----- Original Message -----
From: hersri setiawan
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: chanCT
Sent: Wednesday, 20 December, 2006 10:53
Subject: [HKSIS] Selamat Jalan Bung Har
Bung Chan,
ini puisi saya utk bung hardoyo, saya bacakan di depan jenazahnya kemarin,
sesudah misa arwah di rumah duka kemarin.
tolong diorbit ya Bung! terimakasih,
salam,
hersri
hersri setiawan
18 desember 2006
Bung Hardoyo,
ketika dalam perjalanan Bandung - Jakarta, di tengah hujan rintik-rintik,
dari menghadiri Pekan Sejarah II di Universitas Parahyangan, bertajuk
"Membuka Luka 1965 dan Perkembangan Penulisan Sejarahnya".
berita dukamu datang menjelang senja itu. aku terdiam.`kami terdiam.
terbayang tubuhmu yang pejam. terbujur.
semua jadi bisu. diam.
dalam rintik airmata langit. angin mati.
detik-detik renungan
19 desember 2006
kayusalib dipuncak golgota
diam
tapi penuh pesan bagi semua yang mencari
kebenaran
seperti korban pembantaian rezim
di atas lahan darah dan hamparan bangkai
diam
tapi penuh pesan bagi semua yang tunduk
dalam diammu
bung har,
api itu padam sudah
di balik tabir ibukota yang resah
ujung nyalanya membakar gelap
malam tanahair yang gelisah
ujung telunjukjarimu dari atas mimbar
tinggal dalam lambaian merahputih berkibar
ujung teriakmu "merdeka!" dari atas mimbar
tinggal geletar dalam perjalanan sejarah
bung har,
nyala itu tidak akan padam
suara itu tidak akan diam
darah dan airmata kemerdekaan
tidak akan pernah menjadi beku
ratap dan dukacita perpisahan
tidak akna pernah meredam jalan
suaramu tetap tinggal padaku
dan pada kami semua
suara keakanan penulis lakon
suara keakanan pejalan kemanusiaan
seperti lembar-lembar kertas
di mana kami menulis
seperti hamparan tanah
di mana kami bisa melangkah
bung har,
kayusalib di puncak golgota
diam
tapi penuh pesan bagi semua yang mencari
kebenaran
seperti korban pembantaian rezim
di atas lahan darah dan hamparan bangkai
diam
tapi penuh pesan bagi semua yang tunduk
dalam diammu
bung hardoyo,
selamat jalan!
lenteng agung
19 desember 2006