Saudara Budi,

saya benar-benar jadi tertawa kecut membaca ulasan anda di bawah ini. 
Terkesan setidak-tidaknya anda sendiri adalah pengecut dan berusaha 
mengungkung orang lain dalam ruang yang tertutup. Selain itu, dari 
contoh orang yang membeli kaligrafy Islam itu, anda melukiskan betapa 
naif dan lugu, kalau tdk bisa dibilang bodoh para penganut Islam itu 
(maaf ini benar-benar hanya ditujukan kepada Islam di mata sdr. Budi). 
Seseorang ingin menghias rumahnya dengan kaligrafi Arab, walaupun ngak 
mengerti apa isi dan makna kaligrafi itu????????????????????????

Bahasa Arab dijadikan symbol Islam atau hanya milik Islam semata. Symbol 
dijadikan kwalitas rohani, kwaliitas rohani didasarkan pada sebuah 
ajaran yang samar. Samar sebab sipemeluk ajaran tak mampu membaca 
apalagi mengerti apa yang diajarkan berdasarkan tulisan yang menjadi 
referensi bahkan dasar pengajaran itu.

Sebaliknya benarkah bahasa Arab itu hanya milik orang Islam? Saya 
pribadi mengenal orang Sirya, Iran, Libanon, Palestina, Jordania, 
apalagi Mesir dan negara-negara di Afrika utara  beraga Kristen dan 
menggunakan B.Arab. Mereka ini pastilah menggunakan Alkitab dalam B.Arab 
juga. tujuannya agar pemeluk ajaran Kristen itu tidak buta ayat dan 
salah tafsir. Memilih agama berdasarkan kesadaran tingkat 
intelektualnya. Sebagaimana ayat-ayat Alkitab ditulis dalam berbagai 
bahasa, apakah kalau Alkitab ditulis dalam B.Arab di Indonesia, langsung 
dianggap pemurtadtan?

Alangkah dangkal keimanan Islam yang anda gambarkan, hanya dengan 
membaca ayat Alkitab mereka bisa meninggalkan agamanya.

Secara theologis adakah yang salah dalam ayat-ayat ini?

(Mat 6:9)  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu,

(Mat 6:10)  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti 
di sorga.

(Mat 6:11)  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

(Mat 6:12)  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga 
mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

(Mat 6:13)  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi 
lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya 
Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Mungkin anda akan aberkata: Masya Allah disebut Bapa. Kenapa tidak? 
Panggilan Bapa itu bukan hanya akrab tetapi juga KEHORMATAN bukan? 
Bukankah orang yang tertinggi di Indonesia dipanggil Bapak atau Bapa ? 
Dan bukankah Allah itu dekat dengan orang yang saleh dan suci hatinya?

Kami menemukan kaligrapi yang sama di Jerusalem, menghiasi piring 
pajangan. Tentu penjualnya adalah orang Palestina. Perlu saya tandaskan, 
penduduk mayoritas, alias asli Jerusalem (Al Qud) itu adalah orang 
Jahudi, Palestina (Arab) dan Armenia. Mereka itu minimal menguasai 3 
bahasa tersebut ditambah B.Inggris. Bahkan oleh karena kota ini adalah 
kota tua (lebih dari 4000 thn. para ilmuawan disana juga lamncar bahasa 
Latin dan Junani). Kami bangga membeli piring pajangan itu dan 
menghadiahkankannya pada teman-teman kami yang menguasai bahasa Arab dan 
menyukai piring pajangan itu sebagai soufenir. Misalnya kami memberinya 
kepada sahabat kami, seorang professor muda dari Mesir. Bukan di 
Indonesia, jangan pula di salah tafsir, saya penyebar kaligrafy ini, 
saya tahu itu bisa menyangkut nyawa saya. Bukan karena saya takut mati, 
hanya karena bukan saya yang lakukan itu di Indonesia.

Dugaan saya, kaligrafy dimaksudkan pajangan itu telah dicopy 
mentah-mentah seorang bisnis. Business man ini bisa saja Islam, Kristen, 
Atheis, missinya adalah UANG? Mengetahui bahwa umumnya penduduk 
Indonesia beragama Islam dan mayoritas dari pemeluk agama Islam 
Indonesia itu tdk bisa membaca tulisan Arab, termasuk si Business man, 
maka tersebarlah pajangan demikian dipasaran. Buku-buku maupun 
pajangan-pajangan dalam B.Arab yang sebenarnya berisi ajaran Kristenpun 
oleh si pelayan Toko Buku, diklasifikasikan di kumpulan atau rak 
buku-buku islamiah, alasannya sama, sebab segala sesuatu yang Arabis 
dianggap milik Islam.

