Memang bukan moment yang tepat untuk menentang poligami. Kita tahu saja, kontroversi ini akhirnya juga dimanfaatkan oleh sekelompok golongan tertentu untuk mengkategorikan para pendukung anti-poligami sebagai anti-Islam. Padahal kita tahu, dalam Islam sendiri ada banyak tafsir tentang poligami sehingga menimbulkan banyak reaksi dari kalangannya sendiri.
Tapi biarlah, karena bukan hak kita untuk mempersoalkan tindakan poligami seorang individu. Di satu sisi, kalau kita tidak terlarut dalam pro-kontra poligami, itu baik juga. Karena kita tidak mau berurusan dengan kebebasan orang lain dalam menentukan tindakannya. Disisi lain, karena ada perhitungan politis mengapa kita tidak perlu terlalu vokal dalam kasus ini. Pertama, karena mencuatnya kasus ini adalah karena seorang pemuka agama. Ditengah suasana masyarakat majemuk yang tengah dihadang oleh sekelompok golongan yang merasa boleh bertindak dan melegalkan hukum menurut tafsirannya sendiri, para pendukung anti-poligami, dengan mudah dan bodohnya (seperti biasa), mereka bulatkan menjadi anti-agama. Biarlah kita tidak masuk dalam sikon yang nampaknya kondusif untuk mereka cari gara2. Kedua, membiarkan pro-kontra berlangsung hanya untuk kalangan mereka sendiri. Biarkan pro-kontra ini diselesaikan dengan baik oleh kalangan sendiri, yang lebih memahami seluk-beluk kontroversi poligami menurut nilai2 mereka sendiri. Diharapkan mereka dapat menemukan solusi terbaik, yang lebih akan diakui, karena dimunculkan dari dalam golongannya sendiri. Dimanakah tempat kita? Kita sebaiknya berada pada posisi netral untuk wilayah nilai yang dimiliki oleh golongan agama lain. Namun, kita harus bersuara lantang bila pemerintah menunjukkan ketidakadilan dalam masalah ini. Misalnya, kita perlu mempertanyakan mengapa pemerintahan yang demokratis ini, mencampuri urusan yang menjadi milik privat. Dimana keberpihakannya pada publik? Dengan seluruh perhitungan tindakan tersebut, saya yakin, tidak satu nilai demokrasi dan HAM pun, yang tersirat dalam Pancasila, yang kita langkahi dengan melakukannya. Kita berada pada jalur yang benar dan berdasar. Salam AC > --- sobratsobat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Poligami jelas tidak mendapat tempat di hati masyarakat, tidak > > peduli agamanya apa. Banyak posting di milis ini telah menunjukkan > > kerugian poligami sementara belum satupun posting yang berhasil > > menunjukkan keuntungan poligami selain keuntungan syahwat bagi laki- > > laki. Tapi kenapa kubu pendukung poligami tampak all-out mendukung > > poligami dan seperti kebakaran jenggot? > > > > Supaya ngerti, kita musti baca sabili edisi yang baru judulnya "anti > > poligami berkomplot menentang hukum Allah". Ternyata banyak tokoh > > sayap kanan punya istri lebih dari satu: > > - Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Anshari, > > istrinya empat. Motivasinya berpoligami adalah jihad demografi atau > > jihad memperbanyak anak. > > > > - Sekjen Parta Keadilan Sejahtera Anis Matta, istrinya dua. > > > > - Jubir Hizbut Tahrir, Ismail Yusanto, istrinya dua, > > mottonya "permudah pernikahan, persulit perceraian". > > > > Tentu masih ada lagi dari kelompok ini yang istrinya lebih dari > > satu. Tentu saja mereka merasa kepentingan mereka terganggu karena > > itu sangat kebakaran jenggot waktu poligami dihujat masyarakat. > > > > ada yang bisa nambah daftar ini? > > Sebenernya bukan hanya kelompok pro poligami saja yang kebakaran > jenggot, kelompok kontra poligami-pun sibuk mempertahankan argumen > mereka demi menentang apa yang disebut perkawinan dengan istri lebih > dari satu. Saya pribadi menolak sebuah gagasan poligami mesikupun Rasul > sendiri menjalankan poligami (poligami Rasul adalah sebagai bentuk > amanat), saya lebih mementingkan Sunnah Rasul yang lain semisal hidup > rukun, bertanggung jawab, dapat dipercaya, cerdas dan mencerdaskan. > > Kalau semua ummat muslim ada yang pro dan kontra itu wajar, karena > didalam Al-quran tidak ada larangan untuk berpoligami, Al-quran cuman > memperbolehkan poligami dengan syarat dan aturan tertentu (dan ini > tidaklah semudah orang kebanyakan ngomong poligami adalah Sunnah > Rasul). > > P.S: Mbok ya disudahi saja thread tentang poligami, semua orang > mempunyai pandangan yang berbeda, dan mereka yang pro ataupun kontra > juga mempunyai landasan masing-masing. > > Yang salah disini adalah sekelompok orang yang berusaha mengorek-ngorek > aib orang lain berdasarkan apa yang mereka lakukan (berpoligami), lha > yang menjalankan saja gak ribut, kalian-kalian disini kok pada sumpah > serapah meributkan hal tersebut. > > Lha kalian itu siapa :) > > > Salam hangat,- > > --- > "It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent, it is the one that is most adaptable to change." -- Charles Darwin. >
