Islam nyebut Muhammad

China nyebut Mao Tse Tung

Vietnam nyebut Ho Chi Minh

Kalo Indonesia...nyebut siapa yah?

            

DIMAS (yg tidak mau dibuat hilang ingatan)

 

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para Pahlawannya,
perjuangan mereka, cita-cita dan harapan mereka, dan tidak mengubur nama
mereka, terlebih gila lagi sampai memfitnah mereka. Karena sungguh
fitnah itu jauh lebih kejam dari pembunuhan"

                                        

"Refefensi ke sejarah & proyeksi ke masa depan"

 

"Berjalan di atas garis lurus itu & hormatilah orang-orang yg berjalan
diatasnya sebelum kamu"

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of M. Irwan Hrp
Sent: Thursday, December 07, 2006 2:29 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [mediacare] Apakah Budaya Indonesia Menghambat Kemajuan?

 

Kenapa Indonesia kalah lawan Vietnam atau kenapa Indonesia terpuruk
bukanlah karena budaya dasar Indonesia, tapi karena budaya sekarang yang
ada di Indonesia.
Keterpurukan Indonesia, karena banyak warga Indonesia yang pemalas (dan
juga tentunya karena pemerintah kita ..... , you know lah), tidak
disiplin dan maunya instan. 

Tidak banyak orang Indonesia (saya perkecil masalahnya menjadi :
Pemuda/i Indonesia) yang rela tidur jam tiga malam hanya untuk belajar
dan bekerja. Sekarang semuanya serba instan, murid-murid SMP, SMU taunya
hanya mobil mewah dan pacaran (ini sih sinetron banget :) ), tidak ada
yang namanya pemilihan orang terpintar di sekolah, adanya hanyalah
pemilihan cowok terkeren atau cewek tercantik se sekolah. 
Hal ini kenapa terjadi ? Ya, karena orang Indonesia tidak dapat
mem-filter budaya-budaya asing yang masuk dan terlalu permisive terhadap
kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan.

So, wajar aja Indonesia terpuruk. 





On 12/2/06, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > wrote:

DL - Haaaah ......... Indonesia keok lawan Vietnam yang komunis?
Haiyaaaa cilaka butulan nih Indonesia. Hayooo adakan Soempah Pemoeda II
"Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Budaya, Indonesia". Ciptakan budaya
nasional baru Indonesia untuk menggantikan budaya "korupsi, jam karet,
gontok-gontokan". Sukses ya.

 

 

SUARA PEMBARUAN DAILY 

________________________________


CATATAN SHANGHAI


Apakah Budaya Indonesia Menghambat Kemajuan?


Sabam Siagian 

 olumnis harian The New York Times, Thomas Friedman yang luas sekali
khalayak pembacanya di berbagai benua, dalam sebuah tulisan baru-baru
ini mengutip sebuah buku karya Lawrence Harrison. Karya tersebut
mengkaji dampak budaya sebuah bangsa pada dinamika politik dan
pembangunan ekonomi di negara yang bersangkutan. 

Si penulis tiba pada kesimpulan bahwa ada sejumlah bangsa-bangsa yang
budayanya memang mendorong laju kemajuan (istilah bahasa Inggrisnya
progress-prone). Tapi, menurut Lawrence Harrison, ada pula sejumlah
bangsa-bangsa yang budayanya cenderung menghambat kemajuan (istilah
bahasa Inggrisnya progress-resistance). 

Attachment: image001.gif
Description: image001.gif

Kirim email ke