Jadi, polemik soal AA Gym itu bener2 nunjukkin betapa panutan (gue sih gak 
pernah suka sama AA Gym) / tokoh agama Islam di Indo so munafiqun n jelas 
mengejar kemuliaan, kekayaan di dunia. Aa pasti tau sufiah itu salah satu dari 
6 nafsu rendah yang meliputi jiwa manusia.Semua yang pernah dilontarin AA Gym 
seems like twisted around dan Allah menunjukkan kepada umat muslim sa'-Indo 
kalo seorang Kiai yang sangat dielu2kan ternyata so rendah.

Every statements yang keluar dari mulut AA Gym bener2 gak menunjukkan kalo he 
is a Kiai. Udah lupa daratan juga, dan lupa siapa yang nyiptain dia.

N then apa? Di semua TV n tabloid, or koran ngebahas soal poligami. Klub 
poligamers keliatan dapet angin karena sang Kiai pun punya reason yang kuat 
(tolol maksudnya) kenapa dia kawin lagi. Si AA ngomong gini katanya "orang tua 
Rini itu sangat perlu dibantu" ada lagi dia bilang "ada 3 laki2 di kantor yang 
memperebutkan dia, daripada ketiga laki2 itu ribut lebih baik saya yang
memiliki dia jadi mereka tidak usah ribut" AA juga bilang "sudah lima tahun 
saya mempertimbangkan untuk mengawini Rini"

Well well, gue baru denger dari salah satu jamaah AA yang sering ke rumahnya. 
Ternyata si Rini (she's pretty) udah lima taun tinggal di rumah AA Gym. Means 
that udah ada niatan dari AA utk marry her when she first came into their house 
toh. That’s aneh juga kenapa istri AA membiarkan wanita lain untuk tinggal 
serumah even dengan alasan bantu2 rumah dan bantu ngurus anak. Ckckckck munafiq 
banget.

Yah..gue jadi iqra keluar, abis gue gemes banget. Jadi gini aja pada intinya di 
Al Quran memang jelas Allah melarang poligami. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun 
dilarang menikah lagi pada waktu beliau di Madinah.

Dasar hukum dalam Islam yang sangat2 sering dipakai olah Ustadz dan Kiai serta 
pemilik Walisongo (yang merasa kegantengan dan selalu memiliki niat baik untuk 
menikahi wanita – wanita hopeless) adalah Surat Annisa ayat 3. Tapi betapa 
bodohnya kita, padahal Allah sudah memberikan kita turo (pusat jiwa) sehingga 
kita ini mahluk ciptaanNYa yang berakal dan berfikir.

Jelas, sekali lagi jelas bahwa di Surat Al Ahzab ayat 50 dan 52 (QS 33:50 dan 
52) Allah berfirman:

"Hai Nabi! Sesungguhnya telah Kami halalkan untuk engaku isteri-isteri engkau, 
yang telah engkau berikan
maskwinnya, & kepunyaan tangan kanan engkau dari tawanan perang yang diberikan 
Allah kepada engkau. Dan
juga anak - anak perempuan dari saudara ibu yang laki-laki atau perempuan, yang 
ikut berpindah (dari mekkah) bersama dengan engkau; dan perempuan yang beriman 
jika dia memberikan dirinya kepada Nabi, kalau
Nabi, mau mengawininya. Ini hanya untuk engkau saja, bukan untuk orang- orang 
yang beriman (seluruhnya). Sesungguhnya kami telah mengetahui apa yang Kami 
perintahkan untuk mereka terhadap isteri mereka dan kepunyaan tangan kanan 
mereka, supaya engkau tiada merasa kesulitan. Dan Allah itu Pengampun dan 
Penyayang.

Lalu turun ayat ini (QS 33:52) ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah :

"Tiada halal bagi engkau (mengawini) perempuan - perempuan sesudah ini dan 
tiada pula mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain) biarpun kebagusan 
mereka menarik hati engkau, kecuali kepunyaan tangan kanan engkau. Dan Allah 
itu adalah Penjaga segala sesuatu"

Logis kalau pada jaman itu, laki2 (Arab lagi) nafsunya sangat besar terhadap 
perempuan tidak peduli dia
sudah menikah atau belum. Bahkan di Arab saja sampai sekarang perempuan sangat 
jarang yang keliaran tanpa didampingi laki2. Takut diculik kemudian diperkosa.

Wassalam.
  Anindya Inggita
  Kutipan ayat tersebut di atas diambil dari Tafsir Quran Karim. 
   

 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke