> "loekyh" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bung Eko Adi, anda ini hebat sekali. Sudah pintar bergaya rhetorik > dan otoriter bak pejabat tinggi di masa orba yg larang bagini dan > larang begitu, padahal belum pernah jadi pejabat ya? > Mosok Xanana dibilang 'pemberontak' negara RI. Sejak kapan Timtim > masuk menjadi bagian dari RI? Sejak Operasi Seroja tahun 1976? Jika > 'YA', tolong kasih tahu ada berapa negara yg mengakui Timtim sebagai > bagian dari Indonesia setelah diduduki Indonesia? Tolong kasih tahu > juga ada berapa resolusi2 PBB yg mengutuk RI dan meminta RI agar > menarik pasukan ABRI (sekarang TNI) keluar dari Timtim?
>==================================================== Anda benar, tepat sekali pernyataan anda. Xanana adalah seorang pemimpin yang lebih besar dari Bung Karno, lebih besar dari Suharto, bahkan lebih hebat dari Nelson Mandela. Xanana hanyalah seorang guru SD dan tidak pernah mendapatkan pendidikan militer, tapi dia bangkit angkat senjata apa adanya. Dia tidak pernah mendapatkan pasokan senjata dari luar negeri karena laut sekeliling Timor Timur sudah ditutup oleh ALRi. Dia merebut senjata dari TNI, dia berjuang dimulai dengan golok untuk rebut senjata lawannya. MABES ABRI sangat mengagumi Xanana, caranya bertempur dipelajari oleh Kopasus. Kehebatan Xanana adalah gerakannya yang sangat dinamis dan cepat bagaikan kilat. Bayangkan Kopasus gendong ransel 25 kg dipunggungnya berisi supermi dan alat2 masak lainnya, ditambah amunisi untuk 10 hari, pakai sepatu bot yang berat baju jaket yang menghambat gerakan dan malamnya harus pakai minyak samin untuk mengusir nyamuk. Akibatnya, posisi kopasus selalu bisa dipantau oleh anak buah Xanana yang penciumannya bagaikan anjing pelacak, bau minyak samin terendus dari jarak 3 km, biarpun gelap gulita, anak buah Xanana tidak bisa terjebak, cukup dari bau minyak samin, bau odol, bau sabun lux, bahkan bau rokoknya saja mereka sudah tahu posisi Kopasus ada dimana, mereka menghindari serangan dari depan, dan mereka memukul habis dari belakang. Di pegunungan Naunili, puluhan kali anggauta2 kopasus terjebak, satu pleteon Baret Hijau mati konyol disergap hanya dengan golok, semuanya ada 36 serdadu mati terbacok, kepalanya dibelah otaknya dikeluarkan dan kemudian diisi dengan beras dari ransel mereka masing2, tak sempat menembak. LUAR BIASA, XANANA AHLI PERANG GENIUS, DIA BISA DISAMAKAN DENGAN JENDRAL VO NGUYEN GIAB. Bedanya, Vo Nguyen Giap mendapatkan pendidikan kemiliteran sedangkan Xanana tidak pernah mendapatkan pendidikan kemiliteran. Anak buah Xanana hanya mengandalkan satu buah kelapa dipinggang, kaki nyeker, golok tanpa gagang dipinggang, kadang2 senjata TNI yang direbutnya, amunisi sedapatnya dan tidak pernah mandi, tidak pakai pepsoden, tidak berbau sabun lux, dan mereka berjalan terus ber-putar2 mengelilingi pasukan2 TNI yang jumlahnya 50 batalyon yang dikirim ke Timor Timur. Xanana berperang secara ber-putar2 karena memang pulau Timor Timur tidak begitu besar, tapi TNI dibuat bingung setengah mati, Xanana muncul dilacak paginya diujung Timur pulo Timor Timur, mendadak siangnya dikabarkan muncul Xanana diujung Barat pulo Timor Timur. Padahal truk yang mengangkut ABRI dari ujung Timur ke ujung Barat kalo berangkat pagi2 jam 5 dari ujung Timur maka tiba diujung Barat sekitar jam 7 malam. Gerakannya memang bagaikan hantu, bisa lebih cepat dari jalannya truk ABRI, hal ini dikarenakan Xanana dan anak buahnya bergerak dengan berjalan kaki memotong gunung2 menembus lembah hingga lebih cepat tiba dibandingkan truk ABRI yang harus mengikuti jalan aspal yang ber-puter2 mengelilingi gunung2 mem-buang2 waktu. Memang gerakan secepat kilat yang dimiliki oleh anak buah Xanana dikarenakan mereka tidak membawa beban apapun juga, alam Timor Timur sudah menyatu dengan diri mereka, setiap tarikan nafas mereka akan membawa informasi tentang banyaknya dan kekuatan pasukan TNI yang sedang melacak mereka. Jenderal2 Amerika di Westpoint secara diam2 pernah mengundang Xanana untuk memberikan ceramah mengenai perang yang dilakukannya. Xanana boleh dikatakan pencipta jenis cara berperang baru karena pasukan TNI telah gagal melumpuhkan kekuatan Xanana dengan taktik anti perang gerilya. Xanana akhirnya tertangkap akibat sakit berat yang membutuhkan pengobatan intensive care, seorang anak buahnya melaporkan kepada BrigJen Brigade Koopskam TimTim bahwa Xanana siap menyerah, sementara seminggu sebelumnya Ramos Horta telah meminta bantuan Amerika untuk melindungi penyerahan Xanana ini. Akhirnya Xanana dijemput oleh Kopasus dan dibawa ke Jakarta. Dia orang besar, dia orang hebat, dia orang ajaib...... filemnya harus ditonton setiap orang yang mengagumi kegeniusan, mengagumi keajaiban, dan mengagumi pengabdian seorang pemimpin. Ny. Muslim binti Muskitawati.
