GODAM BERKOMENTAR SINGKAT,

Hheheh,,ibu dokter ituh merangkap germoh,

heheh..mosok mbok aries enggak nyaho?/

di desa kelet deket Jepara,tempat lonteh berjilbab,

dikau kudu nyaho..

PARA ORANG TUANYAH BANGGAH,JINGKALAO ANAKNYAH

MELONTEH DI JAKARTA SURABAYAH.

hehe,jadinyah,jingkalao milihin daon2 muda mah,

ituh mah..bukan sual sakinah2 an atuh..

ituh mah..sual amburadulnyah moral sak-urang 

peyeumpuan Inulnesiah..

dan tamtu hajah..apah herannyah ibu dokter ituh

ngerangkep propesih sak-uran germoh intelek??

heheh..jangan salah persepsih ah..para kalian.

sembari inget, ada pemburu Vampir

yang bakalan tambah mencak2, kerana

kini ada gossipan baru lagih...

ternyata banyak moslimah sakinah,

menambah propesinyah, JADI GERMO ISLAMI LAGIH??

ngakaklah daku, kerana menjadi bagean

dari bangsa yang demingkian bejad ahlaknyah??

sementara singkek melonteh di sengbutnyah maksiatan??

bener2 tesisnyah tanteh Moslim, tambah berkibaran hajah

kebenerannyah..

ugamak ituh racun bangsa nomer wahid..

lebih ganas dari penyangkit sipilis yang ditularken

para lonteh moslimah dari Jepara ituh..

nb. mugah2 dek Aries nan soleha.pun insaplah??


