TRIBUN TIMUR
Kamis, 21-12-2006
Wiranto-Bawazier Dirikan Partai Hanura
Jakarta, Tribun -- Mantan Menhankam/Pangab Jenderal (Purn) Wiranto dan
ratusan tokoh lainnya, terutama dari kalangan pensiunan militer, bekas menteri,
dan tokoh politik, mendeklarasikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di
Kartika Chandra Jakarta, Kamis (21/12).
Menurut mantan Kasum TNI, Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, yang juga
salah satu deklarator Partai Hanura, lebih 100 orang yang menjadi deklarator
Partai Hanura, dan hampir 70 persen di antaranya tokoh-tokoh sipil.
Tokoh- tokoh militer yang menjadi deklarator, di antaranya adalah
Wiranto, Jenderal (Purn) Fachrul Razi (mantan Wakil Pangab), Jenderal (Purn)
Subagyo HS (mantan Kasad), Laksamana Bernard Kent Sondakh (mantan Kasal),
Jenderal (Pol) Chairul Ismail (mantan Kapolri di era Presiden Abdurrahmah
Wahid), serta Budi Santoso, Ary Mardjono, dan Abu Hartono.
Adapun tokoh sipil, di antaranya adalah mantan Menkeu Fuad Bawazier,
Djafar Badjeber, Samuel Kota, pengacara kondang Elza Syarief, dan aktor Anwar
Fuadi.
Meskipun sudah mendeklarasikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), namun
Wiranto masih "malu-malu" menyebut partainya ini akan dijadikan sebagai
kendaraan politik menuju Pilpres 2009.
"Kalau ada kader yang jadi legislatif atau presiden, ya alhamdulillah,"
elaknya saat ditanya kemungkinan mengajukan diri sebagai presiden dengan
kendaraan Partai Hanura di Kirana Ballroom, Hotel Kartika Chandra, Jakarta,
kemarin.
Wiranto menegaskan, saat ini prioritas partainya untuk merekrut kader
yang akan dijadikan pemimpin nasional di masa datang. "Kita menyiapkan pemimpin
yang sadar dan memahami hati nurani rakyat. Itu sudah jelas," ujar purnawirawan
berbintang empat itu.
Menurut Wiranto, kembalinya dia ke panggung politik karena ingin
mengembalikan nilai-nilai yang hilang dalam politik praktis saat ini. Para
pemimpin nasional saat ini hanya berorientasi sempit untuk mengejar kepentingan
pragmatis dan sesaat.
Posisi Sekjen Partai Hanura diduduki Yus Usman Sumanegara dengan 16 orang
wakil sekjen. Sedang bendahara umum didampingi delapan wakil bendahara umum.
Selain itu, ada 17 anggota dewan pakar antara lain Gusti Randa, dan
delapan orang duduk di dewan penasihat, termasuk istri Wiranto, Uga
Wiranto.Selain Uga, ada Tuti Alawiyah dan Letjen (Purn) Ary Mardjono.
"Posisi ketua adalah orang yang berperan sebagai penyumbang dana partai.
Mereka dibutuhkan untuk dananya," cetus salah seorang pengurus partai ini.
Gus Dur, Akbar, Try Hadir
DEKLARASI Partai Hanura yang dikomandani Wiranto dihadiri mantan Presdien
Abdulrahman Wahid (Gus Dur), mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan mantan Wakil
Presiden Try Soetrisno. Ketiganya tampak kompak mengenakan baju batik.
Kedatangan mereka pun dielu-elukan pendukung Partai Hanura.
"Hidup Gus Dur, hidup Try, hidup Akbar," teriak mereka saat tiga tokoh
ini memasuki ruang Kirana Ballroom, Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Kamis
(21/12).
Wiranto yang terbalut safari warna kunyit ini tampak tersenyum menyambut
kedatangan sang tamu. Gus Dur, Akbar dan Try pun duduk di kursi deretan paling
depan. Wiranto terlihat duduk dengan dimpit Gus Dur dan Akbar. Ruangan pun
tampak penuh sesak. Banyak peserta yang berada di luar ruangan.
Warna kuning kunyit mendominasi acara deklarasi ini. Seluruh pengurus dan
fungsionaris partai tampak mengenakan jas dan kaos warna senada. Partai Hanura
memiliki lambang yang bergambar kotak yang di dalamnya ada lambang panah
segitiga warna merah putih, menyimbolkan semangat keberanian bangsa.
Warna kunyit disimbolkan sebagai tanah dan bumi yang memberikan segala
sesuatu kepada umat manusia. Simbol bangsa Indonesia yang dirintisi sejak patih
Gadjah Mada. Deklarasi ini membuat arus lalu lintas dari arah Slipi hingga
Gatot Subroto macet. (rir)
spacer.gif
Description: GIF image
