Bintang Kecil

Alkisah ada dua bintang dilangit yang hidup
berdampingan. Yang satu disebut bintang besar karena
dia berukuran besar. Dan yang satunya lagi disebut
bintang kecil.

Pada suatu hari ada satu planet yang datang kepada si
bintang besar. "Hai, bintang besar, aku sangat
kedinginan. Bolehkah aku duduk didekatmu agar tubuhku
hangat?". Jawab si bintang besar, " Tidak boleh! Aku
tidak mau membagi energiku denganmu." Si planet ini
sedih mendengar jawaban si bintang besar, tetapi si
bintang kecil melambai kepadanya, "Kemarilah teman,
duduklah denganku, aku akan menghangatkanmu. " 
Mendekatlah si planet ini kepada si bintang kecil. 
Dan mereka menjadi teman. Si planet tidak lagi
kedinginan.

Lalu keesokannya datang lagi satu planet kepada si
bintang besar. " Bintang besar, bolehkah aku duduk
dekatmu supaya tubuhku hangat karena aku sangat
kedinginan disini?". "Tidak! Pergilah! Jangan ganggu
aku", jawab si bintang besar. Dengan tubuh menggigil
kedinginan, si planet berjalan menjauhi si bintang
besar. Tapi si bintang kecil memanggilnya, "Hai,
teman! Maukah kau duduk disampingku supaya tubuhmu
hangat? Kemarilah!" dan datanglah planet itu kepada
si bintang kecil dan rasa dinginnya hilang oleh karena
kehangatan cahaya si bintang kecil.

Keesokkannya lagi, datang tujuh planet kepada si
bintang besar, menyampaikan permintaan yang sama
dengan kedua planet sebelumnya. Lagi-lagi si bintang
besar menolaknya. Si bintang besar tidak mau
diganggu. Dia ingin kehangatannya hanya untuk dirinya
sendiri. Tetapi si bintang kecil mengajak tujuh
planet ini untuk duduk bersama-sam dengan dia. 

Sekarang ada sembilan planet yang berkawan dengan si
bintang kecil ini. Si bintang kecil dengan sukacita
dan penuh kasih membagikan kehangatan cahayanya kepada
teman-teman barunya. Apakah dengan membagi
kehangatannya maka si bintang kecil menjadi redup? 
Apakah ia kehilangan sinar dan kehangatannya? TIDAK!

Justru dengan berbagi. maka bertambahlah cahaya yang
ia punya. Dengan berbagi, dia menjadi besar oleh
karena cahayanya bertambah. Dan yang penting adalah
dia mempunyai banyak teman. Mereka bermain bersama,
bergembira bersama dan mengalami sukacita yang luar
biasa. Si bintang kecil bahagia karena bisa memberi
kehangatannya untuk planet2 itu dan planet2 itu
bahagia karena mereka tidak kedinginan lagi. 
Sedangkan si bintang besar menjadi redup dan kian
menghilang cahayanya. Tidak ada lagi kehidupan pada
bintang besar. Ia tidak punya kawan, karena dia
egois. 

Nah, bagaimana dengan kehidupan kita? Kita hidup
seperti bintang besar atau bintang kecil? Apakah kita
mau membagikan setiap berkat yang sudah Tuhan berikan
pada kita? Atau apakah kita hanya menyimpan setiap
berkat itu hanya untuk diri kita sendiri?

Sebagai anak2 Allah, pasti kita tahu bahwa Allah ingin
menjadikan kita anak-NYa yang penuh kasih. Ada
ungkapan bahwa kita bisa memberi tanpa mengasihi, tapi
kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi.

Allah sangat mengasihi kita sehingga Dia memberi
begitu banyak berkat untuk kita bahkan AnakNya pun di
berikan untuk menggantikan kita di kayu salib.

Allah adalah Kasih. Kasih itu tidak sombong dan tidak
mementingkan diri sendiri. Allah sendiri telah
memberi teladan kasih karena itu patutlah kita
meneladaniNya.

Jadi marilah kita mulai memperlihatkan ciri khas hidup
anak2 Allah yang sesungguhnya yaitu saling mengasihi
dengan kasih yang tulus seperti yang telah
dipraktekkan oleh Tuhan Yesus sebagai teladan kita.

          MARI KITA BERSATU PADU
  UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA
  KESATUAN REPUBLIK INDONESIA
  
      


 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke