> eko darminto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Makanya kasi tau Amerika-Inggris dan Israel jangan habis nyerang 
> Irak ngak bertanggung jawab, sejarah para nabi dan para rasul 
> termasuk Muhammad saw telah menunjukkan bahwa beliau-beliau itu 
> hanya menyerang kalau habis diserang.
> 


Persia yang beragama Zoroaster belum pernah menyerang Arab ataupun
Islam, tapi mereka justru diserang dan dibantai habis sehingga
sekarang Persia dinamakan Iran yang isinya tak ada lagi umat
Zoroaster.  Umat Zoroaster sebagian kecil berhasil menyelamatkan diri
ke India dan ke Amerika.

Tanggung jawab apa yang anda maksudkan yang harus dipikul oleh
Amerika-Inggris dan Israel dalam hubungannya dengan Irak ???  Israel
tak ikut campur dalam serangan ini.  Tanggung jawab Amerika adalah
membangun pemerintahan baru di Irak dan hal itu sudah berhasil
dilakukannya.  Apakah Muhammad dan teman2nya juga bertanggung jawab
terhadap mereka yang diserang???  Tanggung jawabnya adalah pemusnahan
genocide satu bangsa yang beragama Zoroaster.

Semua orang tahu, Amerika adalah negara terbaik dalam melindungi HAM,
bahkan semua umat Islam mengungsi ke Amerika dikala mereka dibunuhi
sesama umatnya sendiri.  Amerika memiliki umat Islam yang jumlah
alirannya terbesar didunia dengan kepercayaan Islamnya yang sangat
ber-beda2.  Jadi kalo mau mengenal dan belajar Islam komplit hanya
Amerika inilah tempatnya, tidak ada negara Islam dimanapun juga yang
memiliki study agama Islam yang selengkap di Amerika ini.


> Di Indonesia ini tidak berlaku yang namanya diktator mayoritas dan 
> tirani minoritas, jangan ganggu kerukunan umat seagama dan antar 
> umat beragama. Syariat Islam itu hanya berlaku untuk mereka yang 
> beragama Islam saja, tidak berlaku untuk mereka yang beragama selain 
> Islam , hukum rajam di aceh hanya berlaku untuk mereka yang beragama 
> islam , sedang kan ekonomi syariah boleh diikuti oleh mereka yang 
> bukan Islam dan harus diikuti oleh mereka yang beragama Islam di 
> Aceh. 
> 
> 


Di Indonesia memang tidak ada tirani minoritas yang ada tirani Syariah
Islam yang justru pengganggu utama kerukunan umat beragama atau
seagama.  Syariat Islam itu hanya berlaku untuk mereka yang beragama
Islam saja, sedangkan yang bukan Islam tidak terlindungi hukum. 
Berdasarkan Syariah Islam, manusia yang termulia adalah muslim dan
yang lainnya adalah lebih rendah daripada binatang yang halal
disembelih.  Hukum Rajam belum pernah diberlakukan di Aceh termasuk
terhadap umat Islamnya.  Untuk yang bukan Islam tidak berlaku hukum
rajam tapi hukum pancung kepala.  Syariah Islam tidak mengenal ilmu
ekonomi, yang anda maksudkan ekonomi Syariah hanyalah jiplakan
sepotong2 dari cara2 Barat yang berupa system koperasi yang digunakan
untuk menipu umatnya sendiri.

Syariah Islam hanyalah angan2, karena, setiap umat bisa ber-beda2
pandangannya tentang Syariah Islam dalam hal ini tidak pernah ada
standarisasinya.  Sepanjang sejarah Islam yang berlaku hanyalah
tergantung siapa yang berkuasa, dan itulah Syariah yang berlaku.

Sebenarnya tak ada gunanya memperbincangkan Syariah Islam yang sama
sekali tidak ada standardnya, satu kelompok bilang Syariah Islam hanya
untuk orang Islam, tapi kelompok lain bilang bahwa yang bukan Islam
harus mematuhi atau menghormati hukum Islam.  Yang sederhana, dibulan
puasa hanya orang Islam saja yang berpuasa, tapi kedai dan restoran2
yang bukan Islam dipaksa tutup, sedangkan yang bukan Islam tertangkap
makan di kedai digiring kekantor polisi dan memang Islam selalu
memeinta jalan damai, dan keluarlah sekian ratus ribu rupiah sebagai
uang damai.  Lalu kepada siapa mereka yang dirugikan Syariah Islam ini
bisa menuntut???  Jelas tak bisa menuntut Allah karena syariah Islam
itu asalnya dari Allah !!!

Ny. Muslim binti Muskitawati.










Kirim email ke