Bagaimana Nasib RUU APP kini?
Hadirilah Diskusi Publik Jurnal Perempuan Edisi 47 " Mengapa Mereka
Menolak RUU APP"
Lagi-lagi RUU APP. Mungkin karena Rancangan Undang-Undang yang satu
ini sangat misterius dalam prosesnya. Hasilnyapun tidak sampai ke
telinga kita, apakah sudah diperbaiki atau belum. Kalau pun iya,
terdengar simpang siur. Kalau ditanya wartawan, Balkan, sang ketua
pansus RUU APP itu menjawab hal yang sama "sudah diperbaiki kok",
tapi ketika ditanya apa yang sudah diperbaiki tidak jelas
jawabannya. Sebagai rakyat, kita janganlah lelah membicarakan RUU
yang satu ini. Walaupun saat ini perbincangan soal RUU APP sudah
tidak nge-trend, namun sifat diskriminatif RUU tetap ada dan perlu
kita cermati bersama. Apalagi DPR tetap bersikeras untuk mensahkan
RUU yang penuh kontroversial ini.
Terkait dengan itu, Yayasan Jurnal Perempuan bekerjasama dengan
Aliansi Mawar Putih menyelenggarakan Diskusi Publik Jurnal Perempuan
Edisi 47 dengan tema:
Diskusi Publik akan diselenggarakan :
Hari / Tanggal : Jumat / 15 Desember 2006
Tempat : Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin
Jl. Cikini Raya No.73 Taman
Ismail Marzuki
Jakarta 10330
J a m : 18.00 22.00 WIB
Narasumber : Gadis Arivia (Aliansi Mawar Putih)
Cok Sawitri (Budayawan Bali)
Nasarudin Umar*
Ayu Utami (Novelis)*
Ratna Sarumpaet (Budayawan)*
* dalam konfirmasi
Acara ini diselenggarakan gratis dan terbuka untuk umum.
Untuk konfirmasi kedatangan hubungi Yayasan Jurnal Perempuan di
(021) 83702005 atau faks di (021) 8302434.
INGAT:
Menolak RUU APP bukan berarti setuju dengan pornografi. Kami menolak
justru karena isi dari RUU APP tidak efektif untuk mengatasi
pornografi. RUU APP malah membatasi kebebasan berekspresi dan malah
menempatkan perempuan dalam posisi sebagai pihak yang menonjol
kesalahannya dalam pornografi.
INGAT:
Kami mencintai keberagaman dan menolak penyeragaman budaya melalui
RUU APP!