Tarzan darimana pula ini yang sok berlagak tahu dan
hendak mendustai orang? 

Jang, 
skandal oral sex Monica Lewinsky ber-akibat Clinton
menjalani proses impeachment penuh dimana dia hampir
saja kehilangan jabatannya. Kasus itu diselidiki oleh
satu tim investigasi di bawah pimpinan jaksa
independen Kenneth Starr. Dari hasil penyelidikan
dengan memanggil banyak saksi, tim investigasi
melaporkan bahwa Clinton telah melakukan dua
pelanggaran berat yaitu "perjury" (berbohong di bawah
sumpah) dan "obstruction of justice" (merintangi
tegaknya hukum).

Dalam proses impeachment, House of Representatives
(DPR AS) setuju Presiden Clinton diadili di Senat
dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung
William H. Rehnquist untuk memutuskan apakah dia
diberhentikan dari jabatannya atau tidak. 

Sidang yang berlangsung lebih dari sebulan diakhiri
dengan pemungutan suara yang menghasilkan Clinton
lolos dari lubang jarum. Dia terlepas dari hukuman
dipecat karena tidak berhasil dikumpulkan 2/3 suara
untuk itu. Dalam pemungutan suara akhir atas 100 orang
senator, hanya 55 yang menyatakan dia layak dipecat
dalam hal berbohong di bawah sumpah, dan suara sama
kuat 50-50 untuk "obstruction of justice". 

--- Donald Use Taralia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Huahahahahaha ....
> 
> Nampaknya warga negara republik tulalit ini masih
> suka bergunjing 
> soal poligami? Pada sok tau semuanya! Mau nikah
> monogami kek, mau 
> nikah poligami kek, itu pilihan manajemen keluarga
> seseorang yg 
> tidak melanggar aturan/norma. Dan kita tak berhak
> ikut campur, ribut, apalagi kalo sampai memfitnah.
> 
> Kalo seseorang punya istri kemudian berselingkuh bin
> zinah, itu 
> jelas melanggar aturan/norma sebagemana pernah
> dilakukan oleh salah 
> seorang mantan presiden negara adidaya dulu yg
> hampir di-
> impeachment. Ingat kasus 'le whisky'? Heheheheh ....
> 
> Tapi, setelah presiden itu membuat klarifikasi,
> ternyata ngga jadi 
> di-impeach, karena warganya sadar bahwa itu
> persoalan keluarga sang 
> presiden dan beliau sudah meminta maaf secara
> gentleman.
> 
> Nah warga republik tulalit ini kenapa mesti ribut
> kalo ada orang yg 
> pilih nikah poligami? Itu yg melanggar aturan/norma
> dan minta maaf 
> saja ngga diributin, kenapa yg ngga melanggar
> aturan/norma agama 
> diributin? Tobat dech! Buang-buang waktu tau!
> 
> DT
> 
> --- In [email protected], manneke
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Memang justifikasi murahan seperti itu yang selalu
> mengagetkan 
> saya: "berpoligami dengan tujuan untuk menghindari
> zinah." Kok enak 
> betul, ya? lalu di mana letak tanggung jawab dan
> komitmen pada istri 
> pertama? Tak masuk hitungankah?
> > 
> > Tak mungkinlah kalo orang masih cinta betul pada
> istrinya akan 
> mengambil istri baru. Kalo ambil istri baru, berarti
> cintanya sudah 
> di-transfer ke istri baru. Tak ada keadilan di sini.
> Preferensi 
> sudah dialihkan ke daun muda. Sangat simple dan
> gamblang.
> > 
> > manneke
> 
> 
> 
> 
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> 
> Klik: 
> 
> http://mediacare.blogspot.com
> 
> atau
> 
> www.mediacare.biz
> 
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 



 
____________________________________________________________________________________
Need a quick answer? Get one in minutes from people who know.
Ask your question on www.Answers.yahoo.com

Kirim email ke