--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
>       Dr. Gina Puspita : "Anak Saya Senang Memiliki Ibu yang 
Banyak"                                                              
                                Senin, 11 Desember 
2006                       Dr. Gina Puspita, bercerita seputar 
pengalamannya praktik poligami dengan sang suami, Dr. Abdurahman 
Riesdam Efendi. "Poligami itu enak dan perlu, " katanya
> 
>     Sudah hampir sepekan wacana poligami secara terus-menerus 
diulas berbagai media massa. Banyak yang setuju dan tak sedikit yang 
sinis. Diantara yang sinis, tentu saja para aktivis perempuan dan 
para pengagum feminisme. Sabtu (9/12) kemarin, Koalisi Perempuan 
dan  sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM)  menolak praktik 
poligami. Alasannya, poligami melanggar hak-hak perempuan serta 
rawan terhadap kekerasan psikis dan fisik.  Benarkah?
> Kali ini hidayatullah.com mewawancarai Dr. Gina Puspita. Sebelum 
ramai-ramai berkembang wacana poligami, istri pertama Dr. Abdurahman 
Riesdam Efendi ini boleh jadi diantara sekian Muslimah yang 
merasakan sendiri pengalaman "dimadu". Tidak seperti umumnya pria 
yang ingin menikah lagi, ia mencarikan sendiri calon untuk pasangan 
suaminya itu.
> Tahun 1995, Abdurahman menikah lagi untuk yang kedua dengan 
Basyiroh Cut Mutia. Enam tahun kemudian, ia menikah yang ketiga  
dengan Siti Salwa asal Malaysia. Dan yang terakhir, menikah dengan 
Fatimah. Praktis ia memiliki empat orang istri.
> Jangan keliru, semua istri mudanya ini bukan pilihan sang suami, 
justru  pilihan Gina alias sang istri pertamanya. Tak seperti 
dugakan aktivis perempuan selama ini, di mana poligami dianggap 
begitu rendah dan rawan konflik. Mereka berempat justru sangat rukun 
dan bahagia. Bahkan bekerja di kantor yang sama dan tinggal seatap, 
di Taman Rempoa Indah, Ciputat, Tangerang. 
> ''Kalau suami sedang dengan istri yang lain, kami bertiga ngobrol-
ngobrol di satu kamar,'' tutur kepada Gatra suatu hari. Bila berada 
di luar kota, mereka bertukar pesan lewat SMS. Pokoknya, 
akrab. ''Poligami yang didasarkan pada Allah SWT tidak akan 
menimbulkan masalah.'' Ujarnya. "Bahkan enak dan perlu, " tambah 
mantan Kepala Departemen Structure Optimizition Divisi Riset & 
Development IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) ini di sebuah 
harian di Jawa Barat.
> Apa kabar Anda dan keluarga?
>   Kami sekeluarga alhamdulillah sehat.semoga kesehatan yg 
dirahmati Allah.
> Lama tak dengar kabarnya, apa kesibukan Anda terbaru?
>   Selama kurang lebih 2 tahun terkahir kami banyak berada di 
Malaysia. Alhamdulillah perusahaan yangg dipimpin oleh guru kami 
Abuya Ashaari (pendiri Darul Arqam yang dilarang mantan PM Mahathir 
Mohammad-- berkembang pesat di sana. Kebetulan Tuhan rizkikan kami 
untuk ikut serta berkatifitas di sana selama 2 tahun. Setelah di 
sana terasa manfaatnya untuk kalangan luas, dan perusahaan terus 
berkembang ke berbagai negara di Asia, Eropa, Timur Tengah, maka 
mulai 2 bulan belakangan ini kami mulai menguatkan kembali aktifitas 
perusahaan Rufaqa di Indonesia.
> Saya dengar Anda juga punya proyek besar di Malaysia? boleh tau?
>   Di malaysia bukan proyek saya tapi perusahaan yang dipimpin oleh 
guru saya, Abuya Ashaari Muhammad. Dari tahun 1997 beliau mendirikan 
perusahaan Rufaqa namanya yang bergerak di berbagai bidang seperti 
pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, kebudayaan dll. Kalau mau 
jelas, boleh kunjungi website nya www.rufaqa.com & 
www.rufaqadaily.com.
> Sepekan ini banyak orang sibuk mendiskusikan poligami, apa 
pendapat Anda?
>   Segala kejadian Allah yang menentukan. Diantara sekian banyak 
hikmahnya, Allah nampaknya mau menunjukkan keadaan masyarakat 
sekarang ini. Dan kita bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan. 
Sebenarnya ada dua kejadian yang terjadi secara serentak. Pertama 
tentang poligami-nya  Aa Gym, kedua, monogami nya anggota DPR  RI, 
tapi selingkuh.  Tapi yang diramaikan hanya poligaminya. Bahkan 
poligami mau dilarang segala.  Hehehe
> Yang menarik, sikap masyarakat terbelah dua. Kasus monogai 
selingkuh menjadi kasus cukup besar. Tapi poligami, pernikahan 
secara syah justru yang dikatakan zalim. Padahal menurut saya, 
monogami selingkuh itu jauh lebih menzalimi perempuan. Seperti 
wanita ini tak ada harganya. 
> Menurut Anda, mengapa masyarakat justru seperti itu?
>  Saya tak menyalahkan masyarakat. Itulah keadaan masyarakat yang 
