SUARA PEMBARUAN DAILY , 11 Desember 2006
---------------------------------
The Global Nexus Edi Sudradjat vs Moral Brutus Christianto Wibisono
antan Menhankam/Pangab Jendral TNI Edi Sudradjat (68 tahun) meninggal dalam
status sebagai Ketua Umum PKPI. Tahun 1999 ia kalah dalam perebutan Ketua Umum
Golkar 1999 karena Akbar Tanjung didukung oleh Wiranto. Sekarang, 3 jenderal
akan terjun ke partai politik menuju Pilpres 2009, Wiranto, Sutiyoso dan
Ryamizard Ryacudu. Ketiganya mungkin berdiri di belakang layar atau
dicalonkan oleh tokoh yang muncul sebagai pimpinan partai baru atau partai
"gurem" yang belum punya kursi dan belum tentu lolos electoral threshold. Rizal
Ramli dan Putu Ary Suta akan membuka jalan bagi Wiranto sedang Kwik Kian Gie
secara terbuka sudah mencalonkan Ryamizard sebagai capres. Sekarang orang
boleh beroposisi terhadap pemerintah. Tapi pelbagai gebrakan anti korupsi
mengesankan tebang pilih dalam menyeret tersangka. Mantan Menteri Kelautan dan
Perikanan mengeluh mengapa pendahulunya yang menciptakan dana non
budgeter tidak disalahkan. Orang mengetahui bahwa pendahulu Rokhmin adalah
Sarwono Kusumaatmadja yang sekarang sedang antri tiket di loket PDI-P untuk
cagub DKI. Selama 30 tahun lebih Indonesia diperintah secara monolitik oleh
rezim Orde Baru. Semua alternatif akan dihancurkan bahkan sebelum sempat
berpolitik, termasuk sumber dana yang dikhawatirkan akan menunjang lawan
politik tandingan Soeharto. Ibnu Sutowo dipecat tahun 1976 karena meninggalkan
warisan utang tak terbayar yang harus diselesaikan oleh tim Sumarlin Radius
serta mediasi Liem Sioe Liong dalam kasus bisnis tanker Rapapport. Ali
Sadikin tidak diberi jabatan apa-apa setelah lengser dari dua termin jabatan
Gubernur DKI tahun 1977. Casino legal yang dikelola oleh Yauw Foet Sen (alias
Dadi Darma, ayah Yan Darmadi) ditutup untuk menyetop sumber dana politik Bang
Ali. Ketika Sudharmono menjadi Menpen ad interim, maka TVRI dicabut iklannya
sehingga Ali Murtopo marah besar ketika pulang dari luar negeri karena
sumber dana non budgeter Deppen dicabut oleh rivalnya. Ali Murtopo hanya
menjadi Menpen satu periode 1978- 1983 dan akan diganti oleh menpen terlama
dalam sejarah RI, Harmoko (1983-1997). Sebagai Ketua MPR 1998 melalui jenjang
Ketua Umum Golkar 1993-1998, Harmoko akan menjadi salah satu trio Brutus yang
tidak terlupakan oleh Soeharto Tahun 1983 Menhankam/Pangab Jendral M Jusuf
(1978-1983) karena terlalu populer dengan pendekatan langsung ke prajurit,
digeser menjadi ketua BPK dan Benny Moerdani langsung menjadi Pangab merangkap
Pangkopkamtib tanpa melalui jabatan Kepala Staf Angkatan. Pergesekan mulai
terjadi antara Benny Moerdani dan Sudharmono sebagai Ketua Umum Golkar
1983-1988 serta pemain ketiga Prabowo seperti diungkapkan oleh Kivlan Zein.
