Mas Harry, Anda sedang di Asutralia tokh?
Pulanglah ke Indonesia dan lihatlah barang2 Cina yang murah meriah itu
merajai
pasaran. Mulai dari baju2, alat2 elektronika, hingga peniti.

Barang kita selamanya tak akan bisa mengalahkan barang Cina
Ya itu tadi, akibat politik nilai tukar Yuan yang dibanting habis terhadap
dolar AS dan juga 'perbudakan'
terhadap buruh di Cina.


On 12/7/06, Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   *Dibalik berita, dan hiruk pikuk-nya kabar tentang kemajuan Tiongkok
yang menakjubkan, ada berita dibelakang berita, yakni segi kemanusiaan yang
sepertinya di-korbankan /terlupakan dalam proses untuk kemajuan itu sendiri.
*
**
*Tidak ada berita dunia, chususnya apabila terkait dengan kemajuan, tidak
ada satu berita-pun yang tidak menyebut kemajuan Tiongkok, se-tidak2nya
dalam bidang ekonomi. Dikatakan bahwa dalam sejarah manusia baru kali ini
ada suatu negara yang membuat kemajuan yang demikian menakjubkan.
Tapi....kemajuan itu........*
*at what cost?terutama bagi peserta yang dominant yang membuat bergulirnya
kemajuan itu sendiri. Siapa peserta yang ber-jasa besar, tapi dengan
pengorbanan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata2?*
**
*Baru kemarin malam aku sempat menekuni lebih dalam setelah selesai
melihat apa yang di tayangkan oleh stasiun SBS yang memutar sebuah film
dokumenter BBC yang menceritakan kemajuan Tiongkok, sekalian juga mengulas
tentang penderitaan rakyat kecil dalam proses kemajuan Tiongkok.*
**
*Film dokumenter SBS+BBC Cutting Edge dengan judul "China blue"
mengisahkan seorang gadis cilik berumur 16 tahun yang pergi meninggalkan
desa untuk bekerja di pabrik textil yang membuat jeans. *
*Dari desa, gadis cilik ini yang terpaksa harus meninggalkan bangku
sekolah SMP dan pergi ke Guangjo bertujuan  menopang /membantu orang tuanya
yang sudah senen kamis menghidupi keluarganya. Di desa orang tua gadis cilik
ini yang dalam cerita ini gadis bernama Xixian, per bulan ortunya hanya bisa
mengumpulkan pendapatan atas hasil kerja menggarap tanah tidak lebih dari
200 Juan...itu kira2 A$ 33,-*
**
*Terpaksalah Xixian meninggalkan orang tua, meninggalkan bangku sekolah
untuk kerja menopang orang tuanya di desa. Kejadian, kasus seperti ini
di-alami oleh jutaan rakyat kecil yang ber-transmigrasi menuju ke kota2
besar di pesisir timur Tiongkok. Tidaklah salah apabila kejadian, migrasi
jumlah manusia sebesar ini , di Tiongkok  adalah satu2nya kejadian yang bisa
di runut dalam sejarah manusia. Ratusan juta manusia ber-gerak meninggalkan
tempat satu ke tempat lain.*
**
*Kemudian dokumenter ini men-tayangkan bagaimana mereka, anak2 belia ini
hidup dalam asrama yang disediakan oleh perusahaan. Dikatakan bahwa
pemondokan dan makan di tanggung oleh perusahaan. Tapi apabila kita tinjau
dari upah, wages yang para buruh perusahaan ini terima per-bulan.....bisa di
bilang peanut. Tidak saja kita bicara memperbandingkan wages ini dengan
misalnya wages di Australia sini, tapi buat ukuran Tiongkok dan kelayakan
hidup wages ini adalah wages yang serba ........tidak manusiawi.*
*Makanan yang disuguhkan oleh perusahaan ini sangat sederhana dan hanya
terdiri dari se-umpruk nasi plus sayur2an. Sudah jelas ini adalah makanan