Lebih menyedihkan lagi anda telah menghimbau para tokoh Islam dan Ulama 
terkemuka MUI mencabut  *Ensiklopedi Alquran*
dari peredarannya, hanya berdasarkan gambar yang "bernada kristiani" 
bukan berdasarkan kwalitas isinya.

Untuk mempersingkat komentar saya, saya akhiri saja dengan mengutip 
tulisan dibawah:
Walhasil, ?Buku ini sangat patut dibaca untukmemahami siapa sesungguhnya 
yang tidak toleran?? tulis Husein Umar, Ketua Umum Dewan Dakwah 
Islamiyah Indonesiapada cover belakang.

Anjuran saya didiklah umat *berpengetahuan *yang benar dan kokoh, 
kemudian biarkan mereka menggunakan hak mereka secara bebas. Kita tidak 
hidup di zaman patriakhal atau diktator lagi melainkan demokrasi dan 
globalisasi. Persiapkan, bekali umat menghadapi segala pengaruhnya. 
Itulah cara yang tepat.

NB.
Jangan selalu mengkambinghitamkan kristen, jika ada hal-hal yang 
mengusik Alquran dan ajarannya. Iman orang kristen juga banyak ditentang 
dan berusaha diselewengkan, termasuk dari mereka yang menyebut diri 
kristen. Saya telah mendengar, tapi belum pernah bertemu dengan mereka, 
bahwa di Jakarta, ada sekelompok yang mengaku kristen. Mewajibkan 
pengikutnya mengenakan jilbab dan salib bersamaan. Merekapun mencampur 
liturgi atau ritual antara ajaran Islam dan Kristen dalam menjalankan 
ibadahnya. Bukan hanya itu, nyanyian-nyanyian maupun melodinya berbau 
Arab. Saya yakin metode ini bukanlah metode pemurtadan bagi para 
penganut Islam saja melainkan metode universalismus. Si pemula melihat 
cara mengawinkan Islam dan kristen adalah cara yang paling tepat menarik 
simpati umat.

Jangan takut pada Alkitab (Bibel), Alkitab mengajarkan kasih kepada 
sesama dan mendoakan musuh.  Merakit bom di rumah-rumah jauh lebih 
berbahaya, sama dengan bahaya fanatisme. Saya sudah membaca seluruh 
Quran. Sampai sekarang Quran melengkapi perpustakaan saya. Saya bukan 
hanya membaca dan mempelajari Quran, saya dilahirkan di keluarga Islam 
dan Kristen. Metode perbandingan adalah salah satu metode tahan uji bukan?

Menempatkan satu golongan sebagai figur yang menakutkan dan berbahaya, 
menurut saya termasuk pelecehan HAM. Itulah sebabnya di negara Eropa 
telah dikeluarkan UU diskriminasi, termasuk menanggapi kehidupan 
homoseksual dan lesbian. UU ini menuntut seulur lapisan dan golongan 
untuk menghargai dan menerima homo dan lesbi sama dan setara dengan 
penduduk lain.

Cara penulis dengan menulis awas dengan besar dan warna merah saja, anda 
telah menempatkan Bibel lebih  berbahaya dari penyakit AIDS dan lebih 
rendah dari sampah yang mematikan.

Sadarkah anda-anda yang menyebarkan e-mail ini betapa arogan sekaligus 
kerdilnya kalian?


