Aa Gym siap menerima konsekuensi atas keputusannya 
terutama terkait kegiatannya selama ini. Khususnya jalan usahanya yang 
tergabung dalam beragam unit usaha berbendera MQ yang kemungkinan bakal 
terkena imbas dari para jamaah. "Ini risiko, yang penting ikhlas," ucap 
saksi pernikahan Aa dengan Rini tersebut.
Cabut Dukungan 
Ratusan ibu yang rutin mengikuti tausiyah Aa Gym siap mencabut 
dukungannya. Pemicunya, Aa dianggap menyakiti jamaahnya yang sebagian 
besar kaum perempuan, menyusul pernikahan kedua dengan Alfarini Eridani.
Hal itu dikatakan Ketua Koalisi Perempuan Kecewa Aa Gym (KPKAG), Hj Nani 
Nurhani, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/12).
Dia menyesalkan tindakan Aa Gym yang mengingkari semua nasihatnya sendiri 
tentang hubungan ideal dalam keluarga sakinah.
''Aa telah gagal membina keluarga sakinah, walau berusaha menyembunyikan. 
Saya bisa merasakan sakit hati yang dirasakan Teh Ninih (istri pertama Aa 
Gym-red) ketika tahu Aa menikah lagi,'' katanya. 
Menurutnya, dia bersama dengan jamaah ibu lainnya akan menggelar tanda 
tangan bersama mencabut dukungan terhadap Aa.
''Tanda tangan itu saya siapkan untuk diserahkan kepada Aa,'' ungkapnya.
Seharusnya, kata dia, selaku penceramah yang jamaahnya sebagian besar kaum 
perempuan, Aa lebih memahami kaum perempuan, bukan malah menyakiti hati 
mereka. ''Saya melihat itu awal dari kehancuran Aa, sebab seorang 
laki-laki bisa jatuh karena harta, tahta, atau wanita,'' tandasnya. 
Meski pihaknya tidak pintar dalam ilmu agama, tapi tindakan Aa dinilainya 
lebih sekadar memenuhi nafsu dengan menikahi mantan model yang juga 
karyawan MQ tersebut, bukan seperti yang diisyaratkan Nabi.
''Tidak bisa dimungkiri, saya bisa merasakan kepedihan hati Teh Ninih yang 
berusaha dia sembunyikan ketika jumpa pers beberapa waktu lalu. Ia 
tertekan secara psikologis, dan terpaksa berkorban rasa demi nama besar 
suaminya,'' tukasnya.
Sementara itu aktivis perempuan Nursyahbani Kacasungkana yang juga anggota 
Komisi III DPR dari FKB menyatakan mendukung gerakan tersebut. ''Sebagai 
kaum perempuan, kami tentu saja ikut sakit hati, poligami dengan alasan 
apa pun telah menyakiti hati kaum perempuan yang kini memiliki kesetaraan 
gender dengan laki-laki,'' katanya. (dwi,H27-48a,64v) 
=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be 
privileged. Use or disclosure of it by anyone other than an intended 
adressee is strictly prohibited. If you are not an intended addressee, 
please notify the sender by telephone or e-mail and delete the e-mail and 
any attachment from your system.

PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the " Company") does not accept any 
liability in respect of communication made by its employee which is 
contrary to the company policy or outside the scope of the employment of 
the individual concerned. The employee responsible will be personally 
liable for any damages or other liability arising.
=========================================================

Attachment: jpgzrfs38UhMc.jpg
Description: JPEG image

Kirim email ke