yang tidak ber-gizi. Yang sangat membuatku gundah gulana adalah selain tidak
adanya  ruang makan untuk para buruh, juga tempat untuk melepaskan lelah
alias tidur, terdiri dari kamar sebesar 8X4 di huni leh 10 gadis. Kamar di
petak2 dengan kain penyekat. Dan yang lebih menyedihkan yalah selain tidur
juga makan harus di laksanakan dalam kamar tidur ber-sama2. Belum lagi
melihat w.c dan km mandi yang penuh dengan lumut.*
*Yang lebih meng-gelisahkan tapi tidak diberitakan ,apakah mereka
mendapatkan heating yang memadai apabila musim dingin tiba?*
**
*Kemudian di tempat kerja. Selain berjubel para buruh ini bekerja tanpa
berhenti, bahkan hanya 2X mereka boleh pergi meninggalkan pekerjaan untuk
kencing atau buang air besar. Mereka kerja seperti regimented....seperti
hidup dengan disiplin militer. Mereka kerja 12 jam sehari, apabila ada
overtime mereka tidak mendapat bayaran tambahan. jangan bicara soal mau demo
atau mengajukan keluhan, boro2 di tanggapi oleh pemilik perusahaan, bisa2
buruh yang petingkah ini segera bisa dicopot. Untuk mengisi lowongan masih
ada ber-juta2 buruh yang bisa di-exploitasi, menggantikan buruh yang
ber-tingkah. Juga menurut UU di Tiongkok, ber-demo untuk memperjoangkan
perbaikan nasib buruh adalah.....tabu!*
**
*Sekarang kita menginjak ke kalkulasi apa2 yang diproduksi di situ di
pabrik jeans ini. Di-hitung2 jeans2 yang siap pakai itu di kalkulasi hanya
menelan kapital+kerja buruh yang hanya ber-nilai 95 cent Australia. Bisa
dibayangkan  selain si taokeh juga para importir jeans ini di segala penjuru
dunia mendapatkan keuntungan, bisa anda kalkulasi dengan pengalaman anda
membeli jeans made in China di tempat anda di LN. Aku beli jeans semacam ini
antara $40-$60.*
**
*Disinilah aku sampai ke  topik diatas , yakni Tiongkok mengalami dilemma
kemanusiaan...di belakang kemajuan ekonomi-nya. Disatu pihak kejadian proses
semacam ini adalah suatu bentuk slavery, perbudakan dan pelecehan atas
nilai2 kehidupan manusia yang manusiawi. Dikatakan dilemma juga bisa di
lihat dari pihak pemerintah Tiongkok. Apabila Tiongkok memperbolehkan demo
dan amuk2an para buruh yang kerja seperti budak belian ini, maka ekonomi
akan kolaps dan negara akan terpuruk.  Sistim kapitalis yang sementara ini
di berlakukan oleh para industriawan Tiongkok dan ditopang  oleh pemerintah
tidak  akan bisa ber-operasi lagi apabila buruh bisa mengadakan misalnya
mogok masal. Mogok masal akan mengakibatkan stagnasi dalam segala
bidang,berakibat negatip bagi buruh itu sendiri. Jadi ini adalah suatu
dilemma....suatu dilemma bagi semua pihak yang tersangkut dalam proses
aktipitas ekonomi di Tiongkok.*
**
*Sepertinya Tiongkok masa dini masih menjalani suatu revolusi.
Se-tidak2nya apabila kita meninjau anak2 kecil/muda/belia yang harus ikut
menunjang ekonomi. Padahal seperti Industrial Revolution di negara barat
terutama asal musual di Inggris itu terjadi di abad achir ke 19. *
*Di Inggris waktu itu perombakan terjadi dalam revolusi industri ini
dengan di temukannya mesin upa. Pekerjaan tangan industri yang labour
intensive di ganti/dirombak dengan memberdayakan mesin. Disinilah mulai
mencuat adanya child labour. Apabila anda sempat menyimak selain ini adalah
