Si TOPIK NGANGREMIN RACUN UGAMAK?
17 des 2006,minggu

„«      Kalo rezim-rezim komunis di seluruh dunia membantai ratusan 
juta
orang, tidak berarti lalu kita boleh seenaknya membantai setengah
juta orang yang kita cap sebagai "komunis" di Indonesia ini.
>
> Cara pikir Taufik Ismail ini amat berbahaya jika diadopsi oleh
organisasi-organisasi paramiliter seperti PPM yang haus perang itu.
>
> manneke
>>>>>>>>>>>>>>
„«      Komentaranku,
„«      Heran guweh, kok urang ugamak ituh,
„«      Justru getol nyebarken hawa kebencihan sih???
„«      Inih mungkin yang disengbut ugamak ituh racun kemanungsaan?
sedengken daku,
pernah mengliat ituh wajah,si anti komunis tulen.
remeng remeng di taman marjukih,
kutika ada gelar pembacaan puisih,
dimana si Kalzom dengen gayah maboknyah,
dan sapardihpun
membacakkan puisinyah, termasup puisih
laparnyah, satu sastrawan dari jawah laennyah?
yang dapet tepokkan gegap gumpitah.
saking edannyah ituh pembacaan.
kala ituhlah puisi laparnyah,dapet pujihan??
siapah ada yang inget? puisi lapar ituh?
oh, termasup si Darmantoh, dosen cabullogih dari Undi.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Hmm,memang  guweh langgih mingkir,

Inihlah conto bahuwa ugamak ituh racun,

Dengan variasi rangsanyah,MACEM RANGSA KONDOM.

Hhehe,ada rangsa, strawberrih, ada rangsa banana split,

Ada rangsah durian montong, ada pulak rangsah jeruk garut?

Hhehe,dangsar tukang ORAL SEX ituh,bener2 edan bukan?

Nah, rangsa racun ugamakpun demingkian,

Buat PARA ORAL SEX UGAMIS DI DONIAH,

Ada rangsa kondom karesten, ada rangsah budah, dan yang

Paling digemarin rangsa kondom Islam inih.

Yang katanyah PEDES PEDES MANIS, MACEM ASEM KARANJIH.

Dan kamungkinan besar si seniman Topik inih, paling

Seneng mangke kondom Islam rangsa asem karanjih ituh.

Maklumlah kerana diah Urang sakberang puloh Jawah.

Dan dalem karya antih Komunisnyah ituh,

Daku bingsa membayangken BANGORNYAH NAPSU

SI TOPIK, walaopun udah mulaen bangkotan pikun.

SATU HASIL DARI RACUN UGAMAK,

YANG  BERAROMAH KONDOM RANGSA ASEM KARANJIH INIH.

Dimana diah bisak jadi guru persenggamahan yang enggak wajar.

Dengan memangke oral buat memuasken NAPSU KEBENCIHANNYAH.

Yang berkondomken ugamak Islam yang beromah rangsah
ASEM KARANJIH  SATU JENIS BUAH2AN YANG UDAH MULAEN

PUNAH PUUNNYAH DI NUSANTARAH KITA INIH.

Yah¡Ksakmodel demikianlah kugambarken, 

RANGSANYAH RACUN UGAMAK.ISLAM.

YANG BAGAEKEN KONDOM BUAT ORALSEX, YANG

BERAROMAHKEN RANGSAH ASEM KARANJIH.

Nb. Ah..sakmogah orang yang lagih memikun ituh,

Bisak bertobat dari kebencihannyah kepada sesama,

Dilantaranken oleh racun ugamak Islam  yang diah pangkeh

Buat melakuken oral sex dalem persetubuhan rohaninyah.

>>>>>>>>>>>>>>>>>



Re: Taufiq Ismail:: Komunis Telah Membantai 120 Juta Orang di 70 
Negara 

Nara sumbernya Taufik Ismail, medianya hidayatullah, paduan yang
serasi untuk menciptakan artikel yang berbahaya - istilah yang
Manneke gunakan.


--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Kalo rezim-rezim komunis di seluruh dunia membantai ratusan juta
orang, tidak berarti lalu kita boleh seenaknya membantai setengah
juta orang yang kita cap sebagai "komunis" di Indonesia ini.
>
> Cara pikir Taufik Ismail ini amat berbahaya jika diadopsi oleh
organisasi-organisasi paramiliter seperti PPM yang haus perang itu.
>
> manneke
>
>
> -----Original Message-----
>
> > Date: Fri Dec 15 16:24:15 PST 2006
> > From: "Alex Simanjuntak" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [mediacare] Re: Re: [nasional-list] Re: [HKSIS] Taufiq
Ismail:: Komunis Telah Membantai 120 Juta Orang di 70 Negara
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Kutipan:
> > "Sayangnya, menurut Taufiq, banyak kalangan mahasiswa yang
justru menjadi kepanjangan tangan komunis dan membela-belanya karena
ketidakpahaman akan sejarah. Itulah sebabnya kaum komunis
memanfaatkan kampus dan LSM-LSM yang mengaku pembela HAM sebagai
wadah dan tempat untuk hidup kembali."
> >
> > Komentar:
> > Senior anti komunis ini (Taufiq Ismail) sudah pikun, sehingga
pikirannya masih berkutat pada kondisi perang dingin. Padahal jaman
sudah berubah banyak, sehingga juga berdampak terhadap perkembangan
komunisme. Di negara-negara Barat partai komunis dapat dikatakan
habis riwayatnya. Rakyat di sana sudah berteriak anti komunisme.
Sedang di Indonesia partai komunis juga sudah dihabisi oleh
militaris-Suharto.
> > Jadi yang tidak paham sejarah adalah Taufiq Ismail sendiri,
bukan para mahasiswa yang pikirannya lebih luas, tidak picik
terhadap sejarah.
> >
> > Taufiq Ismail jelas berpikiran "katak dalam tempurung",
meskipun membaca buku-buku Barat sebagai referensi. Dia harus tahu
bahwa banyak LSM-LSM dibiayai (dimanfaatkan) oleh negara Barat -
negara-negara kapitalis/neo-liberalis, bukannya kaum komunis. Jadi
Taufiq jangan ceroboh mengeluarkan pendapatnya.
> >
> > Alex Simanjuntak



Kirim email ke