Budi P wrote:
>
> *1** . **Buku "Ensiklopedi Alquran" Menyesatkan*
>
> Picture (Metafile)
>
> Saat ini telah beredar buku berjudul* **'Ensiklopedi Tematis Alquran'* 
> . Buku yang terdiri dari 6 jilid, berisi 1.100 halaman dengan 1.160 
> gambar berwarna serta kaligrafi itu diterbitkan oleh Penerbit Kharisma 
> Ilmu Jakarta.
>
> Ensiklopedi tersebut sangat menyesatkan karena* **berisi 
> gambar-gambar* yang tidak Islami. Dan yang aneh, di dalamnya ada 
> propaganda terselubung mengenai agama Kristen. Pada jilid pertama 
> ketika membahas* **masalah iman*, tidak ada juntrungannya,/ terdapat 
> ilustrasi penganut agama Kristen lengkap dengan salibnya/.
>
> Demikian pula di dua halaman berikutnya, dengan* **sub judul gerbang 
> iman* kembali/ //bergambar orang Kristen sedang berdoa di gereja/. 
> Semua gambar tersebut jelas dan menyolok memamerkan simbol dan 
> aktivitas orang Kristen. Sebuah ilustrasi yang sama sekali tidak ada 
> hubungannya dengan isi yang sedang dibahas.
>
> Selain itu banyak gambar aneh bertebaran seperti/ //setan yang 
> digambarkan dengan wajah menyeramkan dan bertanduk di dalam api/; / 
> //laki-laki sedang meniup terompet menggambarkan malaikat Isrofil 
> meniup sangkalala/; / //pohon dengan dahan berbentuk kepala ular yang 
> lidahnya menjulur menggambarkan pohon zaqqum/ dan sebagainya.
>
> Ada lagi* ** gambar wanita seksi* yang tampak/ //pusar dan dadanya/ 
> menggambarkan wanita penghuni surga. Pada* **sub judul 'melihat Allah 
> di akhirat'* tergambar/ //seorang lelaki dengan wajah mirip Yesus 
> bersama dua wanita berjilbab/.
>
> Dan masih banyak lagi apabila dikaji gambar-gambar yang menyesatkan 
> dan merusak akidah umat.
>
> Padahal buku tersebut judulnya saja Ensiklopedi Alquran. Ditulis oleh 
> Muhammad Kamil Hasan Al Mahami dengan edisi Indonesia diberikan kata 
> pengantar oleh Ichwan Sam, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia 
> (MUI). Tidak cukup dengan itu, sederet nama besar menjadi pembaca 
> ahli, di antaranya Prof KH Alie Yafie, Prof Dr H Moh Ardani, Prof Dr 
> Nasaruddin Umar MA, Prof Dr H Ahmad Bachmid, Lc.
>
> Modus operandi penjualan ensiklopedi tersebut banyak kepada kaum awam, 
> terutama karyawan di perkantoran maupun di perumahan elite. Buku itu 
> dijual dengan sistem cash maupun kredit. Hal ini tentu membahayakan 
> akidah dan pemahaman Islam seseorang yang belum kuat imannya. Tidak 
> menutup kemungkinan bisa mengarah pada unsur SARA atau penodaan atas 
> agama.
>
> Untuk itu, kami meminta pihak penerbit Kharisma Ilmu segera menarik 
> ensiklopedi tersebut dari peredaran dan memperbaiki isi maupun 
> gambar-gambar di dalamnya. Juga kepada umat Islam agar menahan diri 
> tidak membeli ensiklopedi tersebut meskipun kelihatannya Islami dan 
> penampilan yang menarik (lux). Kepada MUI yang telah terlanjur 
> memberikan sambutan sebaiknya mengklarifikasi keikutsertaannya di 
> dalam penerbitan buku tersebut, tak terkecuali para pembaca ahli yang 
> meng-endorse buku tersebut. Semoga Allah memberikan rahmat kepada kita 
> dengan melindungi akidah umat Islam dari rongrongan orang-orang yang 
> tidak menyukainya. Wallahu a'lam
>
>  
>
>
>  
> *2. Awas ! Bibel Masuk Rumah Kita *
> /Oleh : / /Fakta / <mailto:[EMAIL PROTECTED]>/ 17 Aug, 06 - 10:19 pm /
>
> Suatu hari Mahfud berbelanja buku-buku bacaan islami di toko buku 
> Karisma Depok. Karena di toko itu dijual juga kaligrafi Arab, maka 
> dibelinya kaligrafi yang dikiranya dari ayat Al-Qur?an tersebut dua 
> buah untuk menghiasi rumah yang baru ditempatinya. Rencananya, satu 
