Sebelum melangkah pastikan dulu tujuan anda benar-benar baik dan bukan sekedar obsesi atau mimpi buruk untuk kembali ke jaman jahiliyah. Jaman sudah berubah, carilah tantangan2 baru yang relevan, belajarlah sedikit filsafat kebijaksanaan, ingat sila ke 4 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAT KEBIJAKSANAAN..... . Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat (kata Ebiet G Ade).
Wassalam On 12/18/06, eko darminto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kan namanya Piagam Madinah , bukan piagam Mekah, kan Hijrah itu dari Mekah ke Madinah, kan tujuan Hijrah untuk menyusun kekuatan , kan mengalah, kemudian pindah menyusun kekuatan untuk menyerang. Damage control, mengorganisir diri, menyiapkan pertahanan kemudian menyerang teori perang biasa Bos Begitu aja koq repot. Salam Eko Darminto --- Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED] <muskitawati%40yahoo.com>> wrote: > --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, eko darminto > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Piagam Madinah sebuah sarana pembelajaran buat, > > Irwandy Calon Presiden RI 2009. > > > > > Bahkan Caliph Arab Saudia sekarangpun tidak > mendorong calon2 > pemimpinnya untuk mempelajari piagam Madinah !!! > Bahkan Nabi Muhammad > sekalipun gagal dengan piagam Madinahnya karena > ternyata ditolak oleh > penduduk Quraish dan penduduk Mekah. Perang > akhirnya berkobar dan > diakhiri dengan penjagalan besar2an mereka yang > kalah. > > Lalu apanya dari piagam yang gagal ini mau > dipelajari ??? > > > > Kegagalan untuk mencapai perubahan menuju > perbaikan > > tersebut biasanya muncul karena para aktor yang > tidak > > pernah ikut berjuang dilapangan , tiba-tiba ketika > > kemenangan dicapai muncul menjadi pahlawan > kesiangan > > yang seolah-olah menjadi sangat revolusioner, > > Kemunculan para pahlawan kesiangan tersebut > terjadi > > biasanya karena kelengahan para pejuang itu > sendiri > > yang biasanya mabok kemenangan, rebutan harta > > pampasan perang (ghonimah) dsb,dsb. > > > > > > Lhaaaa...... mesjid ahmadiah dibakar itu bukanlah > karena ada pahlawan > kesiangan tapi pahlawan yang terlalu pagi datangnya > untuk > memperebutkan harta jarahan umat Ahmadiah !!! Jadi > kegagalan itu > bukan karena adanya aktor melainkan adanya > kepercayaan yang meracuni > aktornya !!! Kepercayaan nya inilah yang harus kita > hadapi secara > revolusioner mengubah ajaran2 biadabnya dengan > nilai2 yang beradab. > > Memperkosa amoy2, membakar gereja2, hingga menjagal > anak2 SD yang > bukan Islam, kesemuanya itu adalah disebabkan bukan > oleh aktornya > melainkan oleh kepercayaannya itu yang meracuni sang > aktor. Syariah > Islam dengan piagam Madinahnya hanyalah satu contoh > saja dari segala > kebiadaban yang bisa anda saksikan. Bagaimana > mungkin ajaran yang > menghalalkan penjagalan penyembah berhala bisa > diharapkan untuk > mendambakan perdamaian???? Cukup kita jujur dalam > satu hal saja, > yaitu mau mengakui yang buruk dan biadab, dan > bersedia mengubahnya !! > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > Kegagalan inilah yang sesungguhnya mendera > > perubahan-perubahan di Indonesia sejak tahun 1945 > , > > 1965 dan 1998 . > > > > Reformasi 1998 contohnya dengan Gus Dur , Presiden > RI > > ke 4 yang terpilih ditahun 1999 ia adalah tokoh > yang > > muncul dengan harapan bisa membawa perubahan > kearah > > perbaikan bagi Indonesia, walaupun dalam > Pemerintahan > > Gus Dur ia berhasil menghancurkan sebagian sistim > dan > > nilai-nilai Orde Baru , akan tetapi karena lebih > dari > > separuh aktor-aktor yang tidak turut dalam > > memperjuangkan Reformasi duduk di Pemerintahan Gus > Dur > > dapat kita saksikan hasilnya akhirnya beliau > > dilengserkan secara inkonstusional oleh Rezim > > lama.Bagaimana sering kita dengar ketika Gus Dur > > memerintah banyak sekali Kyai-Kyai yang sebelumnya > > ditangan kirinya membawa tongkat dan ditangan > kanannya > > membawa tasbih berubah tiba-tiba menjadi ditangan > kiri > > membawa proposal ditangan kanan membawa Hand > Phone. > > > > Bagaimana sekarang dengan Irwandy ia diharapkan > bisa > > membawa perubahan kearah perbaikan bagi Rakyat > Aceh. > > Ia tokoh GAM yang berbeda dengan GAM di Swedia. > Ada > > beberapa saran dari saya buat sdr Irwandy : > > > > 1. Mengenai penerapan Syariat Islam di Aceh hal > ini > > adalah faktor yang sudah terjadi karena hal > tersebut > > memang sudah menjadi kehendak Rakyat Aceh , > terlebih > > Aceh adalah Serambi Mekahnya Indonesia. > > > > 2. Libatkan rakyat dan bicara pada Rakyat bukan > > hanya ke DPRD Aceh dalam membangun Aceh. > > > > 3. Dalam hal pencegahan penyahgunaan jabatan oleh > > pejabat/birokrasi dengar suara Rakyat. > > > > 4. Dalam hal penanganan korupsi gunakan cara > > Rassullah saw dalam mengatur penglolaan dana > pampasan > > perang, cegah rebutan ghonimah. > > > > 5. Libatkan Wagub dalam setiap langkah strategis. > > > > > > Mudah-mudah an saran diatas akan dapat membantu > > membawa Rakyat Aceh kearah yang lebih baik. dan > tak > > salah bila ditahun 2009 Rakyat Indonesia akan > > mencalonkan anda menjadi Presiden RI dengan Wakil > > Hamid Awaluddin atau Yusuf Kalla . > > > > > > Salam > > > > > > Eko Darminto > > > > > > > > Teks Piagam Madinah > > > > Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban > Islam, > > Piagam Madinah diakui sebagai bentuk perjanjian > dan > > kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat > Madinah > > yang plural, adil, dan berkeadaban. Di mata para > > sejarahwan dan sosiolog ternama Barat, Robert N. > > Bellah, Piagam Madinah yang disusun Rasulullah itu > > dinilai sebagai konstitusi termodern di zamannya, > atau > > konstitusi pertama di dunia. > > > > Berikut petikan lengkap terjemahan Piagam Madinah > yang > > terdiri dari 47 pasal: > > > > Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih > dan > > Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, > > Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin > > (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), > dan > > yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan > berjuang > > bersama mereka. > > > > Pasal 1: Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari > > (komunitas) manusia lain. > > > > Pasal 2: Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy > > sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu > > membayar diat di antara mereka dan mereka membayar > > tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di > > antara mukminin. > > > > Pasal 3: Banu 'Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) > mereka, > > bahu-membahu membayar diat di antara mereka > seperti > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
