RIAU POS
Selasa 19 Desember 2006
Kiai Belajar Manajemen ke Inggris
JAKARTA (RP) - Manajemen pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU)
selama ini masih tradisional. Untuk mengatasi hal itu, Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PB NU) mengirim pengurus pondok pesantren ke Inggris. Mereka akan
belajar manajemen pendidikan di University of Leeds.
''Harus diakui, manajemen pendidikan di pesantren kita masih amburadul.
Karena itu, program ini sangat berguna untuk membenahi manajemen di
pesantren,'' kata Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi usai penandatanganan MoU PB NU
dengan pemerintah Inggris di Kantor PB NU kemarin.
MoU tentang program pelatihan manajemen pendidikan itu ditandatangani
Hasyim Muzadi dan Duta Besar Inggris di Indonesia Charles Humfrey. Tahap
pertama, Februari 2007, akan dikirim 26 kiai untuk belajar selama satu bulan
di University of Leeds. Tahap kedua, akan dikirim 24 kiai pada tahun
berikutnya. Materi yang diajarkan adalah manajemen pendidikan di sekolah,
penjaminan mutu sekolah, dan kepemimpinan sekolah. Para kiai juga akan diajak
mengunjungi berbagai sekolah menengah di Inggris. ''Harapannya, sepulang dari
sana, mereka bisa menerapkan di sini,'' kata Hasyim.
Menurut dia, Inggris merupakan negara yang punya perhatian besar terhadap
pendidikan di pesantren. Selama ini, kata Hasyim, dalam kerja sama, Inggris
tidak pernah meminta pamrih apa pun. ''Kalau Inggris itu, enaknya, tidak ada
embel-embel di belakangnya,'' terangnya. Inggris, menurut Hasyim, punya kemauan
kuat dan jujur untuk mempelajari Islam. Di Inggris, lanjutnya, banyak literatur
Islam yang lebih lengkap daripada di Indonesia. ''Mulai Januari nanti, ada
pertemuan Islamic Indonesian-British Advisory. Yakni, pertemuan tujuh tokoh
Islam Indonesia dengan tujuh tokoh Inggris untuk memahami Islam. Selama ini
Islam masih menjadi agama yang disalahpahami,'' kata Hasyim.(tom/jpnn)