Hidayat: Kok Presiden Tidak Berkomentar Soal Permesuman?

Fitraya Ramadhanny - detikcom

 

Jakarta - Poligami dan teman tapi mesum (TTM) kini menjadi isu tingkat
tinggi. Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyayangkan sikap Presiden SBY yang
justru merespons poligami, bukan permesuman yang konon banyak terjadi di
kalangan DPR dan pejabat negara.

 

"Banyak yang marah-marah. Kok presiden lebih peduli tolak poligami tapi
tidak berkomentar soal permesuman," ujar Hidayat di Gedung MPR, Senayan,
Rabu (6/12/2006).

 

Dia mengatakan, permesuman atau perselingkuhan jelas dilarang agama dan
KUHP. Karena itu, jauh lebih penting disikapi daripada poligami.

 

"Saya berharap SBY tidak seperti yang dikeluhkan. Permesuman jelas merugikan
perempuan," kata Hidayat.

 

Dia mencontohkan, pada kasus poligami Aa Gym, istrinya terlihat tegar tapi
dalam kasus Yahya Zaini, istrinya menjadi korban. "Beliau (istrinya) sangat
tertekan," katanya.

 

Pada Selasa kemarin, pemerintah mengumumkan akan merevisi Peraturan
Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian
Pegawai Negeri Sipil. Setelah direvisi, peraturan yang pernah direvisi
dengan PP No 45/1990 itu akan diberlakukan umum untuk seluruh anggota
masyarakat.(ken/nrl)

 

Source :
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/
detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/06/time/154944/idnews/716913/idkanal/10

 

Kirim email ke