Tepat sekali, pernyataan Panglima GAM yang sudah berulangkali disebar
luaskan memastikan bahwa perjuangan GAM adalah kemerdekaan Aceh sesuai
dengan singkatan GAM itu sendiri.

Masalah bentuk negara setelah mencapai kemerdekaan, nantinya akan
diserahkan kepada rakyat Aceh dalam referendum akan diawasi dan
dilaksanakan oleh GAM dan orang2 Aceh sendiri (bukan oleh orang2
Indonesia yang diawasi oleh TNI).

Memaksakan Syariat Islam sekarang oleh pemerintah RI se-mata2 masalah
taktik dalam meredam pemberontakan GAM, karena dengan hukum Islam
itulah maka pemerintah RI bisa memutar balik tuduhan pemberontakan
terhadap negara menjadi kemurtadan terhadap kekuasaan Islam yang
diciptakan Allah.  Dalam hal ini pemerintah RI bisa melakukan ethnic
cleansing atas nama Allah sehingga mengaburkan makna dari kemerdekaan
Aceh.  Dengan Syariat Islam inilah pemerintah RI akan lebih berhasil
memegang kontrol masyarakat Aceh yang umumnya fanatik Islam.

Kalo saja Syariah Islam merupakan hukum tertinggi di Aceh, maka mereka
yang menentang pendudukan RI disamakan dengan menentang Syariah Islam,
dan hukuman mati bisa bebas dilaksanakan tanpa melibatkan pemerintah
RI sehingga protes pelanggaran HAM nantinya bisa dialamatkan kepada
Syariah Islam-nya bukan kepada pemerintah RI-nya.

Ny.Muslim binti Muskitawati.




-- In [email protected], "Abidin M.Asyek" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sepanjang sepengetahuan saya, GAM sendiri tidak memperjuangkan
negara Islam,
> GAM memperjuangkan kemerdekaannya.
> Masalah Syariat Islam, tidak termasuk agenda GAM.
> palng tidak, tidak termasuk dalam point utama.
> Sebenarnya mereka juga sedikit alergi ttg Syariat Islam di Aceh, apa yg
> terjadi adalah hanya menjadi alat politis dan penyimpitan persepsi dari
> Syariat Islam itu sendiri, kesan yg timbul adalah Syariat Islam adalah
> menjadi pendangkalan terhadap syariat itu sendiri, Syariat Islam menjadi
> identik dengan cambuk dan WH.
> 
> Kemenangan Irwandi-Nazar dari Independent saya kira hanya karena rakyat
> ingin sesuatu yg baru, rakyat sudah bosan dengan wajah-wajah lama,
> kemenangan kelompok "idependent" ini juga di ikuti kemengan kelompok
> "independent" di tingkat II, di beberapa daerah tk II mereka mampu
menang
> telak. Meski fenomena ini banyakmembuat orang menjadi shock.
> 
> Disisi lain, rakyat juga memberikan kesempatan kepada para mantan
GAM untuk
> mencoba kemapuan mereka di dalam menjalankan roda pemerintahan,
taruhan yg
> sangat mahal memang, tapi masih belum sebanding dgn 30 tahun perang
saudara
> di Aceh.
> 
> 
> Saleum
> 
> Bidin
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, eko
darminto
> <ekodarto@> wrote:
> >
> > Hancurkan Singapura
> > Kemenangan Irwandy titik awal kebangkitan
> > Islam di Asia Tenggara.
> >
> > Ass wr wb
> >
> > Pertama kali secara pribadi saya mohon maaf , bila
> > dimasa lalu tulisan-tulisan saya yang , terutama
> > menjelang dan pasca MOU GAM - RI yang tersebar
> > diperbagai millis sangat menusuk perasaan warga Aceh
> > yang mayoritas umat Islam.
> >
> > Dalam perenungan saya setelah mendengar kemenangan sdr
> > Irwandy dalam Pemilihan Gubernur NAD, saya menjadi
> > tersadar bukankah kemenangan sdr Irwandy bahwa
> > tegaknya syariat Islam dinegeri yang mengaku mayoritas
> > warganya beragama Islam menjadi mutlak adanya.
> >
> > Seperti yang telah dipelopori dalam ratusan tahun
> > perjuangan rakyat Aceh , mereka pada hakekatnya tidak
> > sekedar menuntut kemerdekaan dalam arti sempit akan
> > tetapi dalam arti yang hakiki yakni tegaknya Syariat
> > Islam tidak saja di Aceh akan tetapi juga di
> > Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
> >
>


Kirim email ke