kita perlu rasakan sebagai peringatan Allah pada kita. Mungkin kita 
gagal membawa kebaikan di tengah masyarakat ini. Saya juga maklum 
kenapa banyak masyarakat awam begitu membenci poligami, kerana 
memang susah mau mencari poligami yang dapat dijadikan teladan di 
indonesia sekarang ini. Yang lebih menyedihkan, yang sekarang 
berlaku bukan sekedar diskusi tapi penafsiran-penafsiran terhadap 
Rasulullah yang sifatnya merendahkan beliau. Jauh sekali daripada 
mencari solusi. Lagi pula, mengapa banyak orang sibuk membicarakan 
poligami atau bahkan terkesan begitu ketakutan.  Padahal dalam 
Islam, poligami haya sekedar satu dari sekian ribu syariat dalam 
agama kita.. Jadi dia bukan perkara yang wajib. Tapi kok yang bisa-
bisa menjadi masalah Negara. Padahal Shalat yang berkali-kali Allah 
katakana sebagai "tiang agama" pun, Negara tak pernah peduli 
apakah   mansuia melakukannya? 
> Anda termasuk diantara pelaku, sebelum banyak orang melakukan. 
Bisakan bercerita pengalaman poligami?
>   Islam itu adalah "cara hidup". Selain tentang Allah yang utama, 
di dalamnya ada juga syariat yang beribu jenisnya, yang mengatur 
kehidupan manusia di dunia ini. Sepertimana janji kita dalam setiap 
kali shalat, "inna shalolati wa nusuki… (dst), "hidup mati kita 
untuk Allah, maka tentulah sebagai seorang Muslim, kita perlu 
wujudkan janji kita dalam kehidupan. Kita atur individu kita, 
ekonomi kita, pendidikan kita, kebudayaan kita, rumah tangga kita, 
menurut Islam. Hal ini tidak dapat kita wujudkan sendiri-sendiri. 
Misalnya untuk mewujudkan pendidikan Islam, perlu guru dan murid. 
Kalau sendirian mana mungkin dapat terwujud. Itulah yang kami 
lakukan melalui perusahaan Rufaqa ini. Sama halnya dengan masalah  
rumah tangga. 
> Setelah kami dididik oleh guru kami, kami (saya dan suami) 
merasakan bahwa Allah mesti dijadikan segalanya. Syariat Islam mesti 
diperjuangkan. Dengan melihat keluarga guru kami yang memiliki 4 
istri dan 37 anak, 200 cucu, namun semua justru menjadi pendukung 
perjuangan Islam. Maka kami melihat (bukan sekedar membaca buku atau 
hanya mendengar), bahwa poligami juga dapat kita laksanakan. Atas 
kesepakatan bersama itulah, saya dan suami –tentu saja atas 
persetujuan guru kami-- maka kami tambahkan anggota keluarga kami 
dengan mengambil salah seorang staf Rufaqa  sebagai istri kedua 
untuk suami saya.
> Siapa yang mencari dan melamarkannya?
>   Saya sendiri yang datang pertama kali dan menjelaskan pada orang 
tuanya untuk menyampaikan hasrat kami. 
> Apa sih yang ada di perasaan Anda  saat mencarikan suami istri 
lagi?
>   Karena dari awal memang sama-sama berniat (saya, suami dan  
istri kedua) untuk menguatkan keluarga, maka, masalah-masalah dalam 
keluarga dapat diatasi dengan baik. Bertambah terasa kehebatan 
Allah. Ternyata belum lagi kita baik, baru niat mau baik, tapi Allah 
sangat memberikan bantuan-Nya. 
> Apakah setelah poligami pernah cekcok? Atau cemburu?
>   Kalau beda pendapat sih dalam rumah tangga itu hal yang biasa. 
Jangankan di keluarga yang praktik poligami, dalam rumah tangga 
monogami pun ada. Tapi kerena sama-sama  sudah dididik oleh guru 
yang sama, jadi setiap kali ada masalah, masing-masing  berusaha 
untuk dapat menilai yang baik di sisi Allah. Bila semua mempunyai 
tujuan yang sama yaitu keridhaan Allah, perkara apapaun selalu jadi 
mudah. Kami berempat serumah. Kecuali sekarang ini, dua orang sedang 
bertugas di Malaysia. 
> Menjadi istri "dimadu" apa tak membuat martabat Anda sebagai 
seorang perempuan terhina?
>   Saya hendak mengingatkan kita bahwa dalam menilai sesuatu, 
karena zaman ini sudah rosak, maka nilai-nilai  manusia/moral juga 
sudah sangat jauh dari kehendak Allah. Contoh saja; para wanita 
mengatakan dirinya merasa "dihina" dengan poligami. Padahal itu kan 
memang boleh menurut Islam. Tapi wanita diminta buka aurat, ia 
menjadi tontonan. Tak satupun menganggap dirinya merasa terhina. 
Padahal itu adalah keadaan yang sangat menghinakan. Wanita sudah 
hilang malunya karena ketiadaan iman. 
> Poligami itu, bila dijalankan dengan tujuan membesarkan Allah, 
kita akan merasakan bahwa itu sangat baik untuk pendidikan hati 
kita. Kita akan tahu bahwa kita belum sabar. Maka, kita akan belajar 
untuk bersabar. Kita bisa tahu bahwa di hati kita ada hasad dan 
dengki. Cemburu itu  adalah hasad dan dengki adalah puncaknya. Lalu 
kita belajar untuk tidak hasad atau dengki hingga timbul rasa tidak 
membahagiakan orang lain.  
