Bila ada dua seleb atau pejabat public yang terlibat sengketa dalam ranah 
public, maka dipastikan yang “mengail di air keruh”, pastilah selain wartawan 
gossip adalah pihak pengacara. Lihat berapa banyak pengacara yang mendadak 
tenar gara2 membela tokoh masyarakat maupun artis, numpang ngetop ! Bilangnya 
aza kagak dibayar dan kerjanya berdasarkan permintaan klien, tapi kalo kita 
lihat lifestyle para pengacara “mapan” yang punya rumah mewah, mobil sport 
edisi terbatas, dan penampilan perlente dengan wangi parfum yang bukan kelas 
nyongnyong, wow….
   
  Disisi lain, jarang banget pengacara2 papan atas tersebut yang mau 
bersusahpayah membela korban HAM, tragedy Trisakti, kasus Semanggi, maupun 
korban kerusuhan Mei 1998. Nggak ada duitnya, belum lagi kemungkinan nantinya 
ada ancaman teror2 yang nggak jelas belangnya. Beda misalnya kalo mendampingi 
kelas2 tersangka sampai terpidana koruptor yang pasti kocek tambah tebal. Belum 
apa2 sudah muncul pembelaan seperti : “kita menghormati asas praduga tak 
bersalah”, tapi bagi rakyat kecil itu semua hanya kamuflase. Seringkali rakyat 
justru dalam posisi “asas patut diduga bersalah”.
   
  Hari-hari ini kita menyaksikan “perang mulut” antara Ruhut Sitompul versus 
Hotman Paris Hutapea. Saya pikir kenapa yach mereka berdua nggak jadi pembela 
sukarela untuk korban Lumpur Lapindo saja ? Jadi, wahai pengacara. Dimana 
nuranimu membela rakyat yang lemah ?
   
   
  Budi 
   

 __________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke