Ribut karena ibu-ibu takut para suami meniru Aa Gym (yang katanya tokoh
panutan dan idola ibu-ibu) berpolygami. Apalagi mengambil istri muda yang
lebih canteek.



On 12/8/06, Donald Use Taralia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Huahahahahaha ....

Nampaknya warga negara republik tulalit ini masih suka bergunjing
soal poligami? Pada sok tau semuanya! Mau nikah monogami kek, mau
nikah poligami kek, itu pilihan manajemen keluarga seseorang yg
tidak melanggar aturan/norma. Dan kita tak berhak ikut campur,
ribut, apalagi kalo sampai memfitnah.

Kalo seseorang punya istri kemudian berselingkuh bin zinah, itu
jelas melanggar aturan/norma sebagemana pernah dilakukan oleh salah
seorang mantan presiden negara adidaya dulu yg hampir di-
impeachment. Ingat kasus 'le whisky'? Heheheheh ....

Tapi, setelah presiden itu membuat klarifikasi, ternyata ngga jadi
di-impeach, karena warganya sadar bahwa itu persoalan keluarga sang
presiden dan beliau sudah meminta maaf secara gentleman.

Nah warga republik tulalit ini kenapa mesti ribut kalo ada orang yg
pilih nikah poligami? Itu yg melanggar aturan/norma dan minta maaf
saja ngga diributin, kenapa yg ngga melanggar aturan/norma agama
diributin? Tobat dech! Buang-buang waktu tau!

DT

--- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, manneke
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> Memang justifikasi murahan seperti itu yang selalu mengagetkan
saya: "berpoligami dengan tujuan untuk menghindari zinah." Kok enak
betul, ya? lalu di mana letak tanggung jawab dan komitmen pada istri
pertama? Tak masuk hitungankah?
>
> Tak mungkinlah kalo orang masih cinta betul pada istrinya akan
mengambil istri baru. Kalo ambil istri baru, berarti cintanya sudah
di-transfer ke istri baru. Tak ada keadilan di sini. Preferensi
sudah dialihkan ke daun muda. Sangat simple dan gamblang.
>
> manneke






--
Si vis pacem Parabellum ---

Rahmad Budi H
Republika
Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
0856 711 2387

Kirim email ke