RIAU POS
Selasa 19 Desember 2006
 

Fuad Bawazier Tidak Khawatir Disebut Orba


JAKARTA (RP) - Salah satu deklarator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) adalah 
Fuad Bawazier. Dia mantan menteri keuangan di masa rezim Soeharto dan pernah 
menjadi anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN). ''Tidak masalah kami 
disebut reinkarnasi Orde Baru,'' ujar Fuad kepada JPNN, tadi malam. Dia juga 
tidak ambil pusing dengan Wiranto yang selalu dihubung-hubungkan dengan 
Soeharto dan Orde Baru. 

''Faktanya di masyarakat soal Orde Baru tidak dimasalahkan lagi,'' ujar Fuad. 
Di mata dia, kecenderungan yang terjadi malah sebaliknya. Diam-diam masyarakat 
mulai merindukan era keemasan Orde Baru. Fuad mengaku mantap membantu Wiranto 
mendirikan Partai Hanura. Selain sudah setahun terakhir keluar dari PAN, dia 
mengaku respek dengan partai barunya. Alasannya, Partai Hanura hadir untuk 
memupus persepsi negatif rakyat terhadap partai-partai yang lebih dulu ada.

''Partai tidak bisa diperbaiki kalau bukan oleh partai sendiri,'' ujarnya. Fuad 
mengaku pendirian partai baru berlawanan dengan opini publik yang makin apatis 
dengan parpol. ''Tapi, parpol tidak mungkin diperbaiki oleh ormas atau LSM. 
Citra parpol hanya bisa diperbaiki oleh parpol sendiri. Itulah alasan saya dan 
Pak Wiranto berani mendirikan partai di tengah buruknya persepsi publik 
terhadap parpol,'' ungkap bekas dirjen pajak itu.

Dalam istilah dia, parpol yang memulai, parpol juga yang mengakhiri. Siapa 
merusak harus berani memperbaiki. ''Alasan lain, hanya dengan parpol sistem 
sosial dan politik bisa diperbaiki. Sebab, menjadi presiden, gubernur, bupati, 
dan wali kota semuanya harus lewat parpol,'' tegasnya. Fuad berjanji partai 
barunya tidak sama dengan parpol yang lebih dulu ada. Sebab, semua gerak 
perjuangan partai didasarkan hati nurani rakyat. ''Kami datang untuk 
memperbaiki partai yang dikesankan negatif. Kami juga bukan bagian dari partai 
yang dikesankan rusak oleh masyarakat itu. Kami partai baru,'' kilahnya.

Soal banyaknya pensiunan jenderal di balik Partai Hanura, Fuad menyebut 
partainya tetap menggambarkan masyarakat sipil. ''Tidak benar partai para 
jenderal. Buktinya, di pengurus harian pusat tetap banyak orang sipil. 
Pensiunan jenderal cuma 25 persen,'' katanya.(adb/jpnn) 

Kirim email ke