> dipajang di ruang tamu dan satu lagi dipajang di ruang shalat.
>
> Sesampai dirumah, kaligrafi ukuran setengah meter itu dipajang di 
> tempat yang dimaksud. Setelah diamat-amati, Mahfud merasakan 
> keganjilan dalam kaligrafi Arab tersebut. Meski tidak hafal Al Qur?an, 
> tapi Mahfud biasa baca memutar kaset murattal di rumahnya. Maka ketika 
> membaca kaligrafi yang bertuliskan *?abana alladzi fis-samawat? * 
> <http://swaramuslim.net/images/uploads/murtadin/atribut_islam/Kaligrafi-Abana-b.jpg>
>  
> , dia langsung curiga. ?Kayaknya ini bukan ayat Al Qur?an?, katanya 
> dalam hati. Lalu dicarinya kata ?Abana alladzi fis-samawat? dengan 
> komputer, ternyata kata itu tidak ditemukannya di program ?Holy Qur?an 
> 6,5". Setelah dilaporkan kepada ustadz yang memahami perbandingan 
> agama, terbuktilah bahwa kaligrafi itu bukan ayat Al Qur?an, melainkan 
> ayat Bibel, yaitu /Injil Matius 6:9-13 /yang dikaligrafikan dalam 
> bahasa Arab dari .
>
> Sementara itu, bila punya hobi membaca kisah para Nabi Allah, kini 
> kita harus berhati-hati dalam memilih buku bacaan. Jika tidak, maka 
> kita akan tertipu dengan buku-buku Kristen berwajah Islam. Seperti 
> buku berjudul Islami, Mutiara Hikmah Nabi Sulaiman terbitan Galang 
> Press Yogyakarta. Di berbagai toko buku (Gramedia, Kharisma, Gunung 
> Agung, dll), buku tersebut dipajang di counter buku-buku Islam deretan 
> kisah-kisah para nabi.
>
> Kemasannya memang tidak menunjukkan gejala Kristen, bahkan bergaya 
> Islami. Misalnya, penerjemahan *?Salomo? *(versi Kristen) menjadi 
> *?Nabi Sulaiman alaihissalam? *dalam buku ini meyakinkan pembaca bahwa 
> buku ini adalah bacaan Islam. Padahal, sesungguhnya buku tersebut 
> adalah terjemah dari Bibel yang dikemas bergaya Islam. Karena buku ini 
> adalah ayat-ayat Bibel yang dikemas dalam bentuk puisi dengan 
> menghilangkan namasurat , nomor ayat dan perikopnya.
>
> Dua contoh kasus di atas sepenggal cuplikan pengalaman nyata dalam 
> buku yang ditulis oleh Tim FAKTA ini.
>
> Dalam kacamata ilmu perbandingan agama, buku ini tergolong lain 
> daripada yang lain. Karena dalam pembuktian superioritas Islam, 
> penulisnya mengawali setiap topik dengan latar belakang kasus-kasus 
> pemurtadan yang sangat beragam. Mulai dari kasus pemurtadan janda 
> muslimah, pemurtadan urang Sunda, muallaf gadungan, pemurtadan dalam 
> masjid, fitnah pendeta terhadap KH Zainuddin MZ, tipuan kaligrafi 
> Kristiani, Asmaul Husna versi pendeta, kasus pemberkatan puluhan ribu 
> pendeta dan umat Kristen kepada Gus Dur, dll.
>
> Gaya lain buku ini, dengan paparan semi ilmiah, semi investigasi dan 
> semi cerita, memudahkan pembaca untuk memetik khasiat ganda, 
> sekaligus, yaitu wawasan kristologi dan kesadaran akan bahaya 
> pemurtadan yang klimaks pada sikap kewaspadaan.
>
> Walhasil, ?Buku ini sangat patut dibaca untukmemahami siapa 
> sesungguhnya yang tidak toleran?? tulis Husein Umar, Ketua Umum Dewan 
> Dakwah Islamiyah Indonesiapada cover belakang.
>
>
> Awas ! Bibel Masuk Rumah Kita
>
> Penyunting: M.U. Salman
> M. Nurcholis Ridwan
> Pengantar: Abu Deedat Syihab MH
> Penerbit: Qalamas, Jakarta
> Cet. I, September 2005
> xvi + 238 halaman
>
>
>
>
> sumber : www.muhammadiyah- tabligh.or. id 
> <http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id/>
>
>
> SEE THIS...
> image
>
> image
>
> image
>
>
>  
>
> *Ingat.. Pemurtadan dengan Berbaju Islam adalah cara yang paling ampuh 
> saat ini untuk memurtadkan umat Islam... waspadalah.. . **
> Sebarkan informasi ini kepada saudara saudara sesama Muslim!*
>
>  

Kirim email ke