kejadian sejarah dengan penemuan mesin uap kemudian mesin yang ditenagai
listrik, per-industrian ini kemudian meluas ke seluruh dunia. Aspek negatip
dari revolusi industri terutama dengan pengorbanan anak2 yang harus kerja di
pabrik2 bisa anda temui, se-tidak-nya apabila anda sempat menyimak cerita
Oliver Twist, karangan Charles Dickens. Disitu digambarkan bocah2 yang
dijadikan budak belian dalam proses perindustrian yang ber-nuansa
kapitalistis.*
**
*Sebagai tambahan, apabila negara Barat, mula2 Inggris sempat meluaskan
proses perindustrian, negara2 barat kemudian meluaskan ekspansinya dengan
kolonisasi ke segala penjuru dunia. Sebaliknya nilai positipnya Tiongkok
,Tiongkok tidak melakukan ekspansi perebutan tanah untuk dijadikan
jajahannya. Apakah Tiongkok melakukan penjajahan secara tidak langsung
dengan jalan ekspansi ekonomi-nya? Suatu pertanyaan yang menggeletik karena
dengan adanya globalisasi, siapa yang kuat bersaing dalam pasaran bebas
dunia dia akan menjadi pemenangnya. Kelihatannya Tiongkok akan jadi pemenang
dalam...adu...survival of the fittest ini se-tidak2nya dalam dunia ekonomi
pasaran dunia.*
**
*Sekarang yang tertinggal adalah pertanyaan...apakah Tiongkok perlu
menempuh jalan ala revolusi industri achir abad ke 19 dengan memeras dan
mem-pekerjakan anak2 sebagai child labour? Apakah ada justifikasinya dalam
memajukan ekonomi dengan cara..........*
*what it takes.....semacam cara Machiaveli-ism yakni ...tujuan achir
meng-halal-kan segala cara?*
**
*Juga suatu dilemma bagi perseorangan kiranya, seperti aku sendiri.*
*Sekarang aku memikirkan apa yang aku beli, made in China, dibelakang ujut
barang itu ter-serat didalamnya suatu penderitaan yang tidak adil karena
buruh dan anak kecil dikorbankan demi produksi barang konsumsi, tanpa
imbalan yang adil bagi kelangsungan hidup para buruh yang memadai dengan
hasil keringat mereka...para buruh.*
**
*Sebagai tambahan, baru saja ada berita bahwa juga dibidang R&D Tiongkok
sudah memperkerjakan tehnisi sebanyak 926.000 orang. Hanya USA yang masih
bisa mengungguli dengan tehnisi sebanyak 1.3 juta orang.*
*Di tahun 1995 Tiongkok memberdayakan buat R&D-nya sebanyak 0.6% dari
GDP-nya, di tahun 2004 melonjak jadi 1,2% dari GDP*
*Tiongkok saat ini adalah negara kedua dalam artian mengeluarkan dana buat
R&D, sebanyak US$138, billion, Jepang US$130, billion.*
*Negara2 Uni Eropah combined masih dibawah Tiongkok penyediaan dana buat
R&D ini. Jadi Tiongkok ini tidak kepalang tanggung kemajuannya.....leaps and
bounds.*
*Apakah tehnisi Tiongkok ini juga menerima ....wages peanut ketimbang para
tehnisi US misalnya, aku kira ini juga menjalani proses sama seperti
industri manufaktur Tiongkok......suatu dilemma kemanusian...bagi buruh dan
bagi negara Tiongkok.*
**
*Mudah2an untuk masa depan segi kemanusiaan bisa di perbaiki.... opsi bagi
pemerintah Tiongkok bisa mereka cari untuk kebaikan bersama, tanpa perbaikan
dalam dilemma kemanusiaan dalam kaitannya dengan kemajuan....Tiongkok akan
dilanda prahara, prahara akan menimpa kita semua.*
**
*Harry Adinegara*

Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com







--
Si vis pacem Parabellum ---

Rahmad Budi H
Republika
Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
0856 711 2387

Kirim email ke