> Bukankan manusia normal tak menginginkan suaminya jadi rebutan 
wanita lain? 
> Jadi, bila dikatakan manusia normal tidak mau dipoligami gitu? 
Manusia normal itu seperti apa? Apakah istri-istri Rasulullah bukan 
wanita normal? Menurut saya, manusia normal itu adalah manusia  yang 
tahu dirinya hamba dan Allah sebagai Tuhannya. Tentu dia akan sangat 
mencintai  Tuhan Nya. Dan dirinya akan merasakan  bahwa syariat 
Allah adalah yang terbaik. Bahkan sekarang kadang saya merasa malu 
dengan Allah. Malu, mengapa "orang jahat" seperti saya tapi Allah 
masih memberi rasa kebaikan-kebaikan dalam poligami. Kalau saya saja 
yang menganggap "masih jahat" dan masih diberi banyak kebaikan oleh 
Allah,  bagaiman pula kehebatan keluarga Rasulullah?. 
> Anda tidak takut, rasa cinta suami Anda tak akan seperti di awal 
pernikahan? karena akan terbagi?
>   Tidak. Sebab suami dan kami punya cita-cita yang sama. Untuk 
mencintai Allah. Dan mencintai Allah itulah  yang dapat menambah 
kuat ikatan diantara kami semua. Perlu kita sadari, kerana manusia 
sudah tidak menganggap Tuhan segalanya, maka bila berumahtangga, dia 
menganggap  suami adalah segala-galanya. Ya dengan kata lain, cinta 
suami. Padahal, kalau kita membesarkan cinta pada Allah,  maka Allah 
sendirilah yang  akan mebagi kebahagiaan itu.
> Bagaimamana dengan kebutuhan finansial dan pembagian perhatian 
terhadap anak-anak Anda suami menikah lagi?
>   Alhamdulillah Allah bukan saja mencukupkan, tapi menambah-
nambah. Dan alhamdulillah, anak-anak kami semua justru bersyukur 
dengan poligami. Kemarin anak saya yang berumur 10 tahun diwawancara 
sebuah majalah. Dia mengatakan, begitu senang memiliki ibu banyak. 
Banyak tapi  sayang. Dia pernah melihat seorang aktifis perempuan 
begitu keras berkata tentang poligami. Anak saya mengatakan, "Ini 
perempuan bercakap bukan dengan akal lagi, tapi dengan nafsu. Sangat 
emosional. Padahal, kami (anak-anak saya maksudnya) suka dengan 
itu . tak ada penzaliman." 
> Apakah mungkin seorang suami bisa membagi perhatian tiga orang 
istri dengan banyak anak berbeda-beda misalnya?
>   Bisa. Bahkan hubungan anak-anak  semua sangat baik. Tak ada 
perbedaan dia dari ibu yang mana. Suami saya baru memiliki 4 orang 
anak. Tiga dari saya dan 1 dari istri kedua. Istri ketiga dan 
keempat belum dikaruniai anak. 
> Banyak aktivis perempuan mengkritik poligami, apa pandangan Anda 
menghadapi kritikan itu?
>   Jangankan untuk hal poligami, gerakan kaum feminis hingga 
sekarang ini,  belum mendapatkan kejayaan. Patutnya sekiranya jika 
mereka melihat gagalnya perjuangan kaum feminis di Prancis yang 
menjadi sumber awalnya. Saya pernah 11 tahun di Prancis melihat 
sampai sekarang, di sana gerakan tersebut boleh dikatakan tidak 
membuahkan hasil, yang ada justru  kesengsaraan bagi kaum wanitanya. 
Banyak orang berkonsultasi dengan saya. Sebab banyak hal yang 
diperjuangkannya tidak sesuai dengan fitrah dia. Jadi katakanlah dia 
mendapatkan apa yang dia mau, tapi ternyata bila sudah mendapatkan, 
sesungguhnya dia begitu tersiksa.  
> Jadi apa hikmahnya bagi Anda dan kalangan Muslimah dengan 
berpoligami?
>   Saya pernah mengatakan di media massa,  "poligami itu indah dan 
memang perlu." Perlu bagi wanita dan lelaki sebagai pendidikan hati 
kita untuk dapat lebih mudah membesarkan asma Allah.
> Karenanya, saya menghimbau pada semua, mari kita kembali pada 
Allah, Tuhan kita. Dialah penyelesai segala maslah. Sekarang ini 
yang jadi masalah sebenarnya bukanlah poligami. Jadi tak perlu sibuk 
memerangi poligami. Sama halnya  sekarang banyak orang shalat tapi 
masih korupsi. Lantas apakah dengan begitu kita akan memerangi 
shalat? Banyak masalah lain yang kita perlu selesaikan. 
> Pendidikan kita sedang bermasalah. Ekonomi kita bermasalah. 
Kebudayaan dan semua aspek kehidupan kita sudah rusak dan itu adalah 
masalah. Maka mari kita kembali pada Allah. Jadikan Ia segalanya. 
Bila demikian akan selesailah semua masalah. Mau monogami atau 
poligami, jika kembali pada Allah, tetap akan membawa kehidupan yang 
harmoni. [Cholis Akbar]
> http://hidayatullah.com/index.php?
option=com_content&task=view&id=3963&Itemid=61
> 
> 
> 
>   
> 
> 
> Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu
> Pena lebih tajam dari pedang
> Tinta seorang  berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid
> 
> 
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>  
> ---------------------------------
> Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
>


Kirim email ke