Saya tidak mempermasalahkan Sdr. Satrio Arismunandar untuk tak menjawab kritikan thd tulisan2-nya, karena itu hak dia. Tetapi yg saya kritik thd rekan Satrio Arismunandar adalah 'hoby' Sdr. Aris Munandar men-FORWARD berita2 dan tulisan2 dari sumber2 lain mentah2 tanpa ada pengantar atau opini sedikit pun dari Sdr.Aris Munandar, hal yg dulu biasa dilakukan oleh mister Holy Uncle. Bahkan sekarang Wido Supraba (contact person PKS di Mediacare :-)) pun ikut2-an main forward2, khususnya dari Detik.com :-).
Saya bahkan berani menyatakan selera dalam penyeleksian artikel2 yg di-FORWARD oleh Sdr. Satrio Arismunandar bersifat tendensius, mis. forward dlm postingan #38231 (saya tanggapi di #38370). Silakan baca kritikan2 lama saya thd rekan Satrio Arismunandar di postingan #27212 ttg tendensi ini. Baca juga kritikan saya thd sifat gampang curiga Sdr.SA dg asal menuduh orang (saya tanggapi di postingan #26637). juga ketersinggungnan rekan SA ketika saya bertanya ada tidaknya solidaritas antar sesama media (mis. media TransTV) untuk memberitakan tekanan dan intimidasi SECARA FISIK pihak luar thd satu media (dalam kasus serbuan GASAK di kantor Kompas, silakan baca #27694). Padahal ketika giliran Kompas dianggap mencederai satu wartawannya, rekan SA tampak begitu menggebu2 memFORWARD berita2 dan kasus ini ke semua milis2 yg saya ikuti. Salam --- In [email protected], bonar napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Priyo husodo : > "cuma saya agak heran apakah Satrio ini lebih "hijau" begitu?" > > kalimat itu muncul dari postingan Priyo. Dialah orang pertama yang meletakkan warna warni terhadap masalah ini. jadi bila dia menggolongkan seseorang terhadap satu warna, maka saya juga berhak untuk melabelkan seseorang juag terhadap warna lain. Tentu sesuai dengan keinginan saya. toh tidak ada ukurannya.
