Ini benar-benar makin gila ya Indonesia....

http://www.rileks.com/ragam/detnews/13122006042850.html


Quoting wreddya hayunta <[EMAIL PROTECTED]>:

> Bagaimana Nasib RUU APP kini?
>
> Hadirilah Diskusi Publik Jurnal Perempuan Edisi 47 –" Mengapa Mereka
> Menolak RUU APP"
>
> Lagi-lagi RUU APP. Mungkin karena Rancangan Undang-Undang yang satu
> ini sangat misterius dalam prosesnya. Hasilnyapun tidak sampai ke
> telinga kita, apakah sudah diperbaiki atau belum. Kalau pun iya,
> terdengar simpang siur. Kalau ditanya wartawan, Balkan, sang ketua
> pansus RUU APP itu menjawab hal yang sama "sudah diperbaiki kok",
> tapi ketika ditanya apa yang sudah diperbaiki tidak jelas jawabannya.
> Sebagai rakyat, kita janganlah lelah membicarakan RUU yang satu ini.
> Walaupun saat ini perbincangan soal RUU APP sudah tidak nge-trend,
> namun sifat diskriminatif RUU tetap ada dan perlu kita cermati
> bersama. Apalagi DPR tetap bersikeras untuk mensahkan RUU yang penuh
> kontroversial ini.
>
> Terkait dengan itu, Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan
> Aliansi Mawar Putih menyelenggarakan Diskusi Publik Jurnal Perempuan
> Edisi 47 dengan tema:
>
> Diskusi Publik akan diselenggarakan :
>
> Hari / Tanggal        : Jumat / 15 Desember 2006
>
> Tempat                : Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin
>                  Jl. Cikini Raya No.73 Taman Ismail Marzuki
>                  Jakarta 10330
>
> J a m         : 18.00 – 22.00 WIB
>
> Narasumber    : Gadis Arivia (Aliansi Mawar Putih)
>                  Cok Sawitri (Budayawan Bali)
>                  Nasarudin Umar*
>                  Ayu Utami (Novelis)*
>                 Ratna Sarumpaet (Budayawan)*
>
> * dalam konfirmasi
>
> Acara ini diselenggarakan GRATIS dan terbuka untuk umum.
> Untuk konfirmasi kedatangan hubungi Yayasan Jurnal Perempuan di (021)
> 83702005 atau faks di (021) 8302434.
>
> INGAT:
> Menolak RUU APP bukan berarti setuju dengan pornografi. Kami menolak
> justru karena isi dari RUU APP tidak efektif untuk mengatasi
> pornografi. RUU APP malah membatasi kebebasan berekspresi dan malah
> menempatkan perempuan dalam posisi sebagai pihak yang menonjol
> kesalahannya dalam pornografi.
>
> INGAT:
> Kami mencintai keberagaman dan menolak penyeragaman budaya melalui
> RUU APP!
>
>



Kirim email ke