Kelompok Prabowo bertekad menghadang Benny Moerdani agar tidak maju sebagai
capres. Suatu kekhawatiran yang berlebihan karena handicap factor agama Roma
Katolik yang dianut Benny. Dua Faktor Sudharmono menjadi Wapres
(1988-1993) setelah Benny Moerdani dilengserkan dari Pangab sebelum SU MPR
1988. Pada SU MPR 1993 , Kasospol ABRI Letjen Harsudiono Hartas melakukan pre
emptive strike, mencalonkan Pangab Try Sutrisno sebagai cawapres tanpa
konsultasi dengan Panglima Tertinggi Soeharto. Seandainya Hartas dan Try
bersabar membiarkan Habibie naik pada 1993, maka Try Sutrisno bisa menjadi
Wapres 1998 dan menggantikan Soeharto yang lengser pada 21 Mei 1998. Sejak
1993 Soeharto sudah melihat gelagat dua faktor internasional akan mempengaruhi
Indonesia, satu dari Timur Tengah dan yang lain dari globalisasi. Soeharto
berpencak silat dengan merangkul keduanya. Secara domestik Soeharto memberi
angin kepada kelompok Habibie dan ICMI sedang secara internasional, Soeharto
membuat kejutan pasar bebas APEC 1994. Jadi Soeharto ingin popular didalam
negeri dengan merangkul kelompok mayoritas, tapi dia juga sadar bahwa Indonesia
akan terpuruk kalau tidak ikut globalisasi. Sebelum pasar dibuka
Soeharto menggebrak dengan monopoli mobil Timor yang akan ditutup oleh IMF
setelah krismon 1997. Selama perjalanan politik tersebut, sumber dana
nonkonvensional yang dulu berasal dari kasino Yan Darmadi, dialihkan menjadi
lotere dengan sebutan Porkas dan kemudian SDSB. Yang tampil resmi adalah
Yayasan yang direstui Departemen Sosial tapi penyelenggaraan SDSB mirip judi
hwa hwee di zaman Ali Sadikin. Namun kali ini dana tersebut mengalir ke pusat
kekuasaan di Cendana. Pengelola swasta yang menjadi the real operators antara
lain Didi Dawis dan Saiman Ernawan dkk dan kakak beradik Robby dan Hendra
Sumampouw dalam PT Widyadana Perkasa. Duet Sumampouw digeser setelah Benny
Moerdani lengser oleh kelompok proxy Cendana dalam PT Artadana Kriya Tapi Robby
Sumampouw akan come back dalam BPPC cengkeh Tommy Soeharto. Seluruh intrik
politik bisnis yang berlangsung selama rezim Soeharto adalah proses sclerosis,
pengapuran ekonomi pasar dalam sistem monopoli yang dinikmati hanya
oleh orang yang dianggap setia oleh penguasa. Fasilitas Kelak akan
terbukti bahwa baik politisi yang dibesarkan oleh Soeharto maupun pengusaha
yang menikmati fasilitas sebagai kroni, akan menjadi Brutus bagi Soeharto dan
keluarga serta kerabat. Kecuali Bob Hasan yang masuk penjara dengan "tam soe
nia". Istilah Hokkian, untuk menyebut orang yang setiakawan dan tidak mau
mengingkari penolong dan pemberi rezeki. Bob Hasan juga menyerahkan 47
perusahaan pengganti BLBI untuk BUN. Semua orang sibuk mengingkari dan
mengkhianati keluarga dan kerabat Soeharto Banyak mantan mitra keluarga
Cendana, mengambil peluang untuk menguasai milik yang dipercayakan. Dewasa
ini money politics dilakukan oleh pelbagai cabang kekuasaan, oknum-okum
eksekutif, legislatif, judikatif, media massa dan NGO tidak luput dari
penyalahgunaan wewenang, kekuasaan dan kepercayaan rakyat. Disamping itu
conflict of interest amburadul penguasa merangkap pengusaha menimbulkan krisis
seperti Lapindo
berlarut tanpa sanksi hukum. Gebrakan anti korupsi hanya berani terhadap
mantan, tapi takut terhadap the incumbent Setiap kali ganti presiden terjadi
penindakan terhadap kroni presiden lama. Tapi presiden baru membentuk lagi
kroni baru. Di AS, perusahaan yang sudah berumur lebih panjang dari jabatan
presiden, selalu memberikan sumbangan dana politik secara transparan kepada
kedua partai. Memang ada preferensi ideologis bagi beberapa perusahaan. Semua
berdasarkan hukum dan undang-undang procedure lobby dan bukan lisensi monopoli.
Karena itu kekuatan bisnis tumbuh secara fair dengan kinerja optimal.
Wafatnya Edi Sudradjat dalam posisi "kalah perang" mudah-mudahan akan
memulihkan moral elite untuk menciptakan sistem politik yang berani menindak
conflict of interest. Sistem politik yang tidak efektif mengontrol kekuasaan
hanya akan menciptakan kondisi Homo Homini Brutus manusia menjadi Brutus
terhadap sesamanya. Karena Soeharto kurang sreg terhadap Edi yang
mencanangkan back to basic, untuk TNI karir Edi Sudradjat terhambat dengan
alasan kanker sejak 1988. Tapi pada 1993 Soeharto harus mengangkat Edi secara
tergesa-gesa sehingga Edi merupakan satu satunya orang yang pernah merangkap 3
jabatan sekaligus, Kasad, Menhankam, Pangab. Selamat jalan Pak Edi! Anda
kalah di Golkar 1999 oleh money politics, tapi Anda menang secara moral karena
pemenangnya jadi Brutus satu sama lain.
Penulis adalah pengamat masalah internasional
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people
who know.