Denger-denger media olahraga ternama GO Saat ini tengah kembang kempis karena 
kehabisan dana.  media yang pernah berjaya hingga tiras 200 ribu ini kini 
dicetak hanya 5-10 ribu eks. Ini pun sekadar untuk menyatakan kehadiran pada 
calon-calon investor yang masih dicari.
   
  GO yang pernah sangat berjaya pada awal-awal kelahirannya disebut-sebut 
kolaps karena mismanagement. Pada masa lalu, media ini melakukan jor-joran 
luarbiasa untuk memperlihatkan kelebihan mereka sebagai media olahraga 
alternatif dari BOLA yang pada 1990-an merupakan penguasa tunggal pasar media 
olahraga.
   
  Bersamaan berlalunya waktu, tiras GO semakin menurun. saat ini bahkan untuk 
mebayar percetakan, pihak GO harus melego mobil operasional. Sementara  
karyawan sebagian hengkang.
   
  Tidak ayal, tayangan televisi terutama siaran langsung sepakbola mau pun 
balap seperti F1 dan MotoGP menjadi penyebab utama terdesaknya media khusus 
olahraga. 
   
  Bahkan BOLA sebagai raja media cetak khusus olahraga pun bukan tidak terkena 
imbasnya. Saat ini praktis BOLA tinggal berusaha survive mempertahankan tiras 
dan masuknya iklan. 
   
  Sementara media-media yang lahir dari induk BOLA ini sebagian besar kemudian 
mati, termasuk BOLA Sports. Media khusus sepakbola pun seperti BOLAVaganza 
tampaknya tidak mampu bertahan lama.  Hanya keajaiaban saja yang membuat pihak 
BOLA mau pun KKG masih mempertahankan media sekarat ini.
   
  BOLAVaganza belakangan semakin sulit bersaing dengan Extra Vaganza di 
televisi. Walau pun mereka  sudah berusaha mengadopsi ide-ide entertainment 
seperti wanita-wanita cantik berpakaian minim. Toh resep yang paling primitif 
untuk mendongkrak tiras ini pun tisak efektif. Tingkat retur BOLAVaganza 
kabarnya mencapai 60-70 persen dengan pendapatan iklan yang sangat minim.
   
  Mismanajemen yang terjadi di BOLAVaganza antara lain saat menggunakan "tanpa 
ijin" foto-foto dari Getty Images karena ketidaktahuan pengelola soal copy 
right. Akibatnya pengelola kemudian berutang 500 juta.
   
  Para pengelola media tidak berusaha untuk kreatif menemukan hal-hal baru, 
namun  melulu memperkaya diri dengan menjadi komentator sepakbola di televisi 
atau media lannya.
   
  Fenomena GO dan BOLAVaganza adalah cermin dari kesalahan penanganan yang 
kronis dan berlangsung lama. ketika disadari oleh investor, keadaan sudah 
semakin parah dan tidak terselamatkan.  GO mungkin sudah mustahil, tetapi BOLA 
tentunya tidak ingin dipermalukan dengan kasus BOLAVaganza.
   
  Fira 
   


 __________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke